Emas Terancam? 5 Faktor Kritis yang Bisa Mengakhiri Reli 7 Bulan Beruntun Emas

Di-update
February 23, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Emas tengah berada di ambang sejarah dengan potensi mencatatkan kenaikan bulanan kedelapan secara berturut-turut, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, di balik euforia tersebut, sejumlah ancaman besar mulai membayangi dan berpotensi menghentikan laju reli emas yang selama ini menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Para analis dan ekonom memperingatkan bahwa pasar kini memasuki fase kritis, di mana sentimen positif bisa berubah drastis akibat tekanan dari berbagai sisi. Artikel ini akan membahas secara mendalam faktor-faktor utama yang dapat mengguncang pasar emas dan mengakhiri tren positif yang telah berlangsung selama tujuh bulan terakhir.

Reli Emas: Antara Optimisme dan Ancaman Ekonomi Global

Reli harga emas yang terjadi selama tujuh bulan terakhir tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Banyak investor memilih emas sebagai aset safe haven di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang hanya mencapai sedikit di atas 2%, di bawah potensi ekonomi sekitar 2,5%. Selain itu, tingkat pengangguran yang terus merangkak naik dan stagnasi lapangan kerja menambah kekhawatiran di pasar keuangan.

Kondisi ini membuat emas semakin diminati sebagai pelindung nilai terhadap risiko inflasi dan gejolak pasar. Namun, Mark Zandi, Kepala Ekonom Moody’s Analytics, menyoroti bahwa valuasi aset saat ini sudah sangat tinggi dan didorong oleh ekspektasi kenaikan harga semata. Ia menegaskan bahwa pasar keuangan, termasuk saham, obligasi korporasi, bahkan aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), berada dalam posisi rentan terhadap aksi jual besar-besaran.

Inflasi yang masih bertahan di level 3% berdasarkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) juga menambah tekanan terhadap pasar. Jika inflasi terus naik, The Fed kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga, yang bisa memicu koreksi tajam di pasar emas.

Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia

Gejolak Geopolitik dan Ketidakpastian Pasar Keuangan

Selain faktor ekonomi, ketegangan geopolitik turut menjadi katalis utama pergerakan harga emas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta ketidakpastian akibat kebijakan tarif baru, membuat investor semakin waspada terhadap risiko di pasar global. Bank of America melalui analis Michael Hartnett bahkan merekomendasikan untuk melakukan trading minyak demi keuntungan jangka pendek dari gejolak geopolitik, namun tetap menyarankan untuk memegang emas sebagai perlindungan jangka panjang.

Di sisi lain, pasar obligasi Amerika Serikat juga menghadapi tekanan besar akibat defisit anggaran yang membengkak dan keraguan terhadap status safe haven Treasury di tengah tren deglobalisasi. Banyak hedge fund yang memanfaatkan pasar obligasi yang rapuh, dan jika terjadi aksi jual serentak, lonjakan suku bunga bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kondisi ini dapat memicu volatilitas tinggi di pasar emas, karena investor akan mencari alternatif perlindungan nilai yang lebih stabil. Tidak mengherankan jika bank sentral di seluruh dunia kini lebih banyak menambah cadangan emas dibandingkan obligasi Amerika Serikat, untuk pertama kalinya sejak tahun 1996.

Krisis Pasokan Emas di China dan Risiko Koreksi Harga

Faktor lain yang turut memperkuat reli emas adalah krisis pasokan di China pasca perayaan Tahun Baru Imlek. Banyak toko emas di China menghentikan penjualan emas batangan dan bahkan mengembalikan kontrak pembelian yang sudah disepakati sebelum liburan akibat kelangkaan pasokan yang sangat parah.

Kondisi ini mendorong spekulasi bahwa harga emas bisa melonjak hingga $10.000 per ons dalam skenario ekstrem, meski para analis memperingatkan potensi koreksi tajam jika terjadi aksi ambil untung secara masif. Tekanan teknikal juga menjadi perhatian para analis. Beberapa analis teknikal menyoroti adanya level resistance penting di kisaran $5.160 dan gap kritis di $5.100.

Jika harga emas gagal bertahan di atas level tersebut, potensi aksi jual akan semakin besar dan momentum beli bisa terhenti. Dengan kombinasi permintaan tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan pasar yang rapuh, pergerakan harga emas ke depan diprediksi akan sangat fluktuatif dan penuh kejutan.

Masa Depan Emas di Tengah Badai Ketidakpastian

Meskipun emas masih menjadi pilihan utama sebagai aset pelindung nilai, berbagai faktor eksternal mulai mengancam kelanjutan reli historisnya. Ketidakpastian ekonomi, gejolak geopolitik, krisis pasokan di China, serta tekanan teknikal menjadi tantangan besar yang harus diwaspadai investor. Jika salah satu faktor tersebut memicu aksi jual besar-besaran, tren kenaikan harga emas bisa berbalik arah dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kehati-hatian dan strategi diversifikasi menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas pasar emas ke depan.

Baca Juga: Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8