5 Fakta Gila! Stablecoin Transaksi Rp179 Kuadriliun Sebulan, Perbankan Dunia Terancam?

Di-update
April 13, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Dunia keuangan institusional sedang mengalami pergeseran paradigma besar-besaran dari sistem perbankan tradisional yang lambat menuju efisiensi teknologi blockchain. Selama berpuluh-puluh tahun, penyelesaian transaksi antar organisasi bergantung pada perbankan koresponden yang memakan waktu satu hingga tiga hari dan tutup di akhir pekan.

Namun, kehadiran mata uang kripto stabil atau stablecoin telah mengubah segalanya dengan menyediakan lapisan penyelesaian yang beroperasi 24 jam nonstop setiap harinya. Kamu kini bisa menyaksikan bagaimana raksasa seperti Visa dan JPMorgan mulai meninggalkan infrastruktur lama demi kecepatan yang ditawarkan oleh dunia crypto.

1. Volume Transaksi Stablecoin Lampaui Visa dan Mastercard

Volume transaksi stablecoin telah mencapai angka yang sangat fantastis dan mulai menyaingi jaringan pembayaran global yang sudah mapan. Pada tahun 2025 saja, stablecoin memindahkan total aset senilai $33 triliun atau setara Rp564,3 kuadriliun, yang merupakan dua kali lipat dari volume pembayaran tahunan Visa. Tren pertumbuhan ini bersifat vertikal, terutama setelah disahkannya UU GENIUS di Amerika Serikat pada pertengahan 2025 yang membuka pintu bagi adopsi institusional secara luas.

  • Januari 2026: Transaksi stablecoin mencapai $10,5 triliun atau sekitar Rp179,5 kuadriliun dalam satu bulan saja.
  • Perbandingan: Angka satu bulan tersebut mendekati volume dolar bruto tahunan Mastercard yang sebesar $10,6 triliun.
  • Kapitalisasi Pasar: Total market cap stablecoin mencapai $317,89 miliar atau Rp5.436 triliun per April 2026.
  • Dominasi Pergerakan: USD Coin (USDC) memindahkan $8,3 triliun, jauh mengungguli Tether (USDT) yang memindahkan $1,7 triliun di periode yang sama.

Baca Juga: 10 Aplikasi AI Gratis 2026, Bisa Bantu Cuan Pasif dari Crypto hingga Saham

2. Infrastruktur Terpusat pada Dua Raksasa: Circle dan Paxos

Meskipun ekosistem cryptocurrency sangat luas, infrastruktur stablecoin institusional ternyata sangat terkonsentrasi pada dua penerbit utama saja. Circle dan Paxos adalah aktor di balik layar yang mencetak koin-koin stabil yang digunakan oleh nama-nama besar di Wall Street. Circle bertanggung jawab atas USDC yang mendominasi pergerakan transaksi, sementara Paxos mencetak koin untuk mitra besar seperti PayPal dan jaringan Global Dollar.

Kamu harus memahami bahwa sistem ini bekerja dengan mekanisme mint (cetak) dan burn (hancurkan) yang terjadi sesuai permintaan klien institusional secara langsung. Data menunjukkan bahwa Paxos telah menyalurkan lebih dari $89,2 miliar melalui ribuan transaksi ke bursa dan pembuat pasar. Skala operasional ini menunjukkan bahwa stablecoin telah menjadi rel penyelesaian utama yang menggantikan peran rantai perbankan koresponden yang rumit.

3. Distribusi Kilat Melalui Pemain Besar Tanpa Peran Bank

Penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin memungkinkan lembaga keuangan untuk melewati jalur perbankan tradisional yang sering kali terhambat oleh birokrasi dan jam operasional. Para penerbit stablecoin menyalurkan likuiditas mereka melalui distributor digital seperti Coinbase, Wintermute, dan Jane Street. Ini adalah entitas yang menjadi jembatan antara dunia keuangan tradisional (TradFi) dan teknologi blockchain masa kini.

  • Penerima Utama Paxos: Binance ($22 miliar), Wintermute ($12,77 miliar), dan Jane Street ($6 miliar).
  • Interaksi Circle: Coinbase menjadi mitra distribusi utama dengan aktivitas cetak dan tebus senilai miliaran dolar.
  • Kecepatan: Siklus permintaan sesuai kebutuhan ini tidak ditemukan dalam perbankan tradisional, sehingga transaksi bisa selesai dalam hitungan detik.

4. Keamanan Aset Bergantung pada Kustodian Kripto Terpercaya

Keamanan infrastruktur stablecoin tidak hanya bergantung pada siapa yang mencetaknya, tetapi juga di mana aset tersebut disimpan di antara proses pencetakan dan penebusan. Fireblocks muncul sebagai penyedia kustodian utama yang menjadi persimpangan antara rel penyelesaian Mastercard melalui Global Dollar (USDG) dan rel Visa melalui USDC. Konsentrasi pada penyedia kustodian kripto ini menunjukkan betapa dalamnya ketergantungan institusi pada teknologi keamanan digital.

Fireblocks memegang sekitar 8,97% dari total pasokan koin USDG, yang menjadikannya pemegang tunggal terbesar untuk jaringan institusional tersebut. Selain Fireblocks, bursa seperti OKX dan Kraken juga memegang porsi besar dalam dompet dingin mereka untuk menjaga keamanan aset. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem penyelesaian dana global kini sangat bergantung pada segelintir penyedia infrastruktur cryptocurrency yang memiliki standar keamanan tingkat tinggi.

5. Strategi Agresif dari Visa, Mastercard, hingga JPMorgan

Setiap pemain besar di dunia keuangan memiliki strategi berbeda untuk mengintegrasikan stablecoin ke dalam bisnis inti mereka, namun semuanya menggunakan infrastruktur dasar yang sama. Visa telah berkomitmen paling kuat dengan menyelesaikan $3,5 miliar secara tahunan dalam mata uang USDC melalui jaringan Solana. Sementara itu, raksasa seperti Stripe memilih untuk mengakuisisi infrastruktur secara langsung senilai $1,1 miliar untuk memperkuat akun keuangan mereka di ratusan negara.

  • Visa: Mendukung USDC, PayPal USD (PYUSD), Global Dollar (USDG), dan Euro Coin (EURC) di berbagai rantai seperti Ethereum (ETH) dan Solana.
  • Mastercard: Mengaktifkan empat jenis stablecoin termasuk First Digital USD (FIUSD) melalui jaringan Paxos.
  • PayPal: Meluncurkan PYUSD di 70 pasar global yang mencatatkan pasokan hingga $3,95 miliar.
  • JPMorgan: Melakukan penyelesaian utang menggunakan USDC di jaringan Solana untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Struktur empat lapis ini—penerbitan, distribusi, kustodian, dan integrasi—kini mengontrol bagaimana uang institusi bergerak di seluruh dunia. Pertanyaannya sekarang, apakah gelombang adopsi berikutnya akan mendiversifikasi ketergantungan ini atau justru memperdalam konsentrasi pada segelintir penyedia infrastruktur saja?

Baca Juga: 5 Cara Membeli Bitcoin Semudah Cincin Emas Rp1 Juta: Panduan Crypto untuk Pemula

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.