Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Di tengah ambisi Indonesia menuju energi terbarukan, satu kenyataan tidak bisa diabaikan: negara ini masih sangat bergantung pada gas alam cair (LNG) sebagai tulang punggung pasokan listrik.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik akan tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun hingga 2034, dengan LNG menjadi andalan utama seiring penurunan pasokan gas pipa domestik. Inilah mengapa gas alam, meski bukan energi terbarukan, tetap memainkan peran krusial sebagai “jembatan” dalam transisi energi Indonesia.
Secara emisi karbon, gas alam menghasilkan sekitar 50% lebih sedikit CO2 dibandingkan batu bara untuk menghasilkan energi yang setara. Karakteristik inilah yang menjadikan gas sebagai pilihan realistis dalam masa transisi, sebelum energi terbarukan seperti surya, angin, dan panas bumi siap beroperasi dalam skala yang cukup untuk menggantikan pembangkit fosil sepenuhnya.
Kementerian ESDM secara eksplisit mengakui bahwa gas masih memegang peran penting di kawasan Asia Pasifik dalam era transisi energi. Lebih dari 60% produksi gas Indonesia saat ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk pembangkit listrik dan industri. Sementara itu, cadangan gas pipa domestik cenderung menurun, membuat ketergantungan pada LNG impor maupun regasifikasi LNG domestik semakin meningkat.
Baca juga: “Harga Batu Bara Hari Ini: Update HBA Terbaru 2026“

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menjadi ujung tombak distribusi LNG di Indonesia. Sepanjang 2026, PGN menargetkan penyerapan 30 kargo LNG melalui FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) Lampung untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Bagian Barat hingga Sumatera. Setiap kargo LNG setara dengan volume gas yang cukup untuk memasok puluhan ribu rumah tangga selama berbulan-bulan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi PGN untuk mendukung transisi energi bersih, sekaligus memastikan keandalan pasokan gas ke industri dan pembangkit listrik yang masih bergantung pada gas pipa domestik yang suplainya terus berkurang. PGN juga telah melakukan penyaluran LNG perdana ke Nusantara Regas pada Januari 2026, menandai ekspansi jaringan distribusi LNG nasional.
Gambaran kebutuhan LNG Indonesia ke depan terlihat dalam proyeksi PLN EPI yang cukup mengejutkan. Dari kebutuhan 103 kargo LNG pada 2026, angka tersebut diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi 214 kargo pada 2034. Pertumbuhan ini sepenuhnya didorong oleh peningkatan kapasitas pembangkit listrik berbasis gas di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan pipa gas yang ada.
Untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan ini, PLN EPI merencanakan pembangunan infrastruktur regasifikasi besar-besaran: sekitar 13 FSRU baru dan hampir 50 unit regasifikasi onshore di 56 lokasi di seluruh nusantara. Dengan infrastruktur baru ini, kapasitas penampungan LNG Indonesia akan ditingkatkan menjadi 1,2 juta m3 LNG dengan kapasitas regasifikasi mendekati 4 miliar kaki kubik per hari.
Baca juga: “10 Top Saham Nikel di Indonesia yang Perlu Diperhatikan Investor“
Dari sisi global, 2026 diprediksi menjadi titik balik untuk pasar LNG internasional. Setelah beberapa tahun dalam kondisi kekurangan pasokan yang mendongkrak harga, pasar LNG global diperkirakan akan beralih ke kondisi pasokan yang lebih melimpah pada 2026, dengan kenaikan pasokan global sekitar 10%. Kondisi ini menguntungkan importir LNG seperti Indonesia karena berpotensi menekan harga kontrak jangka panjang maupun spot.
Badak LNG di Bontang, sebagai salah satu fasilitas LNG terbesar di dunia, juga aktif mengoptimalkan bisnisnya menghadapi era transisi energi dengan menyerap pasokan gas baru dan menjajaki peluang diversifikasi. Sementara itu, Bali yang awalnya berencana mempercepat transisi ke energi terbarukan justru memilih mengembangkan pembangkit gas alam baru sebagai solusi praktis jangka menengah.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.