Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Aktivitas penambangan Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa operasi mining American Bitcoin yang terkait dengan keluarga Trump memperluas kapasitas infrastrukturnya. Perusahaan tersebut dilaporkan menambah ribuan mesin penambang baru sekaligus menyimpan hasil penambangan BTC sebagai cadangan jangka panjang.
Strategi ini menarik perhatian pelaku pasar crypto karena berbeda dengan model bisnis penambangan tradisional. Dalam banyak kasus, perusahaan mining biasanya menjual sebagian besar Bitcoin hasil penambangan untuk menutup biaya operasional seperti listrik dan infrastruktur.
Menurut data analitik blockchain, operasi mining American Bitcoin baru saja menambah sekitar 11.000 mesin penambangan Bitcoin. Penambahan ini bertujuan meningkatkan hash power agar perusahaan dapat bersaing dalam memperebutkan reward blok di jaringan Bitcoin.
Dalam ekosistem crypto, peningkatan kapasitas mining sering menjadi indikator ekspansi jangka panjang. Semakin besar hash power yang dimiliki, semakin besar pula peluang perusahaan memperoleh reward Bitcoin dari proses validasi transaksi.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berupaya memperkuat posisinya dalam industri penambangan cryptocurrency global.
Baca Juga: Bank Sentral Ceko Kejar Cadangan Emas 100 Ton, Bitcoin (BTC) Masih Jadi Pertimbangan

Sejauh tahun ini, American Bitcoin dilaporkan telah menambang sekitar 766 Bitcoin (BTC). Dengan harga Bitcoin sekitar $71.000, nilai produksi tersebut mencapai sekitar $54,39 juta.
Jika dikonversi menggunakan kurs Rp16.919 per dolar, nilai tersebut setara sekitar Rp920.204.410.000 atau sekitar Rp920 miliar. Angka ini mencerminkan skala produksi yang cukup besar untuk satu operasi mining.
Menariknya, Bitcoin yang ditambang tidak langsung dijual ke pasar crypto. Sebaliknya, perusahaan menyimpannya dalam dompet on-chain sebagai bagian dari strategi akumulasi.
Total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mencapai sekitar 6.100 BTC. Dengan harga pasar saat ini, nilai cadangan tersebut diperkirakan sekitar $433,7 juta.
Jika dikonversi ke rupiah, nilainya setara sekitar Rp7.337.380.300.000 atau sekitar Rp7,3 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya beroperasi sebagai penambang, tetapi juga sebagai pemegang aset crypto jangka panjang.
Strategi ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam industri mining, di mana sebagian perusahaan mulai menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury.
Dalam model penambangan tradisional, perusahaan biasanya menjual sebagian besar BTC yang diperoleh untuk menutup biaya operasional. Namun strategi baru yang muncul adalah “mine and hold”, yaitu menambang Bitcoin lalu menyimpannya sebagai investasi jangka panjang.
Ketika miner memilih menahan BTC daripada menjualnya, jumlah pasokan Bitcoin yang masuk ke bursa dapat berkurang. Dalam kondisi tertentu, hal ini berpotensi memperketat likuiditas pasar crypto.
Jika strategi tersebut dilakukan oleh banyak perusahaan mining, efeknya dapat memengaruhi dinamika pasokan dalam pasar cryptocurrency global.

Perkembangan ini terjadi saat Bitcoin (BTC) kembali menembus level psikologis $70.000. Level tersebut sering dipandang sebagai titik penting dalam analisis teknikal karena menjadi area psikologis bagi investor crypto.
Harga BTC sebelumnya sempat terkoreksi dari puncak siklus sekitar $110.000–$115.000 sebelum akhirnya stabil kembali. Setelah koreksi tersebut, pasar kini mencoba membentuk fase konsolidasi baru.
Dalam banyak siklus crypto, fase konsolidasi setelah koreksi sering menjadi periode akumulasi sebelum tren berikutnya terbentuk.
Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini bergerak di sekitar area rata-rata pergerakan jangka panjang. Zona ini sering menjadi area keseimbangan antara pembeli dan penjual dalam pasar cryptocurrency.
Beberapa level penting yang menjadi perhatian analis antara lain:
Jika BTC mampu bertahan di atas area tersebut, pasar crypto berpotensi memasuki fase akumulasi baru. Sebaliknya, penurunan di bawah $65.000 dapat membuka peluang koreksi lebih dalam.
Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.