Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Ketidakpastian global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mengguncang pasar logam mulia, termasuk perak. Harga perak sempat anjlok ke level dua digit, sementara emas juga mengalami tekanan hingga turun ke kisaran $5.000. Kondisi ini membuat banyak investor bertanya-tanya, apakah perak masih memiliki peluang untuk bangkit dan mencetak rekor baru. Sejumlah analis optimis bahwa perak masih menyimpan potensi lonjakan harga yang signifikan dalam waktu dekat.
Pergerakan harga perak belakangan ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Konflik geopolitik yang sedang berlangsung membuat investor cenderung memilih aset yang lebih aman seperti Dolar Amerika Serikat (USD), sehingga permintaan terhadap perak menurun. Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi turut menambah tekanan pada harga perak.
Banyak investor juga memilih untuk merealisasikan keuntungan lebih awal, sehingga aksi jual besar-besaran semakin menekan harga logam mulia ini. Permintaan global terhadap perak juga mengalami pelemahan, terutama dari sektor industri yang biasanya menjadi penopang utama. Ketidakpastian ekonomi dunia membuat banyak pelaku pasar menahan diri untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Di sisi lain, penguatan USD membuat harga perak dalam mata uang lain menjadi lebih mahal, sehingga menurunkan minat beli dari luar negeri. Semua faktor ini berkontribusi pada penurunan harga perak dalam beberapa waktu terakhir. Namun, tekanan yang terjadi saat ini justru dianggap sebagai fase “pembersihan brutal” oleh para analis.
Fase ini diyakini akan menjadi fondasi bagi pergerakan harga perak yang lebih sehat dan kuat ke depannya. Setelah tekanan mereda, perak diprediksi akan kembali menarik minat investor yang mencari peluang keuntungan besar. Dengan demikian, meski saat ini harga perak tertekan, peluang rebound tetap terbuka lebar.
Baca Juga: Portofolio Crypto Donald Trump Anjlok 94%: Rugi Rp181,92 Miliar dalam Setahun, Ini 6 Pelajarannya
Rashad Hajiyev, seorang pakar logam mulia, menyampaikan bahwa perak telah melewati fase koreksi yang sangat tajam. Menurutnya, setelah fase ini, harga perak berpotensi melonjak dengan cepat ke level $105, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Hajiyev menegaskan bahwa level $85 menjadi titik krusial yang harus ditembus perak agar dapat melanjutkan reli ke atas tanpa hambatan berarti.
Jika perak mampu menembus resistance tersebut, peluang untuk mencapai harga tiga digit semakin besar. Hajiyev juga menyoroti bahwa support yang sebelumnya menjadi penopang harga perak kini berubah menjadi resistance yang cukup kuat. Oleh karena itu, perak harus mampu menembus level $85 agar dapat keluar dari tekanan dan memulai tren kenaikan baru. Para investor saat ini masih menunggu konfirmasi apakah perak mampu melewati level penting tersebut.
Jika berhasil, lonjakan harga perak diprediksi akan berlangsung sangat cepat dan signifikan. Selain itu, Hajiyev memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, perak bisa saja menembus level $240 hingga $280. Prediksi ini didasarkan pada potensi lonjakan permintaan logam mulia akibat ketidakpastian global yang terus berlanjut. Setelah perak berhasil menguji level $121, banyak investor mulai percaya bahwa harga tiga digit bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan demikian, perak dipandang sebagai salah satu aset yang sangat menarik untuk dikoleksi dalam jangka menengah hingga panjang.
Tidak hanya perak, emas juga diprediksi akan mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam waktu dekat. Hajiyev memperkirakan bahwa harga emas bisa mencapai $7.000 hingga $8.000 dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global. Fenomena ini disebut sebagai “major dance of metals” yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026.
Lonjakan harga emas dan perak diperkirakan akan berlangsung sangat cepat dan curam. Kondisi pasar logam mulia saat ini memang penuh tantangan, namun juga menyimpan peluang besar bagi investor yang jeli. Banyak pelaku pasar mulai melirik kembali logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik. Selain emas dan perak, logam mulia lain seperti platinum dan palladium juga berpotensi mengalami kenaikan harga.
Dengan demikian, sektor logam mulia diprediksi akan tetap menjadi primadona di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, pasar kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Pepe Coin (PEPE) juga terus menarik perhatian investor. Namun, volatilitas tinggi di pasar kripto membuat logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor konservatif. Kombinasi antara logam mulia dan aset digital dapat menjadi strategi diversifikasi yang menarik di masa depan. Dengan demikian, peluang keuntungan di sektor logam mulia masih sangat terbuka lebar.

Meskipun harga perak saat ini tengah mengalami tekanan hebat akibat berbagai faktor eksternal, potensi lonjakan harga tetap terbuka lebar. Para analis optimis bahwa setelah melewati fase koreksi brutal, perak akan mampu bangkit dan mencetak rekor baru di atas $100. Level $85 menjadi kunci penting yang harus ditembus untuk membuka jalan menuju harga tiga digit. Dengan prospek kenaikan harga emas dan logam mulia lain, sektor ini diprediksi akan tetap menjadi incaran utama investor dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) sebagai Alternatif Aset Komoditas di Ekosistem Kripto
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
Cek Harga iShares Silver Trust (Ondo) (SLVon) di Sini
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.