Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memengaruhi pasar crypto global. Setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, data on-chain menunjukkan lonjakan besar penarikan cryptocurrency dari berbagai exchange di negara tersebut. Dalam beberapa hari saja, lebih dari $10,3 juta atau sekitar Rp174 miliar crypto keluar dari platform perdagangan, menandakan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi.
Lonjakan aktivitas blockchain tercatat hanya beberapa jam setelah serangan udara terjadi pada akhir Februari 2026. Perusahaan analitik blockchain Chainalysis melaporkan bahwa arus keluar crypto dari exchange besar di Iran meningkat tajam dalam waktu singkat.
Data menunjukkan sekitar $10,3 juta atau setara Rp174 miliar cryptocurrency dipindahkan dari exchange antara 28 Februari hingga 2 Maret 2026. Volume penarikan bahkan sempat mencapai hampir $2 juta per jam atau sekitar Rp33,7 miliar dalam beberapa periode perdagangan.
Pergerakan dana tersebut diduga berasal dari beberapa sumber, antara lain:
Lonjakan ini mencerminkan respons cepat pasar crypto terhadap ketidakpastian geopolitik yang meningkat di kawasan tersebut.
Baca Juga: Portofolio Crypto Donald Trump Anjlok 94%: Rugi Rp181,92 Miliar dalam Setahun, Ini 6 Pelajarannya
Dalam berbagai krisis ekonomi dan politik, Bitcoin (BTC) sering dipandang sebagai alternatif aset untuk melindungi nilai kekayaan. Hal ini juga terlihat pada situasi di Iran, di mana investor cryptocurrency cenderung memindahkan aset mereka dari exchange menuju penyimpanan pribadi.
Fenomena ini pernah terjadi dalam beberapa peristiwa sebelumnya, termasuk saat gelombang protes domestik dan pemadaman internet di Iran pada awal 2025. Pada periode tersebut, aktivitas transaksi blockchain meningkat tajam karena banyak pengguna mencoba memindahkan dana sebelum akses ke exchange terganggu.
Bitcoin sering dipilih karena memiliki beberapa karakteristik utama:
Karena sifat tersebut, cryptocurrency seperti Bitcoin kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi maupun pembatasan sistem keuangan tradisional.

Lonjakan arus keluar crypto dari Iran juga memperlihatkan bagaimana faktor geopolitik dapat memengaruhi perilaku investor digital asset. Ketika risiko konflik meningkat, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih fleksibel dan mudah dipindahkan.
Iran sendiri memiliki ekosistem crypto yang cukup besar. Pada 2025, nilai pasar cryptocurrency di negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar $7,8 miliar atau sekitar Rp131,7 triliun.
Dalam kondisi seperti ini, penggunaan cryptocurrency biasanya meningkat karena beberapa alasan utama:
Namun analis juga mengingatkan bahwa tidak semua arus keluar dana mencerminkan aksi investor ritel. Sebagian pergerakan blockchain dapat berasal dari aktivitas internal exchange atau perpindahan dana antar wallet institusi.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pasar cryptocurrency sering bereaksi terhadap dinamika global di luar sektor teknologi. Konflik geopolitik, krisis ekonomi, maupun kebijakan pemerintah dapat memicu perubahan arus dana dalam ekosistem crypto.
Bagi investor, fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa Bitcoin dan aset crypto lainnya tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal atau sentimen pasar. Faktor eksternal seperti ketegangan politik internasional juga dapat memengaruhi permintaan terhadap cryptocurrency.
Dengan meningkatnya penggunaan blockchain sebagai alat transfer nilai global, peran crypto sebagai alternatif sistem keuangan kemungkinan akan terus berkembang, terutama di wilayah yang menghadapi tekanan ekonomi atau geopolitik.
Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.