Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah sebuah peristiwa besar di jaringan (on-chain) mengguncang pasar. Sejak 6 Maret, ETH telah turun hampir 8%. Pelemahan ini terjadi setelah adanya transfer ETH senilai $157 juta oleh salah satu pendiri Ethereum, Jeffrey Wilcke, yang diduga berpotensi dilakukan untuk menjual (dump).
Namun, data on-chain yang lebih mendalam kini mengindikasikan bahwa beberapa kelompok whale justru mungkin berupaya menyerap tekanan jual tersebut. Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 9 Maret 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,982 atau setara dengan Rp33.691.700, mengalami kenaikan 1,69% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.577.298 dan level tertingginya di Rp33.977.711.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.036 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 72% menjadi Rp304,05 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Capai $67.000 Hari Ini (9/3/26): Whale & Holder Jangka Panjang Tetap Borong BTC!
Kelemahan Ethereum belakangan ini bermula ketika Jeffrey Wilcke, salah satu co-founder jaringan tersebut, memindahkan 79.176 ETH ke bursa Kraken, dengan nilai sekitar $157 juta berdasarkan harga saat ini.
Perpindahan aset dalam jumlah besar ke exchange kerap dipandang sebagai sinyal potensi aksi jual dan biasanya berdampak negatif pada sentimen pasar. Tak lama setelah transfer ini terdeteksi, metrik whale standar juga menunjukkan penurunan kepemilikan ETH dalam jumlah besar.
Berdasarkan data yang melacak pasokan Ethereum yang dipegang whale di luar exchange, jumlahnya turun sekitar 80.000 ETH—hampir sama persis dengan ukuran transfer Wilcke. Ini merupakan detail yang penting.
Karena metrik whale mengelompokkan banyak wallet berukuran besar ke dalam satu kategori, pergerakan dari satu wallet yang sangat besar dapat terlihat seolah-olah terjadi aksi jual whale secara luas. Dalam kasus ini, penurunan 80.000 ETH tersebut sangat selaras dengan deposit Wilcke, sehingga besar kemungkinan transfer co-founder itu turut “terbaca” di metrik whale.
Dengan kata lain, yang semula tampak seperti distribusi whale secara masif bisa jadi hanya satu transfer besar dari level pendiri yang muncul di data agregat. Inilah alasan mengapa analisis yang lebih rinci berdasarkan kohort whale menjadi krusial.

Ketika data whale ditelaah lebih rinci menggunakan metrik kohort yang lebih seimbang, narasinya berubah signifikan. Dua kohort whale Ethereum utama justru meningkatkan kepemilikan mereka pada periode yang sama.
Kelompok pertama adalah wallet dengan saldo antara 1 juta hingga 10 juta ETH. Kohort ini mulai melakukan akumulasi pada 5 Maret, dengan kenaikan pasokan dari 6,28 juta ETH menjadi sekitar 6,40 juta ETH.
Kenaikan tersebut setara dengan tambahan kira-kira 120.000 ETH, bernilai kurang lebih $234 juta pada harga saat ini.
Baca juga: Top 4 Crypto yang Layak Diperhatikan di Bulan Maret 2026, Miliki Potensi Breakout?

Kohort lain, yakni wallet yang memegang 100.000 hingga 1 juta ETH, juga mulai mengakumulasi tidak lama setelahnya. Sejak 6 Maret, kepemilikan mereka naik dari 11,48 juta ETH menjadi sekitar 11,57 juta ETH. Artinya, mereka menambah hampir 90.000 ETH, dengan nilai sekitar $175 juta.
Akumulasi ini mengindikasikan bahwa sebagian investor besar kemungkinan masuk untuk menyerap pasokan yang mengalir ke pasar, sehingga menahan sebagian tekanan jual. Hal ini juga membantu menjelaskan mengapa metrik whale secara umum sempat tampak bearish, padahal beberapa kelompok whale tertentu justru sedang meningkatkan eksposur mereka.
Bahkan sebelum transfer dari co-founder muncul, grafik Ethereum sebenarnya sudah menampilkan sejumlah tanda peringatan. Pada chart 8 jam, ETH membentuk hidden bearish divergence antara 14 Februari hingga 6 Maret. Dalam rentang ini, harga Ethereum mencetak lower high, sementara Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum justru membentuk higher high.
Hidden bearish divergence umumnya muncul saat tren turun dan sering mengindikasikan bahwa tekanan jual masih kuat meskipun terjadi rebound sementara. Setelah sinyal ini terbentuk, Ethereum melemah dan pada akhirnya turun hampir 8%, dengan penurunan yang semakin terpicu oleh dugaan transfer dari co-founder.

Pada saat yang sama, sejak 24 Februari, ETH bergerak di dalam rising channel. Pola ini menunjukkan bahwa pembeli masih berupaya membangun struktur bullish jangka pendek. Channel tersebut juga dapat menjelaskan mengapa beberapa kohort whale tetap melakukan akumulasi.
Namun, struktur bullish itu kini sedang berada dalam tekanan. Jika Ethereum menembus ke bawah batas bawah rising channel, momentum bearish yang ditunjukkan oleh divergensi RSI berpotensi meningkat lebih cepat. Meski demikian, whale bukan satu-satunya kohort yang tetap optimistis.
Meski tekanan jual meningkat dalam beberapa waktu terakhir, para holder Ethereum jangka panjang masih terus menambah kepemilikan ETH. Data Glassnode menunjukkan bahwa metrik 30-day Holder Net Position Change—yang memantau wallet yang menyimpan ETH selama 155 hari atau lebih—terus bergerak naik secara konsisten.
Pada 24 Februari, holder jangka panjang tercatat mengakumulasi sekitar 9.454 ETH. Sejak itu, angkanya melonjak tajam. Pada saat penulisan, metrik tersebut meningkat menjadi kurang lebih 442.646 ETH, menandakan keyakinan yang tetap kuat dari investor jangka panjang. Kenaikan ini setara dengan lonjakan lebih dari 4.500% dalam waktu kurang dari dua minggu.

Menariknya, tren akumulasi ini dimulai kurang lebih bersamaan dengan saat Ethereum memasuki rising channel jangka pendek (mulai terbentuk pada 24 Februari). Hal ini mengindikasikan bahwa kelompok holder ini mungkin masih menilai struktur pergerakan yang lebih besar belum rusak. Namun, optimisme tersebut tetap mengandung risiko.
Dari sisi teknikal, Ethereum kini perlu merebut kembali level $2,050 yang bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0,618. Penutupan candle 8 jam yang tegas di atas $2,050 berpotensi membuka ruang kenaikan menuju $2,180.
Di sisi bawah, support utama berada di sekitar $1,910. Jika Ethereum turun menembus level ini, skenario tersebut akan mengonfirmasi breakdown dari rising channel. Pergerakan lanjutan dapat mendorong ETH menuju $1,830, sekaligus mendekati area psikologis $1,800.

Untuk sementara, pasar Ethereum berada di antara dua kekuatan yang saling berlawanan. Dugaan aksi jual dari pihak pendiri dan pelemahan teknikal meningkatkan tekanan penurunan, sementara akumulasi whale dan keyakinan holder jangka panjang masih menjadi penopang. Apakah ETH mampu bertahan di atas channel atau justru melorot ke area $1,800 kemungkinan akan menentukan fase pergerakan berikutnya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.