Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Kegagalan para bull Bitcoin (BTC) mempertahankan level $70.000 kembali memicu penurunan ke sekitar $65.000, sehingga memperkuat sentimen bearish di kalangan investor institusional maupun ritel yang khawatir akan potensi kejatuhan harga yang lebih dalam.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa harga BTC berisiko anjlok hingga mendekati $10.000, seiring data on-chain yang menunjukkan adanya kelemahan struktural pada pasar. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 13 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $67,565 atau setara dengan Rp1.124.108.907 mengalami koreksi 1,32% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.099.416.354 dan harga tertingginya di Rp1.151.220.449.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp22.380triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 12% menjadi Rp805,37 triliun.
Baca juga: Bitcoin Terjun 50%, Ini Daftar Crypto Favorit Grayscale untuk Rebound : ETH, SOL, LINK & Lainnya
Platform analitik on-chain Glassnode menyoroti adanya kelemahan struktural pada Bitcoin di tengah tekanan makroekonomi. Pergerakan harga BTC saat ini cenderung defensif dalam kisaran $60.000–$72.000, dengan kemungkinan harga ambruk hingga menyentuh “realized price” di sekitar $55.000.

Volume spot Bitcoin secara struktural lemah dan menurun, menciptakan kekosongan permintaan dan mempercepat realisasi kerugian. Pemaksaan likuidasi posisi futures, turunnya arus masuk dana ke ETF dan kas kripto perusahaan, serta tingginya permintaan proteksi penurunan lewat opsi BTC membuat kondisi saat ini mirip dengan pola pasar bearish awal 2022 dan 2018.
Indeks Bitcoin Fear & Greed turun ke level 5 (ketakutan ekstrem) setelah data Nonfarm Payrolls naik 130 ribu pada Januari, di atas ekspektasi pasar 70 ribu dan jauh lebih tinggi dari 48 ribu di Desember. Tingkat pengangguran juga turun dari 4,4% menjadi 4,3%, sehingga memudarkan harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Metrik Bitcoin Combined Market Index (BCMI) milik CryptoQuant semakin mengindikasikan transisi menuju fase bear market yang lebih dalam, bukan sekadar koreksi singkat. “Dari perspektif siklus, kondisi bottom sejati kemungkinan masih berada di depan,” ujar seorang analis CryptoQuant.
Kepala riset CryptoQuant, Julio Moreno, dan analis Benjamin Cowen menyuarakan kekhawatiran terkait langkah pemberi pinjaman kripto yang didukung Susquehanna, BlockFills, yang menghentikan sementara setoran dan penarikan klien dengan alasan volatilitas pasar yang meningkat.
Baca juga: XRP Kalahkan Bitcoin & Ethereum: Harga Sentuh Bottom, XRP Siap Rebound?
Sebelumnya, Julio Moreno telah menyoroti arus keluar dana dari ETF Bitcoin, premi Coinbase yang negatif, likuiditas stablecoin yang mengering, serta ketiadaan pemicu fundamental yang kuat bagi tren bullish. Menurutnya, hal ini mengindikasikan bahwa pasar Bitcoin sudah memasuki fase bear dengan ruang kenaikan yang terbatas.
Benjamin Cowen berpendapat bahwa dalam fase bear market, harga Bitcoin cenderung jatuh di bawah realized price dan balanced price. Ia memprediksi harga BTC bisa anjlok hingga di bawah $40.000 seiring menguatnya sentimen bearish di pasar.

Pendukung emas sekaligus ekonom Peter Schiff kembali menegaskan pandangan kritisnya bahwa BTC berpotensi mengalami kejatuhan harga yang sangat tajam. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyoroti bahwa grafik jangka panjang menunjukkan area support awal berada di sekitar $10.000 dan memperingatkan tentang lemahnya posisi Bitcoin saat ini.
Komentar Schiff muncul di tengah gelombang aksi jual yang sedang berlangsung, dengan narasi bahwa Bitcoin saat ini dinilai terlalu mahal dan rentan terhadap tekanan makroekonomi yang lebih luas. Selain itu, para trader opsi juga telah menyesuaikan posisi mereka setelah rilis data Non-farm Payrolls, yang memicu lonjakan volume transaksi call dan put.
Saat ini, harga BTC bergerak di kisaran $67.000 setelah sempat rebound dari level terendah 24 jam di $65.757. Dalam 24 jam terakhir, para pemegang Bitcoin jangka pendek memindahkan sekitar 28.000 BTC ke bursa kripto dalam kondisi rugi. Para trader sekarang menanti data inflasi CPI AS pada hari Jumat dan jatuh tempo opsi kripto sebagai pemicu pergerakan pasar berikutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.