Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Memasuki bulan Maret 2026, harga Bitcoin (BTC) masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan setelah mengalami tekanan jual yang cukup berat sejak Oktober 2025. Penurunan hampir 15% di bulan Februari menambah deretan lima bulan berturut-turut Bitcoin (BTC) ditutup di zona merah.
Namun, di balik sentimen negatif tersebut, sejumlah data on-chain dan pergerakan institusi mulai menunjukkan adanya potensi perubahan arah. Berikut ulasan lengkap mengenai dinamika harga Bitcoin (BTC) dan prediksi pergerakannya sepanjang Maret 2026.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga Bitcoin (BTC) saat ini adalah korelasi yang terus meningkat dengan pasar saham Amerika Serikat. Pada 1 Maret 2026, korelasi 30 hari antara Bitcoin (BTC) dan S&P 500 tercatat di angka 0,55, naik dari 0,50 pada Oktober 2025.

Hal ini menandakan bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar saham, sehingga mengurangi daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Tekanan tambahan datang dari kebijakan tarif global baru yang diterapkan oleh pemerintahan Trump serta potensi eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, harga emas dan perak justru mengalami kenaikan signifikan, sementara Bitcoin (BTC) masih tertekan. Jika ketegangan geopolitik mereda, ada kemungkinan sentimen risiko akan kembali membaik dan mendorong rotasi modal ke Bitcoin (BTC) sebagai alternatif investasi.
Namun, hal ini sangat bergantung pada apakah korelasi antara Bitcoin (BTC) dan pasar saham dapat terputus. Para analis menilai, selama korelasi ini masih tinggi, Bitcoin (BTC) tetap rentan terhadap tekanan eksternal dari pasar keuangan global.
Baca juga: 5 Data Ekonomi AS yang Bisa Menggerakkan Bitcoin (BTC) Pekan Ini
Di tengah tekanan makroekonomi, data dari ETF spot Bitcoin (BTC) menunjukkan adanya pergeseran tren yang cukup menarik. Selama empat bulan terakhir, terjadi arus keluar (outflow) bersih dari ETF Bitcoin (BTC), namun nilainya terus menurun drastis.

Pada November 2025, outflow mencapai $3.480.000.000, lalu turun menjadi $1.090.000.000 di Desember, $1.610.000.000 di Januari, dan hanya $206.520.000 pada Februari 2026. Penurunan sebesar 94% dari puncak outflow ini menandakan bahwa tekanan jual dari institusi mulai berkurang.
Beberapa pakar menilai, arus keluar dari ETF lebih disebabkan oleh penyesuaian posisi dan deleveraging, bukan karena institusi benar-benar meninggalkan Bitcoin (BTC). Bahkan, sekitar 94% dari total kepemilikan ETF Bitcoin (BTC) tetap bertahan meski terjadi kepanikan di pasar ritel.
Hal ini menunjukkan adanya keyakinan jangka panjang dari investor institusi terhadap prospek Bitcoin (BTC). Jika volatilitas pasar menurun dan arah makroekonomi menjadi lebih jelas, arus dana ke ETF Bitcoin (BTC) diprediksi akan kembali positif.
Baca juga: Harga Crypto Berbasis Emas Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Selain dari sisi ETF, data on-chain juga memperlihatkan bahwa tekanan jual dari pemegang jangka panjang dan penambang Bitcoin (BTC) mulai menurun drastis. Wallet yang telah menyimpan Bitcoin (BTC) selama lebih dari 365 hari menunjukkan penurunan aktivitas jual hingga 87% sepanjang Februari 2026.

Sementara itu, penambang yang biasanya menjual Bitcoin (BTC) untuk menutupi biaya operasional juga mulai mengurangi penjualan, dari puncak -4.718 BTC pada 8 Februari menjadi hanya -837 BTC pada 1 Maret. Penurunan ini mengindikasikan bahwa fase kapitulasi besar kemungkinan sudah berlalu.
Di sisi lain, wallet besar atau paus yang memegang antara 100.000 hingga 1.000.000 BTC mulai menambah kepemilikan mereka, terutama saat harga Bitcoin (BTC) sempat rebound 4,06% di pertengahan Februari. Wallet dengan kepemilikan 1.000 hingga 10.000 BTC juga mulai melakukan akumulasi sejak 25 Februari.
Salah satu alasan utama akumulasi ini adalah posisi harga Bitcoin (BTC) yang berada tepat di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 hari di level $67.100. Jika harga mampu menembus SMA 50 hari di $77.200 dan level psikologis $80.000, potensi reli lanjutan semakin terbuka lebar.
Secara keseluruhan, Maret 2026 diprediksi akan menjadi bulan penentuan bagi pergerakan harga Bitcoin (BTC). Tekanan jual yang mulai melemah, akumulasi dari wallet besar, serta potensi rotasi modal dari aset lain menjadi katalis utama yang dapat mendorong harga ke arah positif. Namun, selama korelasi dengan pasar saham masih tinggi dan struktur bear flag belum terkonfirmasi patah, risiko penurunan tetap membayangi. Level support di $62.300 dan resistance di $79.000 akan menjadi kunci arah pergerakan harga Bitcoin (BTC) sepanjang bulan ini.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.