Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Penutupan efektif Selat Hormuz setelah serangan AS–Israel terhadap Iran memicu krisis pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampaknya paling berat dirasakan oleh negara-negara Asia, seiring lalu lintas tanker melalui jalur penyempitan minyak paling krusial di dunia tersebut nyaris terhenti.
Jepang dan Korea Selatan dinilai menghadapi risiko terbesar, mengingat keduanya sangat bergantung pada impor bahan bakar fosil yang pengirimannya melewati Selat Hormuz. Lalu, bagaimana pergerakan harga minyak dunia hari ini?

Harga minyak mentah WTI pada grafik tercatat berada di $72.719 (Rp1.226.770) per barel, menguat tipis $0.069 (Rp1.164) atau sekitar 0,094%. Secara intraday, pergerakan terlihat volatil: harga sempat menanjak hingga mendekati area $73 (sekitar Rp1,23 juta), lalu berbalik melemah hingga ke kisaran $71 (sekitar Rp1,20 juta) sebelum kembali pulih.
Baca juga: Harga Emas Semar Nusantara Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Menjelang akhir periode pada grafik, WTI bergerak naik bertahap dan kembali menguji area $72,7 (Rp1,23 juta), mengindikasikan pemulihan setelah fase penurunan di tengah sesi.
Biaya sewa supertanker untuk mengangkut minyak dari Timur Tengah ke China melonjak ke rekor tertinggi, melampaui $423.000 (Rp7.136.010.000) per hari pada Senin (2/3), atau sekitar dua kali lipat dibanding level Jumat, berdasarkan data LSEG. Korps Garda Revolusi Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan akan menembaki kapal apa pun yang mencoba melintas.
Gangguan ini terjadi setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dalam serangan gabungan AS–Israel pada Sabtu, yang kemudian mendorong Teheran melancarkan serangan balasan di sejumlah negara Teluk. Sedikitnya empat kapal dilaporkan terkena serangan di perairan Teluk, sementara perusahaan pelayaran besar dan penyedia asuransi pada praktiknya menarik diri dari jalur tersebut.
Kpler mengonfirmasi bahwa operator komersial mundur setelah penanggung asuransi mencabut perlindungan risiko perang, sehingga menciptakan penutupan de facto. Saat ini, hanya sebagian kecil kapal berbendera Iran dan China—yang banyak beroperasi di luar sistem asuransi dan klasifikasi Barat—yang masih tetap melintas.
Minyak mentah Brent ditutup di sekitar $78 (Rp1.315.860) per barel pada Senin (2/3), naik kurang lebih 9% dibanding penutupan Jumat. Namun, proyeksi analis berbeda jauh, terutama ditentukan oleh seberapa lama gangguan pasokan berlangsung.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini (3 Maret 2026): Naik atau Turun?
Penutupan jalur ini memunculkan guncangan pasokan ganda: ekspor yang berjalan tertahan, sekaligus kapasitas cadangan OPEC ikut “terkunci” di balik blokade. Perkiraan analis berkisar dari level akhir $80-an per barel (misalnya $88 (Rp1.484.560) hingga $89 (Rp1.501.430) bila gangguan cepat mereda, hingga $100–$120 (Rp1.687.000–Rp2.024.400) per barel bila kebuntuan berlarut.
Dalam skenario ekstrem, premi risiko dapat mendorong harga melampaui estimasi berbasis model.
Pilihan rute pengganti dinilai terbatas. Pipa East–West Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi (UEA) secara gabungan hanya menyediakan sekitar 3,5 juta barel per hari kapasitas yang belum terpakai—kurang dari 20% jika terjadi penutupan total.
Pelepasan cadangan strategis dapat membantu meredakan tekanan, tetapi negara anggota IEA mewakili kurang dari separuh permintaan minyak global.
Dengan Iran menyatakan “perang total” terhadap Israel dan AS, krisis ini menegaskan rapuhnya rantai pasok bahan bakar fosil bagi ekonomi Asia. Pada saat yang sama, situasi tersebut berpotensi mempercepat agenda diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan pada jalur pasokan yang rentan terganggu.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.