Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan lonjakan kepemilikan Bitcoin (BTC) di Amerika Serikat. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam preferensi investor, di mana Bitcoin (BTC) kini melampaui emas sebagai aset yang paling banyak dimiliki.
Meskipun pasar masih bergerak sideways, minat masyarakat terhadap Bitcoin (BTC) terus meningkat, bahkan di tengah ketidakpastian global. Pertanyaannya, apakah tren ini akan bertahan dan membawa harga Bitcoin (BTC) menembus level psikologis $65.000?

Data terbaru yang dirilis pada 7 Maret mengungkapkan bahwa lebih dari 50.000.000 warga Amerika Serikat kini memiliki Bitcoin (BTC), jauh melampaui jumlah pemilik emas yang hanya sekitar 37.000.000 orang. Fakta ini sangat mencolok, mengingat emas telah menjadi simbol kekayaan dan keamanan selama berabad-abad. Namun, lonjakan kepemilikan Bitcoin (BTC) menandakan adanya pergeseran kepercayaan masyarakat terhadap aset digital sebagai penyimpan nilai baru.
Meski demikian, nilai total kepemilikan emas di Amerika Serikat masih jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin (BTC). Fenomena ini menunjukkan bahwa investor ritel semakin berani menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan, bersanding dengan instrumen tradisional seperti emas.
Keputusan ini didorong oleh keinginan untuk mencari alternatif investasi yang lebih dinamis dan berpotensi memberikan imbal hasil tinggi. Selain itu, kemudahan akses dan transparansi blockchain membuat Bitcoin (BTC) semakin diminati oleh generasi muda. Dengan demikian, perubahan pola kepemilikan ini bisa menjadi sinyal awal dari transformasi besar di dunia keuangan Amerika Serikat.
Baca Juga: 3 Alasan Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin Bisa Meledak Hingga Rp4,22 Miliar di 2026!

Indikator Coinbase Premium dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa investor Amerika Serikat rela membayar lebih mahal untuk mendapatkan Bitcoin (BTC) di bursa lokal. Premium ini menjadi bukti nyata adanya permintaan spot yang tinggi, sekaligus mencerminkan keyakinan kuat dari para pembeli.
Ketika permintaan seperti ini muncul, biasanya pasar akan merespons dengan pergerakan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Namun, tingginya permintaan saja tidak cukup untuk menjamin kestabilan harga di tengah volatilitas pasar. Kembalinya dana besar dari Amerika Serikat ke pasar Bitcoin (BTC) seringkali terjadi secara agresif dan mendadak.
Setiap kali terjadi penurunan harga, minat beli langsung melonjak, sementara setiap kenaikan harga memicu aksi ambil untung yang cepat. Dinamika ini menciptakan ketegangan antara optimisme investor dan kekhawatiran akan koreksi mendalam. Oleh karena itu, meskipun permintaan tinggi, pasar tetap harus waspada terhadap potensi pembalikan tren secara tiba-tiba.

Menurut analis Alphractal, Joao Wedson, Bitcoin (BTC) harus mampu bertahan di atas level $63.700 untuk menghindari tekanan jual yang lebih dalam. Jika harga turun di bawah titik tersebut, zona risiko berikutnya berada di $57.000, $52.400, dan $48.700, yang semuanya dapat berubah seiring perkembangan aktivitas blockchain. Level-level ini bukanlah target pasti, melainkan peringatan bagi investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Dengan demikian, kekuatan Bitcoin (BTC) untuk bertahan di atas $65.000 sangat bergantung pada arus masuk dana di pekan mendatang.
Pekan yang dimulai pada 9 Maret akan menjadi penentu apakah Bitcoin (BTC) mampu mempertahankan momentum positifnya. Jika arus masuk dana tetap tinggi dan pasar dibuka dengan sentimen positif, peluang untuk menembus dan bertahan di atas $65.000 semakin besar. Sebaliknya, jika terjadi arus keluar dana secara masif, tekanan jual bisa kembali mendominasi dan membawa harga ke zona risiko yang lebih rendah. Para pelaku pasar kini menanti dengan penuh harap agar skenario negatif tidak terjadi.
Perubahan besar dalam pola kepemilikan aset di Amerika Serikat menandai era baru bagi Bitcoin (BTC) sebagai pesaing utama emas. Meskipun tantangan dan risiko masih membayangi, lonjakan permintaan dan keyakinan investor menjadi modal penting untuk menjaga momentum positif. Level harga kritis seperti $63.700 dan $65.000 kini menjadi perhatian utama, karena akan menentukan arah pergerakan pasar dalam waktu dekat. Transformasi ini membuka peluang baru, sekaligus menguji ketahanan Bitcoin (BTC) sebagai aset digital masa depan.
Baca Juga: Altcoin Season Index: Indikator Penting untuk Mengetahui Altseason
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.