BTC Terjebak di Rp1,28 Miliar? Arthur Hayes Beri Sinyal “No Trade Zone” Sampai Likuiditas Cair!

Di-update
April 20, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia cryptocurrency, Arthur Hayes, kembali mengeluarkan peringatan yang membuat para investor menahan napas. Pendiri BitMEX ini menyatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin BTC) saat ini sangat bergantung pada suntikan likuiditas global dibandingkan indikator makro tradisional seperti suku bunga. Dalam catatannya yang bertajuk “No Trade Zone”, Hayes menyarankan sikap hati-hati karena adanya tekanan dari ketegangan geopolitik serta risiko ekonomi yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI).

Likuiditas Fiat Menjadi Kunci Kenaikan Bitcoin (BTC)

Arthur Hayes menegaskan sebuah tesis langsung: jumlah uang yang beredar jauh lebih menentukan harga Bitcoin (BTC) daripada harga uang itu sendiri. Ia melihat bahwa saat ini aset cryptocurrency utama tersebut sedang berada dalam posisi rentan akibat proses deleveraging atau pengurangan utang secara paksa di pasar global. Menurutnya, reli yang berkelanjutan tidak akan terjadi hingga para pembuat kebijakan menyuntikkan likuiditas baru ke dalam sistem perbankan untuk menstabilkan pasar kredit.

Hayes juga menggarisbawahi tantangan ekonomi domestik, terutama risiko gagal bayar kredit konsumen yang dipicu oleh hilangnya pekerjaan di sektor kerah putih akibat otomatisasi AI. Kondisi ini menciptakan lubang hitam pada neraca bank yang hanya bisa ditambal oleh intervensi Federal Reserve (Fed). Berikut adalah beberapa poin utama terkait kondisi likuiditas yang dikonversi ke Rupiah:

  • Harga BTC Saat Ini: $74.619 (sekitar Rp1.280.312.802)
  • Potensi Lonjakan Pendek: $80.000 – $90.000 (sekitar Rp1.372.640.000 – Rp1.544.220.000)
  • Syarat Reli Kuat: Sinyal “All-Clear” dari likuiditas Federal Reserve.

Baca Juga: 5 Prediksi Harga Emas Mei 2026: Tembus USD 5.000, Saatnya Borong untuk Masa Depan?

Risiko Perang dan Tekanan Jual di Pasar Kripto

fear and greed index
Sumber: Generated by Ai

Selain faktor ekonomi, Hayes memperingatkan bahwa risiko perang di Selat Hormuz menjadi setup bearish yang nyata bagi pasar. Dalam situasi panik, investor cenderung menjual aset likuid seperti Bitcoin (BTC) untuk menutupi margin call pada portofolio mereka yang lain. Hal ini dapat memicu aksi jual tajam sebelum pemulihan benar-benar terjadi, di mana kenaikan harga baru akan muncul saat ekspektasi akan adanya bailout atau dana talangan pemerintah menjadi konsensus pasar.

Hayes bahkan memberikan skenario ekstrem di mana reli yang dipicu oleh pencetakan uang mungkin hanya akan berlangsung singkat jika ketegangan geopolitik meningkat menjadi konflik skala besar. Ketidakpastian ini membuat indeks ketakutan dan keserakahan (Fear and Greed Index) saat ini berada di level 29 atau kategori “Fear”. Bagi kamu yang ingin menginvestasikan dana fiat baru, Hayes menyarankan untuk menunggu kejelasan langkah dari otoritas moneter guna menghindari jebakan volatilitas tinggi di zona yang ia sebut sebagai area dilarang berdagang.

Pertumbuhan ekosistem cryptocurrency ke depan akan sangat bergantung pada seberapa cepat stres kredit ini diatasi oleh otoritas keuangan. Hayes melihat bahwa Bitcoin (BTC) tetap menjadi aset lindung nilai terbaik, namun performanya dalam jangka pendek akan tetap tertekan oleh dinamika neraca bank sentral. Kewaspadaan dan kesabaran menjadi kunci utama bagi kamu dalam menavigasi pasar yang penuh tekanan geopolitik dan ekonomi di kuartal kedua tahun 2026 ini.

Baca Juga: 5 Tempat Beli Saham Tesla 2026: Harga Mulai Rp17.131, Cek Cara Mudahnya di Sini!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.