Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Dunia kripto kembali dihebohkan oleh perseteruan dua tokoh besar, yakni miliarder tambang asal Kanada, Frank Giustra, dan analis Wall Street ternama, Tom Lee. Perseteruan ini bermula dari prediksi optimis Tom Lee yang menyebutkan bahwa musim dingin kripto akan segera berakhir dan pasar akan segera memasuki fase bullish.
Namun, Giustra yang dikenal sebagai pendukung setia emas, justru menertawakan dan menyindir keras prediksi Lee tersebut di media sosial. Perdebatan ini semakin panas karena keduanya saling menyerang aset favorit masing-masing, yakni emas dan Bitcoin (BTC).

Tom Lee, salah satu pendiri Fundstrat Global Advisors, baru-baru ini membuat pernyataan yang cukup berani terkait kondisi pasar kripto yang sedang terpuruk sejak akhir tahun lalu. Dalam sebuah wawancara, Lee menegaskan bahwa pasar kripto yang lesu ini sudah mendekati titik balik makro dan akan segera pulih. Ia bahkan menyebutkan bahwa bulan April akan menjadi momen kebangkitan bagi para investor kripto, di mana tren bullish akan kembali mendominasi.
Menurut Lee, sentimen negatif yang ekstrem justru menjadi sinyal kuat bahwa pasar sudah mendekati titik terendah. Lee menambahkan bahwa fenomena “rage quitting” atau banyaknya investor yang menyerah dan keluar dari pasar, merupakan pertanda baik bagi kebangkitan harga.
Ia menilai, setiap kali terjadi penurunan besar pada Bitcoin (BTC), biasanya diakhiri dengan banyaknya investor yang putus asa dan menyerah. Hal ini, menurut Lee, selalu menjadi tanda bahwa pasar sudah siap untuk bangkit kembali. Ia pun optimis bahwa musim semi kripto akan segera tiba dan musim panas kali ini tidak akan diwarnai aksi jual besar-besaran seperti dua tahun terakhir.
Baca Juga: 5 Fakta Besar BVNK Crypto: Mastercard Invest Rp30 Triliun untuk Masa Depan Stablecoin?
Frank Giustra, seorang miliarder asal Kanada yang dikenal sebagai “gold bug”, langsung bereaksi keras terhadap pernyataan Tom Lee. Melalui media sosial, Giustra menyindir Lee dengan mengatakan, “Stop it,” dan menyebut prediksi bullish yang terus-menerus itu sangat memalukan untuk disaksikan. Giustra memang sudah lama dikenal sebagai sosok yang sangat skeptis terhadap Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya.
Ia menilai Bitcoin (BTC) hanyalah aset spekulatif yang tidak mampu menjadi penyimpan nilai yang sah. Menurut Giustra, satu-satunya aset yang benar-benar bisa melindungi kekayaan dari inflasi dan risiko sistemik hanyalah logam mulia seperti emas. Ia berulang kali menegaskan bahwa emas telah terbukti menjadi lindung nilai terbaik selama ribuan tahun. Giustra juga menyoroti volatilitas tinggi pada Bitcoin (BTC) yang menurutnya sangat berbahaya bagi investor jangka panjang. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih memilih emas ketimbang terjebak dalam euforia kripto yang penuh risiko.
Menariknya, Tom Lee tidak tinggal diam dan justru menyerang balik aset favorit Giustra, yakni emas. Dalam wawancara yang sama, Lee menyebut bahwa emas sebenarnya bukanlah penyimpan nilai yang baik secara historis. Ia mengungkapkan data bahwa sejak tahun 1971, emas justru kalah dari inflasi sebanyak 48% dari waktu yang ada.
Sebaliknya, Bitcoin (BTC) menurut Lee, telah berhasil mengalahkan inflasi hingga 97% sejak diciptakan pada tahun 2010. Lee menegaskan bahwa performa Bitcoin (BTC) jauh lebih unggul dibandingkan emas dalam hal melindungi nilai kekayaan dari inflasi.
Ia juga menyoroti bahwa adopsi Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Solana (SOL) terus meningkat secara global. Hal ini, menurut Lee, menjadi alasan kuat mengapa pasar kripto akan segera bangkit dan memasuki fase bullish yang baru. Perdebatan antara dua tokoh ini pun semakin memanaskan diskusi soal masa depan aset digital dan logam mulia.
Perseteruan antara Frank Giustra dan Tom Lee menjadi cerminan nyata perdebatan abadi antara pendukung emas dan kripto. Masing-masing pihak memiliki argumen dan data yang kuat untuk mendukung aset favoritnya. Namun, pada akhirnya, waktu yang akan membuktikan apakah prediksi bullish Tom Lee akan menjadi kenyataan atau justru skeptisisme Giustra yang terbukti benar. Satu hal yang pasti, perdebatan ini semakin memperkaya wacana di dunia investasi dan membuat para investor semakin waspada dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Apa itu Grok AI? AI Real-Time dari Elon Musk yang Jadi Pesaing ChatGPT di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas.
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.