5 Fakta Harga Emas & Perak Anjlok saat Crypto Naik, Dampaknya ke Investor 2026

Di-update
February 13, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Ketidakpastian ekonomi global kembali menekan pasar komoditas, termasuk emas dan perak yang mengalami penurunan harga signifikan. Di saat yang sama, aset crypto dan cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan sistem keuangan Amerika Serikat. Kondisi ini memicu pergeseran minat investor dari aset safe haven tradisional menuju instrumen digital berbasis blockchain.

1. Harga Emas Turun di Tengah Tekanan Finansial AS

Harga emas global dilaporkan mengalami koreksi tajam akibat meningkatnya tekanan pada sistem keuangan Amerika Serikat. Investor bereaksi terhadap data ekonomi dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral. Kondisi ini mendorong aksi jual pada logam mulia yang sebelumnya dianggap sebagai lindung nilai utama.

Jika dikonversi menggunakan asumsi kurs 1 USD = Rp16.834, maka penurunan sebesar USD100 setara dengan sekitar Rp1.683.400 per ons. Koreksi ini dinilai cukup signifikan bagi investor yang memegang emas dalam jumlah besar. Situasi tersebut juga memengaruhi sentimen terhadap perak sebagai aset komoditas pendamping emas.

Baca Juga: Proyeksi Harga Perak 2026 Berdasarkan Outlook J.P. Morgan

2. Perak Ikut Melemah, Volatilitas Meningkat

Perak turut mengalami tekanan harga seiring dengan melemahnya emas dan meningkatnya volatilitas pasar. Investor cenderung melakukan rebalancing portofolio untuk mengurangi eksposur terhadap aset fisik. Hal ini menyebabkan harga perak bergerak lebih fluktuatif dibandingkan emas dalam periode yang sama.

Secara historis, perak memang memiliki volatilitas lebih tinggi karena fungsinya tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga bahan baku industri. Ketika kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi meningkat, permintaan industri cenderung menurun. Dampaknya, harga perak bisa terkoreksi lebih dalam dibanding emas.

3. Crypto dan Cryptocurrency Tunjukkan Ketahanan

Di tengah penurunan emas dan perak, sejumlah aset crypto menunjukkan stabilitas relatif. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap menarik minat investor yang mencari alternatif lindung nilai berbasis digital. Beberapa analis menilai bahwa crypto mulai dipandang sebagai aset non-korelasi terhadap sistem keuangan tradisional.

Fenomena ini memperkuat narasi bahwa cryptocurrency tidak selalu bergerak searah dengan komoditas konvensional. Meskipun tetap memiliki volatilitas tinggi, crypto dinilai lebih fleksibel terhadap perubahan kebijakan moneter. Investor ritel maupun institusi mulai mempertimbangkan diversifikasi lintas aset digital dan konvensional.

4. Pergeseran Minat Investor ke Aset Digital

Tekanan pada sektor perbankan dan kebijakan suku bunga berpotensi mengubah pola investasi global. Investor yang sebelumnya mengandalkan emas sebagai safe haven mulai melirik instrumen berbasis blockchain. Perubahan preferensi ini turut dipengaruhi oleh kemudahan akses dan likuiditas pasar crypto.

Selain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), beberapa altcoin juga mencatat peningkatan minat transaksi. Ripple (XRP) dan Pepe Coin (PEPE), misalnya, tetap menjadi bagian dari diskusi pasar meski volatilitasnya tinggi. Namun demikian, risiko fluktuasi harga tetap perlu diperhitungkan secara rasional oleh investor.

5. Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

Bagi investor Indonesia, pelemahan emas dan perak dapat menjadi momentum evaluasi strategi investasi. Dengan kurs Rp16.834 per USD, setiap pergerakan USD50 setara dengan sekitar Rp841.700, sehingga dampaknya cukup terasa pada portofolio besar. Oleh karena itu, diversifikasi lintas aset menjadi pendekatan yang semakin relevan.

Namun, penting untuk memahami bahwa baik emas, perak, maupun cryptocurrency memiliki karakter risiko yang berbeda. Crypto menawarkan potensi pertumbuhan tinggi, tetapi dengan volatilitas signifikan. Sementara itu, emas tetap memiliki reputasi historis sebagai aset lindung nilai jangka panjang meski tidak kebal terhadap tekanan pasar.

Secara keseluruhan, dinamika ini menunjukkan bahwa hubungan antara komoditas dan crypto semakin kompleks. Investor perlu mencermati data ekonomi, kebijakan moneter, serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan. Pendekatan berbasis analisis dan manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.

Baca Juga: 3 Skenario Tambang Emas Martabe & Dampaknya ke Crypto: Harga Bisa Tembus Rp84 Juta per Ons?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

gold vs btc
Sumber: The Economic Times

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

Investasi Emas Crypto

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8