Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Penulis buku keuangan legendaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengguncang dunia finansial dengan aksi terbarunya. Melalui platform media sosial X pada 20 Februari 2026, Kiyosaki mengungkapkan bahwa ia baru saja menambah portofolionya dengan membeli satu unit Bitcoin (BTC) utuh di harga $67.000 atau setara dengan Rp1.129.084.000. Meskipun pasar aset kripto sedang mengalami volatilitas, Kiyosaki justru melihat penurunan harga sebagai kesempatan emas untuk melakukan akumulasi sebelum terjadinya krisis ekonomi yang ia sebut sebagai “kehancuran sejarah”.
Kiyosaki menjelaskan bahwa keputusannya untuk terus membeli Bitcoin (BTC) didasari oleh ketidakpercayaannya terhadap kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). Ia memprediksi bahwa “The Big Print” atau pencetakan uang besar-besaran akan segera dimulai ketika utang Amerika Serikat menghancurkan nilai dolar. Kiyosaki secara tajam menyebut bank sentral sebagai “The Marxist Fed” yang akan mencetak triliunan dolar palsu, sehingga aset dengan pasokan terbatas seperti Bitcoin (BTC) akan menjadi jauh lebih berharga.
Selain faktor makroekonomi, Kiyosaki juga menyoroti keunggulan teknis Bitcoin (BTC) yang memiliki batas pasokan tetap sebesar 21 juta koin. Menurutnya, saat koin terakhir hampir ditambang, daya tarik Bitcoin (BTC) sebagai aset pelindung nilai akan melampaui emas. Strategi investasi Kiyosaki cukup unik; ia mengaku akan terus membeli lebih banyak unit saat orang-orang panik dan menjual aset mereka di tengah gempuran krisis.
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia
Peringatan Robert Kiyosaki mengenai kiamat pasar saham sebenarnya bukan hal baru, karena ia telah meramalkannya sejak buku Rich Dad’s Prophecy terbit pada 2013. Ia menegaskan bahwa kehancuran raksasa tersebut kini sudah di depan mata dan akan menjadi mimpi buruk bagi mereka yang tidak bersiap. Kiyosaki menyebut fenomena ini sebagai pecahnya “Everything Bubble” yang akan menghantam saham tradisional, obligasi, hingga dana pensiun.
Untuk menghadapi badai ekonomi ini, Kiyosaki telah menyiapkan “benteng” kekayaannya yang terdiri dari emas, perak, Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) fisik. Ia juga menetapkan target harga ambisius untuk tahun 2026, di mana Bitcoin (BTC) diprediksi akan menyentuh $250.000 (sekitar Rp4,2 Miliar), emas di $27.000 (Rp455 Juta), dan perak di $200 (Rp3,3 Juta). Baginya, volatilitas pasar saat ini hanyalah “fire sale” atau obral besar bagi investor yang memiliki persiapan matang.
Aksi beli Kiyosaki di harga $67.000 sempat menuai sorotan tajam dari para pengamat pasar karena dianggap tidak konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, ia mengklaim telah berhenti membeli Bitcoin (BTC) saat harganya di level $6.000, namun unggahan terbarunya justru menunjukkan akumulasi aktif di harga yang jauh lebih tinggi. Terlepas dari perdebatan tersebut, visi utamanya tetap konsisten: memposisikan mata uang kripto sebagai pelindung nilai utama terhadap inflasi dan devaluasi mata uang kertas.
Bagi kamu yang ingin mengikuti jejaknya, Kiyosaki menyarankan untuk menyadari bahwa masa krisis justru merupakan waktu terbaik untuk menjadi kaya. Dengan kondisi utang AS yang terus membengkak dan tekanan ekonomi global, memiliki aset digital yang terdesentralisasi dipandang sebagai strategi defensif sekaligus ofensif. Di tengah ketakutan yang melanda investor ritel, Kiyosaki tetap menunjukkan sikap bullish yang teguh dan bersiap menghadapi apa yang ia sebut sebagai “Depresi Besar” berikutnya.
Baca Juga: Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.