Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – American Bitcoin Corp. (NASDAQ: ABTC), perusahaan tambang crypto yang terafiliasi keluarga Trump, melaporkan lonjakan pendapatan 159% secara tahunan pada kuartal IV 2025. Di tengah kinerja tersebut, kontroversi politik dan tekanan pasar membuat saham serta token terkait justru melemah. Kondisi ini mencerminkan kontras antara pertumbuhan fundamental dan sentimen investor di sektor cryptocurrency.
Pada Q4 2025, American Bitcoin membukukan pendapatan US$78,3 juta atau sekitar Rp1,31 triliun (kurs Rp16.789), naik 22% dibanding kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pendapatan melonjak 159%, hanya enam bulan setelah debut di bursa AS. Kepemilikan Bitcoin (BTC) perusahaan juga meningkat lebih dari 60% menjadi sekitar 6.235 BTC. Dengan jumlah tersebut, ABTC masuk jajaran 20 besar perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar.

Meski pendapatan naik, perusahaan mencatat rugi bersih US$59,5 juta atau sekitar Rp999 miliar akibat volatilitas pasar crypto. Saham ABTC diperdagangkan di kisaran US$1,015 atau sekitar Rp17.041, turun lebih dari 75% sejak awal tahun. Data ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya merespons positif ekspansi aset digital perusahaan.
Baca juga: Prediksi Harga Ripple (XRP): Fase 4 Siap Dimulai, Target ATH hingga $21,5?
Selain saham, token World Liberty Financial (WLFI) ikut melemah dan diperdagangkan di sekitar US$0,1165 atau sekitar Rp1.955. Dalam sebulan terakhir, nilainya turun lebih dari 26%. Tekanan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham AS dan koreksi di sektor cryptocurrency global. Sentimen makro dan ketidakpastian regulasi turut membebani pergerakan harga.
Pergerakan ABTC juga dipengaruhi dinamika pasar ekuitas yang lebih luas. Investor cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah fluktuasi tajam. Walau ekspansi kepemilikan Bitcoin dinilai agresif, volatilitas tetap menjadi faktor dominan. Hal ini menahan potensi apresiasi harga saham dan token.
Baca juga: Bitcoin Nyaris Rp1,17 Miliar Saat Emas Melemah, Crypto Ungguli Safe Haven?
American Bitcoin dan WLFI didirikan bersama oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr., dengan Presiden Donald Trump disebut sebagai Chief Crypto Advocate. Keterlibatan keluarga presiden dalam bisnis crypto memicu perdebatan etika dan potensi konflik kepentingan. Sorotan publik meningkat setelah muncul dugaan pelanggaran keamanan dan promosi token palsu.
Pada 2025, Senat AS dilaporkan menyelidiki dugaan transfer token WLFI ke sejumlah entitas luar negeri. WLFI juga dikritik karena pendekatan tata kelola yang lebih terpusat dibanding protokol DeFi pada umumnya. Kontroversi ini menambah risiko reputasi di tengah ekspansi bisnis cryptocurrency. Ke depan, stabilitas pasar dan kejelasan regulasi akan menjadi penentu arah ABTC dan proyek terkaitnya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.