Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $77.900, naik 13,5% selama 30 hari terakhir dan berada di posisi yang nyaman di atas titik terendah bulan Februari.
Jika dilihat dari luar, ini tampak seperti pemulihan yang bersih. Namun, pengamatan lebih dekat pada struktur pantulan (rebound) tersebut—adanya kesenjangan basis biaya (cost-basis gap) antara dua kelompok pemegang aset yang selalu mengawali setiap titik terendah siklus sejak 2015, ditambah dengan lonjakan tajam dalam pembelian pasar spot—secara bersama-sama menceritakan kisah yang berbeda tentang ke mana arah pergerakan selanjutnya.

Pada 23 April 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $77,915 atau setara dengan Rp1.344.560.426, mengalami kenaikan 1,03% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.329.065.494 dan harga tertingginya di Rp1.361.138.123.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp27.033 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 22% menjadi Rp889,77 triliun.
Baca juga: Momentum Altcoin Mulai Meredup? LINK, SOL, ALGO, SEI, & TAO Gagal Menembus Fase Konsolidasi
Bitcoin anjlok 38,21% antara 14 Januari dan 6 Februari, turun dari $97.950 ke $60.529 hanya dalam waktu sekitar tiga minggu. Candle kapitulasi pada tanggal 6 Februari mencetak bar volume hijau terbesar yang terlihat di seluruh grafik multi-bulan tersebut, menandai hari di mana aksi jual panik (panic selling) mencapai puncaknya.
Sejak titik terendah itu, harga merangkak naik di dalam sebuah saluran yang menanjak (ascending channel), sebuah struktur yang sekilas tampak bullish jika dilihat secara terisolasi namun sebenarnya berfungsi sebagai pola korektif ketika terbentuk setelah penurunan yang tajam. Hasil bawaan dari saluran semacam ini adalah kelanjutan dari tren aslinya, yang dalam kasus ini adalah tren turun. Hanya penembusan di atas batas atas saluranlah yang akan mengubah pandangan tersebut.

Volume perdagangan menceritakan kisah yang lebih mengkhawatirkan. Antara 6 Februari dan 21 April, harga memiliki tren naik sementara volume candle hijau justru menunjukkan tren menurun. Setiap level tertinggi baru yang berturut-turut di dalam saluran tersebut dibeli dengan komitmen dolar yang semakin sedikit, relatif terhadap level tertingginya. Pola itu sejalan dengan keyakinan pasar yang memudar, alih-alih sebuah pembalikan arah (reversal) yang berkelanjutan.
Volume yang memudar ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar, apakah reli ini benar-benar bagian dari siklus pemulihan yang sejati atau tidak. Sebuah sinyal on-chain dengan rekam jejak selama 11 tahun memberikan jawaban langsung atas pertanyaan tersebut.
Dua metrik basis biaya on-chain menjelaskan mengapa bear market (pasar turun) ini mungkin belum berakhir, dan jarak di antara keduanyalah yang menjadi peringatannya.
Realized Price (Harga Realisasi) Pemegang Jangka Pendek (STH), yang melacak rata-rata basis biaya dari dompet yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari, berada di angka $81.019.

Realized Price Pemegang Jangka Panjang (LTH), yang melacak dompet yang memegang lebih dari 155 hari, berada di angka $45.625. Selisih (spread) antara kedua kelompok ini saat ini mencapai $35.394, dengan harga STH berada 77% di atas LTH.

Kesenjangan itu sendiri bukanlah peringatannya. Yang terpenting adalah bahwa setiap bear market Bitcoin sejak 2015 baru berakhir hanya setelah selisih ini menyusut tajam, dengan Realized Price STH jatuh ke bawah Realized Price LTH.
Hal ini terjadi pada awal 2015, lalu pada akhir 2018, dan yang terbaru pada pertengahan 2022. Dalam setiap kasus tersebut, persilangan (crossover) ini menandai momen di mana pasokan spekulatif jangka pendek telah sepenuhnya habis, menyisakan pemegang jangka panjang yang memegang kendali atas pasokan yang beredar (float). Pembeli baru kemudian masuk kembali pada basis biaya yang lebih tinggi, membalikkan STH kembali ke atas LTH dan menandakan siklus yang baru.
Baca juga: Prediksi Harga Pi Network: Momentum PI Melemah Meski Smart Contract Meluncur di Testnet
Siklus saat ini belum menghasilkan persilangan tersebut. STH tetap berada 77% di atas LTH meskipun terjadi kejatuhan (crash) pada bulan Februari.

