Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Gelombang tekanan jual besar-besaran baru saja melanda Ripple (XRP), membuat para pemegang token ini harus menelan pil pahit kerugian. Namun, data on-chain terbaru menunjukkan bahwa fase terburuk dari aksi jual tersebut mungkin sudah berlalu. Lonjakan kerugian realisasi terbesar sejak 2022 menjadi sinyal penting yang menarik perhatian para analis dan investor. Apakah ini pertanda bahwa Ripple (XRP) siap bangkit setelah masa-masa penuh ketakutan?
Menurut laporan dari perusahaan analitik blockchain Santiment, Ripple (XRP) baru saja mencatat lonjakan kerugian realisasi on-chain terbesar dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir. Kerugian realisasi terjadi ketika investor menjual aset kripto mereka di bawah harga beli awal, sehingga kerugian benar-benar terealisasi. Fenomena ini biasanya menandakan bahwa banyak trader panik dan memilih untuk keluar dari pasar, menandakan dominasi rasa takut di antara pelaku pasar.
Santiment menegaskan bahwa perilaku ini sering kali menjadi ciri khas dari “kapitulasi” atau penyerahan total oleh investor yang tidak tahan tekanan. Pada minggu terakhir, total kerugian realisasi Ripple (XRP) melonjak hingga $1,93 miliar, sebuah angka yang sangat mencolok dalam sejarah pergerakan token ini.
Lonjakan ini bahkan menyamai rekor kerugian mingguan yang pernah terjadi sekitar 39 bulan lalu. Menariknya, setelah lonjakan kerugian besar pada periode sebelumnya, harga Ripple (XRP) justru mengalami kenaikan signifikan hingga 114% dalam delapan bulan berikutnya. Hal ini menimbulkan harapan bahwa sejarah mungkin akan terulang, meski tidak ada jaminan pasti.
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia
Ketika mayoritas investor yang lemah mental telah menjual aset mereka, tekanan jual di pasar biasanya berkurang drastis. Dengan berkurangnya jumlah penjual potensial, peluang untuk penurunan harga lebih lanjut menjadi semakin kecil. Kondisi ini sering kali disebut sebagai “seller exhaustion” atau kelelahan penjual, di mana pasar telah mencapai titik jenuh dalam aksi jual.
Dalam situasi seperti ini, sedikit saja tekanan beli baru dapat mendorong harga naik secara signifikan. Santiment menyoroti bahwa lonjakan kerugian realisasi yang besar biasanya menandakan bahwa pasar telah mencapai titik emosional terendah. Setelah fase kapitulasi, pasar cenderung lebih stabil dan siap menerima sentimen positif baru. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun tekanan jual telah berkurang, pemulihan harga tidak selalu terjadi secara instan. Faktor eksternal dan sentimen pasar global tetap menjadi penentu utama pergerakan harga selanjutnya.
Data historis menunjukkan bahwa lonjakan kerugian realisasi besar pada Ripple (XRP) pernah diikuti oleh reli harga yang mengesankan. Pada lonjakan sebelumnya, harga Ripple (XRP) berhasil melonjak lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari setahun setelah fase kapitulasi. Hal ini memberikan harapan bagi para investor bahwa peluang rebound masih terbuka lebar, terutama jika ada dorongan beli baru dari pelaku pasar.
Namun, Santiment juga mengingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa pola sejarah akan selalu terulang. Pasar kripto sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari regulasi, sentimen global, hingga perkembangan teknologi blockchain. Oleh karena itu, meskipun peluang kenaikan harga terbuka, risiko tetap harus diperhitungkan dengan matang. Investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan data historis semata.
Lonjakan kerugian realisasi terbesar pada Ripple (XRP) menjadi momen penting yang menandai potensi perubahan arah pasar. Dengan tekanan jual yang mulai mereda dan sejarah yang menunjukkan peluang rebound, Ripple (XRP) kini berada di persimpangan penting. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena pasar kripto dikenal sangat volatil dan penuh kejutan. Para pelaku pasar diharapkan tetap memantau perkembangan data on-chain dan sentimen global sebelum mengambil langkah investasi berikutnya.
Baca Juga: Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.