Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini tengah berada dalam fase konsolidasi yang sangat menentukan bagi arah pasar selanjutnya. Di tengah upaya pemulihan menuju level yang lebih tinggi, analis ternama Sherlock memberikan peringatan keras melalui platform X agar investor tidak terjebak dalam euforia sesaat. Fenomena yang disebut sebagai jebakan banteng atau bull trap diprediksi sedang mengintai di area harga tertentu, di mana kenaikan yang terlihat manis bagi investor ritel justru bisa menjadi titik balik yang menyakitkan akibat tekanan dari pemegang besar.
Analisis Sherlock menyoroti bahwa kenaikan Bitcoin (BTC) ke rentang $72.000 hingga $76.000 (sekitar Rp1,21 Miliar hingga Rp1,28 Miliar) bisa menjadi “zona pembunuhan” bagi para pemburu keuntungan. Peringatan ini didasarkan pada data kepemilikan masif dari perusahaan Strategy yang memegang sekitar 714.644 BTC dengan harga rata-rata $76.052. Ketika harga menyentuh area tersebut, posisi mereka yang saat ini merugi sekitar $5,7 miliar akan kembali ke titik impas (breakeven).
Secara psikologis, level modal awal sering kali menjadi zona di mana pemegang besar mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur risiko mereka. Meskipun Strategy berulang kali menyatakan tidak akan menjual, konsentrasi suplai sebesar 3,4% dari total pasokan dunia di tangan satu entitas menciptakan ketakutan akan adanya tekanan jual masif. Area ini dianggap sebagai jebakan karena banyak investor ritel mungkin menganggapnya sebagai awal reli baru, padahal bisa jadi itu adalah titik di mana likuiditas keluar dari pasar secara besar-besaran.
Baca Juga: Warren Desak Fed dan Treasury Tolak Bailout Miliarder Crypto, Takut Untungkan Trump?

Selain beban modal Strategy, Sherlock juga menunjuk pada dana kelolaan Spot Bitcoin ETF sebagai sumber tekanan jual potensial lainnya. Saat ini, terdapat sekitar 1,28 juta BTC yang tersimpan dalam dana ETF dengan estimasi harga masuk rata-rata antara $84.000 hingga $90.000 (Rp1,41 Miliar – Rp1,51 Miliar). Sejak akhir tahun 2025, ETF telah mencatat arus keluar bersih lebih dari $6 miliar, yang mengindikasikan adanya pergeseran sentimen di tingkat institusional.
Data menunjukkan bahwa sekitar 63% kekayaan yang diinvestasikan dalam Bitcoin (BTC) saat ini memiliki biaya modal di atas $88.000. Artinya, sebagian besar pembeli sepanjang tahun 2025 masih terjebak dalam posisi rugi. Jika harga Bitcoin naik mendekati level modal mereka, dorongan untuk “menyelamatkan diri” dengan menjual aset akan sangat tinggi. Sherlock menekankan bahwa setiap kenaikan menuju level-level modal ini berisiko menjadi jebakan bull trap jika tidak didukung oleh volume permintaan baru yang benar-benar kuat.
Pada perdagangan hari ini, 20 Februari 2026, Bitcoin (BTC) terpantau sedang berkonsolidasi di kisaran harga $66.980 atau sekitar Rp1.131.091.260. Harga terus bergerak dalam rentang sempit setelah gagal melakukan penutupan harian di atas $70.000 secara konsisten. Pasar saat ini berada dalam posisi wait-and-see menantikan data makroekonomi penting seperti rilis Indeks Core PCE yang diprediksi akan sangat memengaruhi pergerakan dolar AS dan aset berisiko.
Analis Scott Matherson menambahkan bahwa ketidakpastian arah harga membuat para pemegang jangka panjang tetap waspada namun tidak terburu-buru melakukan kapitulasi. Meskipun terdapat ancaman penurunan hingga ke $20.000 menurut Peter Schiff, dukungan dari golden cross mingguan di area $66.000 diharapkan bisa menjadi basis support yang kuat. Bagi kamu, sangat penting untuk tetap disiplin dan tidak terpancing FOMO (Fear of Missing Out) saat harga mendekati area “zona bahaya” Rp1,2 Miliar agar tidak menjadi korban dari jebakan likuiditas di pasar cryptocurrency.
Baca Juga: Menilik Kejayaan Tron (TRX) di 2026: Raja Transaksi dan Infrastruktur Pembayaran Digital
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.