Pembacaan mekanisnya cukup lugas. Pemegang jangka pendek masih memiliki ruang basis biaya untuk melakukan kapitulasi. Rata-rata pembeli baru-baru ini sedang mengalami kerugian (underwater) pada level $81.019 sementara harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar $77.500, namun sebagian besar dari mereka belum membuang asetnya (dumped).
Titik terendah bulan Februari di $60.529 memang tajam tetapi singkat, yang tampaknya belum cukup untuk menekan basis biaya kelompok STH ke bawah LTH. Sampai selisih tersebut tertutup atau berbalik, templat siklus historis ini belum bisa dikatakan selesai.
Jika disatukan dengan divergensi volume yang memudar, grafik harga dan gambaran on-chain ini sama-sama menunjuk ke arah yang sama. Pertanyaan yang tersisa adalah apa yang sebenarnya dilakukan oleh para partisipan pasar spot sementara kelemahan struktural ini masih belum terpecahkan.
Perubahan Posisi Bersih Bursa (Exchange Net Position Change), sebuah metrik Glassnode yang melacak arus bersih harian Bitcoin yang masuk atau keluar dari dompet bursa, telah semakin dalam dan tajam ke wilayah negatif.
Pada tanggal 12 April, angkanya berada di -14.850 BTC, yang berarti terjadi arus keluar bersih (net outflows). Menjelang 21 April, angkanya telah bergerak ke -70.988 BTC, sebuah akselerasi hampir lima kali lipat dalam aktivitas penarikan spot.

Token yang meninggalkan bursa umumnya menandakan akumulasi. Pembeli memindahkan koin ke penyimpanan dingin (cold storage) karena mereka tidak berniat untuk menjualnya dalam jangka pendek. Jika dibaca sendiri, sinyal ini bernada bullish. Mirip seperti pandangan di tingkat permukaan atas saluran yang menanjak (ascending channel).
Namun, jika disandingkan dengan struktur saluran dan kesenjangan biaya pemegang (holder-cost gap), maknanya menjadi berbeda. Pembeli spot melakukan akumulasi secara agresif tepat ketika struktur harga menunjukkan volume yang memudar dan sinyal siklus on-chain memperingatkan bahwa pasokan jangka pendek belum sepenuhnya habis.
Jika batas atas saluran bertahan dan kapitulasi STH pada akhirnya tiba, para akumulator spot saat ini bisa mendapati diri mereka menanggung kerugian (holding bags) dari aset yang dibeli di dekat level tertinggi lokal.
Data tersebut belum mengonfirmasi adanya jebakan, namun faktor-faktor pembentuknya mulai tersusun. Diperlukan sebuah pemicu harga yang jelas untuk menentukan apakah akumulasi tersebut terbukti terlalu dini atau salah.
Dua level harga BTC menentukan hasil akhirnya.
Untuk sisi atas, harga Bitcoin memerlukan penutupan harian di atas $78.240, yang merupakan level referensi swing-high terdekat, diikuti oleh $79.240 pada batas atas saluran. Level $79.240 berada di dekat retracement 50% dari keseluruhan penurunan pada periode Januari hingga Februari.

Penutupan yang meyakinkan di atas level tersebut akan memulihkan setengah dari kerusakan pasar bearish dengan kuat dan mengubah pandangan saluran korektif menjadi pembalikan arah yang sejati. Hasil tersebut akan mematahkan hipotesis STH-LTH dan memvalidasi akumulasi spot yang terlihat pada minggu ini.
Untuk sisi bawah, kegagalan untuk kembali menembus $79.240 akan membuat pengaturan (setup) ini tetap lemah. Batas bawah (floor) pertama berada di $73.499 di dalam saluran, diikuti oleh $69.404 pada level Fibonacci 0,236.
Penurunan di bawah $69.404 akan membuka jalan menuju $63.938 pada level 0,382 dan kembali menjadikan titik terendah Februari di $60.529 sebagai pengujian struktural berikutnya. Di bawah level tersebut, retracement 0,5 di $59.520 akan mulai ikut berperan.
Risiko jangka pendeknya adalah sekitar 5% menuju batas bawah pertama. Risiko strukturalnya, jika persilangan STH-LTH akhirnya benar-benar terjadi, berada lebih dekat ke 22% menuju area terendah bulan Februari.
Untuk saat ini, level $79.240 menjadi pemisah antara pembalikan tren yang terkonfirmasi dengan skenario di mana memudarnya volume reli, kesenjangan siklus yang belum terpecahkan, serta pembelian spot yang agresif secara bersama-sama membentuk jebakan bagi para pembeli yang terlambat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.