Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga emas mencatat bulan terburuk sejak 2008 setelah turun lebih dari 13% pada Maret 2026, namun aktivitas perdagangan justru melonjak ke rekor baru. Volume perdagangan emas rata-rata mencapai US$361 miliar per hari atau sekitar Rp6.135.917.000.000.000 dengan kurs Rp16.997 per dolar. Kondisi ini memicu perhatian investor karena pergerakan emas kini mulai berdampak langsung pada pasar crypto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Harga emas turun tajam setelah delapan bulan tren naik terhenti. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak krisis finansial global 2008. Namun di saat yang sama, aktivitas trading emas justru melonjak ke level tertinggi.
Volume harian emas mencapai US$361 miliar atau sekitar Rp6.135 triliun. Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata 2021 sebesar US$134 miliar. Lonjakan volume menandakan investor besar masih aktif memperdagangkan emas.
Baca Juga: 5 Cara Investasi Minyak Dunia: Mulai dari Rp11.000, Bisa Lewat Crypto?

Volume perdagangan emas kini melampaui banyak aset keuangan utama. Aktivitas emas bahkan mengungguli US Treasury Bills, indeks Dow Jones, dan pasangan mata uang utama. Ini menunjukkan emas tetap menjadi aset global yang sangat likuid.
Sebagai perbandingan, saham Apple, Nvidia, dan Tesla hanya mencatat sekitar US$26 miliar per hari. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp441 triliun, jauh di bawah volume emas. Kondisi ini menandakan minat investor terhadap safe haven masih tinggi.

Penurunan emas dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi. Ekspektasi kebijakan Federal Reserve juga berubah setelah lonjakan harga minyak terkait konflik Iran. Faktor makro ini menekan permintaan emas sebagai safe haven.
Ketika dolar menguat, emas biasanya melemah karena dihargakan dalam USD. Investor global kemudian mengalihkan modal ke aset lain. Crypto sering menjadi alternatif ketika volatilitas meningkat.
Saat emas melemah, sebagian modal mulai bergerak ke cryptocurrency. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sering mendapat arus dana ketika investor mencari potensi pertumbuhan lebih tinggi. Ini membuat korelasi antara emas dan crypto semakin terlihat.
Rotasi aset ini terjadi terutama saat volatilitas makro meningkat. Investor institusi mulai menggunakan crypto sebagai diversifikasi. Hal ini memperkuat posisi cryptocurrency dalam portofolio global.
Meski harga turun, pembelian bank sentral tetap berlanjut. Akuisisi bersih mencapai 19 ton setelah sempat melemah sebelumnya. Ini menunjukkan permintaan struktural emas masih kuat.
Namun angka tersebut masih di bawah rata-rata 2025 sebesar 26 ton per bulan. Artinya, permintaan belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuka peluang volatilitas lanjutan di pasar emas dan crypto.
Penurunan emas di tengah lonjakan volume menunjukkan perubahan besar pada pasar global. Investor mulai aktif melakukan rotasi aset antara emas dan crypto. Bitcoin (BTC) berpotensi mendapat arus modal ketika emas melemah.
Kamu perlu memantau hubungan antara emas, dolar, dan crypto. Ketika emas turun dan volume naik, volatilitas biasanya meningkat. Kondisi ini sering membuka peluang trading di pasar cryptocurrency.
Baca Juga: 3 Sinyal Ethereum: Bisa Tembus Rp40 Juta atau Turun Lagi?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas.
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.