Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Baru-baru ini, analis crypto Ivan Liljeqvist memberikan peringatan bahwa pergerakan Bitcoin (BTC) saat ini belum mencapai titik terendah dalam siklusnya, dan memperkirakan masih akan ada aksi jual besar-besaran yang menanti di depan. Pernyataan ini muncul di tengah upaya BTC yang menunjukkan sinyal kenaikan lebih lanjut, setelah sempat menyentuh level $76.000 pada hari Selasa (14/4).
Kenaikan singkat tersebut dipicu oleh perubahan sentimen geopolitik global dan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang mengejutkan pasar. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 16 April 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $75,033 atau setara dengan Rp1.287.347.613, mengalami kenaikan 0,88% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.263.611.150 dan harga tertingginya di Rp1.290.650.917.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp25.712 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 25% menjadi Rp624,84 triliun.
Baca juga: 5 Cara Gampang Dapat Bitcoin Tanpa Modal, Emang Bisa?
Ivan Liljeqvist menyatakan bahwa Bitcoin belum mengalami fase “aksi jual ekstrem” (the big flush). Ia menegaskan bahwa level $60.000 bukanlah titik terendah, dan tren pasar secara keseluruhan masih menunjukkan pelemahan yang kuat.

“Saya tidak yakin $60.000 adalah titik dasarnya. Anda tentu bisa berharap demikian, tetapi itu tidak mengubah keadaan. Trennya masih turun. Kenaikan beberapa persen yang terjadi saat ini hanyalah riak kecil jika kita melihat gambaran besarnya,” tulisnya.
Lebih lanjut, analis ini menyoroti siklus dividen STRC dari MicroStrategy sebagai salah satu faktor pendorong pergerakan harga BTC belakangan ini. Tekanan beli pada STRC biasanya memuncak di sekitar tanggal 15 setiap bulannya. Momen ini dimanfaatkan oleh perusahaan pimpinan Michael Saylor tersebut untuk menerbitkan saham baru dan mengumpulkan modal guna membeli lebih banyak Bitcoin.
Meski demikian, Liljeqvist mengingatkan bahwa MicroStrategy tidak akan mampu mengangkat harga BTC melewati level resistensi utama sendirian. Ia menilai kondisi pasar saat ini masih berada dalam fase penghindaran risiko (risk-off) yang telah berlangsung sejak Oktober, dan menyarankan para investor untuk lebih fokus mengamankan modal daripada mengambil langkah investasi yang agresif.
Baca juga: Top 5 Altcoin Layer-1 yang Disebut akan Menonjol di April 2026!
Meskipun prospek pasar saat ini cenderung melemah, keterlibatan institusi diyakini mampu mencegah kemerosotan harga yang tajam seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya.
Fidelity Digital Assets pada awal bulan ini mencatat bahwa risiko penurunan di tahun 2026 terbukti tidak sedrastis masa lalu. Hal ini didorong oleh fakta bahwa sekitar 12% dari total pasokan Bitcoin yang beredar kini dikuasai oleh perusahaan publik dan ETF.
Berbeda dengan siklus sebelumnya yang didominasi oleh pergerakan investor ritel, penurunan yang terjadi saat ini jauh lebih landai. Sebagai perbandingan, harga BTC sempat anjlok hingga 82% pasca mencapai puncaknya pada tahun 2017, dan turun 77% setelah rekor tertinggi di 2021. Penurunan saat ini, yang hanya berkisar 40% dari rekor tertinggi terakhirnya, mengindikasikan adanya perubahan struktural dalam dinamika pasar yang sedang lesu (bear market).
Kendati demikian, memasuki paruh kedua tahun 2026, para trader masih dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah daya beli institusional ini mampu menjadi penopang harga yang kuat, atau justru akan berujung pada aksi jual massal (capitulation) yang lebih dalam.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.