5 Alasan Bitcoin Berisiko Anjlok Menurut Analis

Di-update
February 25, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency kembali dikejutkan dengan pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang menunjukkan sinyal pelemahan signifikan di akhir Februari 2026. Setelah sempat mengalami reli panjang di tahun sebelumnya, kini sang raja aset digital ini justru tertahan di bawah level psikologis penting yang memicu kekhawatiran para investor global. Bagi kamu yang memiliki portofolio crypto, memahami dinamika teknikal terbaru ini sangat krusial agar tidak terjebak dalam kepanikan pasar yang mungkin akan segera terjadi dalam waktu dekat.

Kehilangan Dukungan Krusial 200-Week EMA

Bitcoin (BTC) baru saja mencatatkan sejarah pahit dengan menutup perdagangan mingguan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200-minggu untuk pertama kalinya dalam periode tren saat ini. Level ini sebelumnya dianggap sebagai benteng pertahanan terakhir yang menjaga struktur “bullish” jangka panjang di pasar cryptocurrency. Penutupan di bawah garis ini menandakan bahwa tekanan jual jauh lebih dominan dibandingkan minat beli yang masuk dari para institusi besar.

Secara teknis, garis EMA 200-minggu saat ini berada di kisaran harga $66.000 hingga $71.000, atau setara dengan Rp1,11 miliar hingga Rp1,19 miliar. Hilangnya dukungan ini berpotensi mengubah status garis tersebut dari penyangga menjadi hambatan atau resistensi yang sangat kuat bagi kenaikan harga selanjutnya. Kamu harus bersiap menghadapi volatilitas yang lebih tinggi karena pasar sedang mencari titik keseimbangan baru di bawah level harga tersebut.

Baca Juga: Top 3 Crypto Februari 2026: Pippin (PIPPIN) Meroket Fantastis 98,70%!

Potensi “Death Cross” di Akhir Februari 2026

Selain penutupan mingguan yang buruk, para analis teknikal juga memperingatkan adanya potensi kemunculan pola “Death Cross” pada grafik tiga harian di akhir bulan ini. Pola ini terjadi ketika rata-rata pergerakan jangka pendek memotong ke bawah rata-rata jangka panjang, yang sering kali menjadi pertanda awal dari penurunan harga yang lebih dalam. Jika pola ini benar-benar terkonfirmasi, maka peluang terjadinya percepatan penurunan harga atau “bearish acceleration” akan menjadi sangat besar bagi Bitcoin (BTC).

Berdasarkan data historis pada siklus 2013, 2017, dan 2021, kemunculan sinyal ini biasanya diikuti oleh penurunan harga tambahan sebesar 45% hingga 52%. Saat ini, Bitcoin (BTC) tercatat sudah merosot lebih dari 52% dari puncak tertingginya yang dicapai pada Oktober 2025 lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar crypto mungkin sedang memasuki fase akhir dari siklus penurunan sebelum akhirnya menemukan harga dasar yang sesungguhnya.

Target Dukungan Selanjutnya di Rp976 Juta

Dengan jebolnya level $65.000 (Rp1,09 miliar), target penurunan selanjutnya kini tertuju pada area “Post-Halving Re-accumulation Range” di level bawah. Area ini berada di kisaran $58.000 hingga $60.000, yang jika dikonversi dengan kurs Rp16.831 mencapai sekitar Rp976 juta hingga Rp1,01 miliar. Kamu perlu memperhatikan area ini dengan saksama karena jika level tersebut juga gagal bertahan, maka penurunan ke angka yang lebih rendah tidak dapat dihindarkan.

Meskipun Bitcoin (BTC) mencoba membangun zona permintaan di area ini, volume jual yang tinggi selama tiga minggu terakhir terus memberikan tekanan yang luar biasa. Hingga saat ini, belum terlihat adanya respon beli yang cukup kuat untuk membalikkan keadaan di pasar spot global maupun domestik. Oleh karena itu, strategi defensif mungkin menjadi pilihan yang paling bijak bagi kamu yang ingin mengamankan modal di tengah badai cryptocurrency saat ini.

Dampak Domino Terhadap Ethereum dan Ripple

Pelemahan tajam pada Bitcoin (BTC) secara otomatis memberikan tekanan berat bagi aset digital lainnya seperti Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP). Ethereum (ETH) saat ini terpantau sedang berjuang keras untuk mempertahankan level dukungan di angka $1.850 atau sekitar Rp31,1 juta. Sementara itu, Ripple (XRP) juga berada di posisi yang cukup rentan dengan harga yang melorot mendekati level psikologis $1,30 atau setara Rp21.880 per koinnya.

Korelasi yang sangat kuat antara aset-aset utama ini membuat seluruh ekosistem crypto terlihat sedang berada dalam fase konsolidasi yang sangat berisiko. Kamu akan melihat bahwa ketika raja aset digital mengalami kesulitan, altcoin biasanya akan merespon dengan penurunan persentase yang jauh lebih agresif. Selalu pastikan kamu melakukan diversifikasi yang tepat agar risiko dari fluktuasi Bitcoin (BTC) tidak melumpuhkan seluruh rencana keuangan digital yang sudah kamu susun.

Strategi Menghadapi “Capital Rotation” di Pasar Digital

Di tengah penurunan ini, muncul spekulasi mengenai adanya perputaran modal atau “capital rotation” dari aset berisiko ke instrumen yang lebih stabil. Beberapa analis berpendapat bahwa penurunan harga saat ini merupakan bagian dari pembersihan siklus yang sehat untuk menghilangkan para spekulan jangka pendek. Kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk memantau aset mana yang menunjukkan ketahanan paling kuat saat pasar sedang mengalami tekanan jual masif.

Investor institusi dikabarkan masih terus memantau level-level harga tertentu untuk melakukan akumulasi jangka panjang di harga yang lebih murah. Penurunan menuju level Rp1 miliar justru bisa menjadi peluang emas bagi mereka yang memiliki pandangan investasi dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan. Tetaplah berpegang pada rencana awalmu dan jangan mudah terpengaruh oleh gejolak harian yang sifatnya sementara di dunia cryptocurrency.

Baca Juga: Top 3 Crypto Sepekan: Solana Mobile Seeker (SKR) Pimpin Reli 32,27%!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8