Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Indeks utama pasar saham Amerika Serikat — Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite — mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan terbaru. Tekanan terbesar datang dari aksi jual di sektor teknologi, didorong oleh kekhawatiran investor atas dampak gangguan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kinerja laba perusahaan teknologi besar. Pergerakan ini mencerminkan naik-turunnya sentimen risiko global dan preferensi alokasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
Indeks pasar saham utama AS mencatat penurunan kuat pada sesi perdagangan terbaru. S&P 500 turun sekitar 1,6%, Dow Jones anjlok sekitar 1,3%, sementara Nasdaq Composite — yang padat dengan saham teknologi — melemah sekitar 2%. Penurunan ini adalah salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa minggu terakhir.
Kekhawatiran investor difokuskan pada potensi gangguan teknologi AI terhadap model bisnis perusahaan besar dan risiko margin yang meningkat. Kekhawatiran ini mendorong rotasi keluar dari saham teknologi menuju sektor defensif seperti utilitas dan barang konsumen.
Baca Juga: Proyeksi Harga Perak 2026 Berdasarkan Outlook J.P. Morgan
Aksi jual paling tajam terlihat di saham teknologi besar seperti Apple (AAPLX), Cisco, dan AppLovin. Cisco Systems, misalnya, turun sekitar 12% setelah melaporkan tantangan margin, sementara AppLovin merosot hampir 20% meskipun melaporkan hasil kuartalan kuat. Penurunan di sektor teknologi ini ikut memperlemah indeks utama dan menghantam sentimen pasar secara luas.
Rotasi keluar dari saham teknologi menjadi faktor utama di balik pelemahan Nasdaq Composite, karena indeks ini sangat bergantung pada performa industri teknologi dan pertumbuhan masa depan. Hal ini juga mencerminkan ketidakpastian investor terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan dan tekanan biaya AI.

Tekanan pasar juga tercermin dalam volume perdagangan yang meningkat, menunjukkan ketidakpastian investor di tengah data ekonomi makro yang beragam. Indeks Russell 2000 untuk saham kecil juga jatuh sekitar 2%, menandakan risiko luas di berbagai segmen pasar.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di tengah permintaan aset aman, karena investor mulai mencari perlindungan dari volatilitas ekuitas. Tren ini menunjukkan pergeseran preferensi aset jangka pendek di lingkungan ekonomi yang tidak menentu.
Penurunan tajam pada indeks utama AS juga berdampak pada pasar global, dengan saham teknologi dan komoditas menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi. Tanda-tanda pelemahan pada sektor teknologi utama, selain mempengaruhi pasar AS, juga memicu koreksi di pasar lain yang terhubung secara global.
Investor kini bersiap menjelang laporan inflasi dan data ekonomi penting berikutnya, yang dapat memperjelas arah kebijakan moneter dan sentimen pasar jangka menengah. Selama periode ini, dinamika antara risiko pertumbuhan teknologi dan stabilitas ekonomi makro akan terus menjadi fokus utama pelaku pasar.
Menghadapi tekanan pada sektor teknologi, strategi investor cenderung beragam tergantung toleransi risiko dan tujuan investasi. Beberapa memanfaatkan penurunan untuk mencari peluang masuk kembali di saham dengan fundamental kuat, sementara lainnya beralih ke aset defensif. Pergerakan rotasi aset ini mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan pasar yang dipenuhi oleh ketidakpastian ekonomi dan perkembangan teknologi.
Di tengah kondisi ini, memahami risiko sektor teknologi dan dampaknya terhadap portofolio secara keseluruhan menjadi semakin penting, termasuk memperhatikan korelasi antara saham teknologi dan indikator makro lain seperti suku bunga dan inflasi.
Baca Juga: 3 Skenario Tambang Emas Martabe & Dampaknya ke Crypto: Harga Bisa Tembus Rp84 Juta per Ons?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.