ETH dan BTC Tembus Kinerja Saham, Tom Lee Ungkap Rahasia di Balik Lonjakan Crypto Saat Perang!

Di-update
April 9, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Ketidakpastian global akibat perang terbaru telah mengguncang pasar keuangan dunia. Namun, di tengah gejolak tersebut, dua aset kripto utama, yakni Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), justru menunjukkan performa yang luar biasa. Tom Lee, seorang analis keuangan ternama, menyoroti bagaimana kedua aset digital ini berhasil mengungguli pasar saham dan menjadi sorotan utama di tengah situasi makro yang penuh tekanan.

Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai analisis Tom Lee, dampak perang terhadap ekonomi, serta alasan mengapa Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) kini menjadi primadona di antara para investor.

Perang dan Stimulus Ekonomi: Analisis Tom Lee

Tom Lee memandang situasi perang saat ini sebagai peristiwa makro yang memunculkan dua kekuatan besar yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, lonjakan harga energi menekan daya beli masyarakat dan memperbesar risiko inflasi yang terus membayangi. Namun, di sisi lain, Lee menilai bahwa pengeluaran pemerintah untuk kebutuhan perang justru menjadi stimulus ekonomi yang sangat besar dan mampu menopang pertumbuhan.

Menurutnya, dorongan pertumbuhan dari belanja perang jauh lebih besar dibandingkan dampak negatif dari kenaikan harga bensin. Lee memperkirakan pengeluaran perang Amerika Serikat mencapai $30 miliar per bulan dan berpotensi naik hingga $100 miliar per bulan. Sementara itu, setiap kenaikan harga bensin sebesar $10 hanya memberikan tekanan sekitar $4 miliar hingga $5 miliar per bulan kepada konsumen.

Dengan perbandingan tersebut, Lee menegaskan bahwa stimulus dari belanja perang saat ini masih lebih dominan daripada efek negatif lonjakan harga minyak. Ia juga menambahkan, jika konflik berlangsung singkat dan harga minyak tidak diprediksi melonjak hingga akhir tahun, maka situasi ini lebih tepat disebut sebagai guncangan inflasi, bukan peristiwa inflasi jangka panjang.

Baca juga: Harga Emas Banda Baru Batam Hari Ini, Kamis 9 April 2026

Harga Bensin dan Risiko Inflasi Tetap Membayangi

Kenaikan harga bensin di Amerika Serikat menjadi salah satu indikator utama yang mendukung argumen Tom Lee terkait risiko inflasi. Data terbaru menunjukkan harga rata-rata bensin di AS melonjak hingga $4,02 per galon setelah pecahnya perang Iran, menandai kenaikan sekitar 35% hingga 36% sejak konflik dimulai.

Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2022 dan memberikan tekanan signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga serta ekspektasi inflasi pasar. Meski demikian, Lee menilai bahwa kondisi saat ini belum cukup untuk mendorong Federal Reserve melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bahwa ekspektasi pasar yang tidak mengharapkan adanya pemotongan suku bunga dalam waktu dekat adalah langkah yang tepat.

Menurut Lee, kebijakan moneter yang terlalu longgar justru bisa memperburuk tekanan inflasi yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, fokus utama investor saat ini adalah pada keseimbangan antara risiko inflasi dan potensi pelemahan pasar tenaga kerja.

Baca juga: Harga Perak Murni 1 Gram Hari ini, Kamis 9 April 2026

ETH dan BTC Ungguli Saham di Tengah Gejolak

Dalam analisisnya, Tom Lee menegaskan bahwa saham-saham energi menjadi aset dengan performa terbaik sejak perang dimulai, diikuti oleh Ethereum (ETH) di posisi kedua dan Bitcoin (BTC) di posisi ketiga. Kedua aset kripto ini berhasil mencatatkan kenaikan absolut yang mengungguli kinerja pasar saham secara keseluruhan.

Hal ini menandakan adanya perubahan narasi makro terhadap Ethereum (ETH), yang kini tidak hanya dipandang sebagai aset berisiko ala teknologi, melainkan juga sebagai aset yang mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Bitcoin (BTC) pun menunjukkan posisi yang semakin kuat dalam kerangka analisis Lee, menandakan bahwa kedua aset kripto utama ini semakin menarik perhatian investor sebagai alternatif di tengah kondisi makro yang sangat tidak stabil.

Kinerja positif Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) ini memberikan sinyal bahwa aset digital mulai diakui sebagai instrumen lindung nilai yang efektif, terutama saat pasar saham mengalami tekanan akibat faktor eksternal seperti perang dan inflasi. Dengan demikian, Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) kini berada di garis depan sebagai aset pilihan di era ketidakpastian ekonomi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.