Aktivitas Jaringan Ripple (XRP) Anjlok 26%, Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?

Di-update
February 18, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali diguncang oleh kabar mengejutkan dari Ripple (XRP), salah satu aset digital terbesar di dunia. Dalam sepekan terakhir, aktivitas jaringan Ripple (XRP) tercatat mengalami penurunan drastis hingga 26%.

Data dari analis on-chain terkemuka, Ali Martinez, menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif di jaringan Ripple (XRP) turun dari 55.080 menjadi hanya 40.778. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, mengingat penurunan aktivitas jaringan sering kali menjadi sinyal melemahnya permintaan dan minat investor.

Penurunan Aktivitas Ripple (XRP): Tanda Permintaan Melemah

Penurunan signifikan dalam jumlah alamat aktif di jaringan Ripple (XRP) terjadi pada periode 12 hingga 15 Februari 2026, di tengah volatilitas pasar kripto yang meluas. Kondisi ini menandakan bahwa semakin sedikit dompet yang melakukan transaksi, sehingga permintaan terhadap penggunaan jaringan Ripple (XRP) pun menurun. Situasi ini menjadi perhatian serius karena dapat berimbas pada likuiditas yang menipis dan menurunnya partisipasi dari investor ritel. Jika tren ini berlanjut, Ripple (XRP) berpotensi menghadapi tekanan jual yang lebih besar dan memperburuk sentimen bearish di pasar.

Selain itu, penurunan aktivitas jaringan juga dapat memicu kekhawatiran di kalangan trader yang mulai melirik aset kripto lain sebagai alternatif investasi. Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa menahan laju harga Ripple (XRP) dan membuatnya sulit untuk bangkit dari tekanan jual. Namun, sejarah mencatat bahwa penurunan aktivitas jaringan tidak selalu berujung pada kejatuhan harga secara permanen. Pada tahun 2023, Ripple (XRP) pernah mengalami penurunan serupa sebesar 20-30%, namun setelahnya harga justru melonjak hingga 60% dalam beberapa bulan.

Baca Juga: Harga Emas 5 Tahun Terakhir: Grafik, Tren, & Analisa Pergerakan 2021–2026

Volume Perdagangan dan Pola Grafik: Sinyal Tekanan Jual Meningkat

Selain penurunan jumlah alamat aktif, volume perdagangan Ripple (XRP) juga mengalami penurunan tajam sebesar 38,6% menjadi $2,74 miliar dalam waktu 24 jam terakhir. Harga Ripple (XRP) sendiri turun dari level tertinggi intraday $1,51 menjadi $1,46, mencatat penurunan 0,09% dalam periode yang sama. Penurunan volume dan harga ini menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar Ripple (XRP). Jika tekanan ini tidak segera mereda, harga Ripple (XRP) berpotensi terus tertekan dan memasuki zona oversold.

Di sisi lain, pola candlestick gravestone doji yang muncul di grafik Ripple (XRP) menjadi perhatian tersendiri bagi para analis teknikal. Pola ini biasanya menandakan potensi pembalikan arah harga ke bawah. Ali Martinez mencatat bahwa terakhir kali Ripple (XRP) membentuk pola gravestone doji, harga anjlok hingga 46%. Kondisi ini membuat investor dan trader semakin waspada terhadap kemungkinan terjadinya penurunan harga lanjutan.

Peluang Rebound: Harapan dari Pola Golden Cross dan Faktor Eksternal

Meski tekanan jual masih kuat, secercah harapan muncul dari terbentuknya pola golden cross pada grafik per jam Ripple (XRP) selama akhir pekan. Pola ini sering kali diartikan sebagai sinyal bullish yang dapat mendorong harga untuk berbalik naik. Namun, untuk mengonfirmasi potensi rebound, volume perdagangan Ripple (XRP) harus kembali meningkat dan harga harus mampu menembus pola gravestone doji yang terbentuk. Jika kedua syarat ini terpenuhi, Ripple (XRP) berpeluang untuk keluar dari tekanan bearish dalam waktu dekat.

Selain faktor teknikal, sentimen pasar juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan makroekonomi, seperti keputusan suku bunga dari Federal Reserve Amerika Serikat. Jika tidak ada kejutan negatif dari sisi makro, Ripple (XRP) memiliki peluang untuk pulih dan menarik kembali minat investor. Namun, volatilitas pasar kripto yang tinggi membuat prediksi pergerakan harga tetap penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.

Penutup: Ripple (XRP) di Persimpangan Jalan, Waspada atau Optimis?

Penurunan aktivitas jaringan dan volume perdagangan Ripple (XRP) dalam sepekan terakhir menjadi sinyal peringatan bagi para pelaku pasar. Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa penurunan serupa pernah diikuti oleh lonjakan harga yang signifikan. Dengan kombinasi analisis teknikal dan faktor eksternal, Ripple (XRP) masih memiliki peluang untuk bangkit jika tekanan jual mereda dan minat investor kembali meningkat. Namun, volatilitas pasar kripto yang tinggi menuntut kehati-hatian ekstra dalam mengambil keputusan investasi pada aset ini.

Baca Juga: Harga Perak 1 kg di Tahun 2026: Update & Analisa Tren Terbaru

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8