Bitcoin (BTC) Berpotensi Tembus $70.000 Jika The Fed Tahan Suku Bunga: Analisa Pakar Keuangan

Di-update
July 14, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pasar aset kripto kembali menjadi sorotan setelah seorang investor makro kawakan, Jordi Visser, mengungkapkan potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) hingga $70.000. Menurut Visser, sinyal teknikal terbaru menunjukkan adanya peluang besar bagi Bitcoin (BTC) untuk bangkit, terutama jika bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Fenomena ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar yang selama beberapa bulan terakhir melihat volatilitas tinggi di pasar kripto. Dengan semakin dekatnya keputusan The Fed, ekspektasi terhadap pergerakan harga Bitcoin (BTC) pun kian memanas.

RSI Divergence: Sinyal Kuat untuk Rebound Harga Bitcoin (BTC)

Jordi Visser menyoroti munculnya bullish RSI divergence pada grafik 4 jam Bitcoin (BTC), yang menjadi sinyal teknikal pertama sejak akhir tahun lalu. Pada saat harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level $60.000 dan mencetak titik terendah baru, indikator RSI justru menunjukkan posisi yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya.

Menurut Visser, kondisi ini membuka peluang bagi para trader untuk kembali masuk ke pasar, dengan strategi membeli saat harga kembali di atas $60.000 dan menetapkan batas kerugian di bawah level terendah terakhir. Ia menegaskan bahwa sinyal ini mengubah pandangannya terhadap prospek Bitcoin (BTC) dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, Visser juga mengaitkan analisisnya dengan teori Elliott Wave, yang memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) saat ini berada di kisaran bawah untuk tahun ini. Meski tidak menutup kemungkinan harga turun ke $50.000 atau bahkan $45.000, ia tetap optimis bahwa dalam jangka waktu satu tahun ke depan, Bitcoin (BTC) bisa melampaui $100.000.

Bagi Visser, perbedaan harga beli di kisaran $60.000 tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan potensi keuntungan jangka panjang. Keyakinan ini didasari oleh kekuatan fundamental dan tren teknikal yang mendukung pemulihan harga.

Perpindahan Modal ke Saham AI, Kripto Sempat Tersisih

Visser mengakui bahwa dirinya sempat meremehkan besarnya arus modal yang berpindah dari aset kripto ke saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan saham Micron yang melonjak hingga dua puluh kali lipat, sebuah pencapaian luar biasa untuk perusahaan besar di sektor teknologi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa investor institusi lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki eksposur terhadap AI, sementara startup yang tidak memiliki keterkaitan dengan AI kesulitan menarik minat pasar selama setahun terakhir. Pergeseran fokus ini terjadi bersamaan dengan peluncuran Opus 4.5 pada Oktober dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Pada akhir September, pasar sempat memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga hingga 150 basis poin, namun ekspektasi tersebut berubah drastis menjadi kemungkinan kenaikan suku bunga. Hal ini menyebabkan volatilitas di pasar kripto semakin tinggi, karena investor mencari kepastian arah kebijakan moneter.

Visser menilai bahwa momentum ini membuat Bitcoin (BTC) sempat kehilangan daya tariknya, namun peluang rebound tetap terbuka lebar jika sentimen pasar kembali positif. Dengan demikian, pergerakan modal antara sektor AI dan kripto menjadi faktor penting yang memengaruhi harga Bitcoin (BTC) saat ini.

Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Bitcoin (BTC) Selanjutnya

Menurut Visser, peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada 29 Juli mendatang berada di kisaran 35 hingga 40 persen. Namun, ia meyakini bahwa para pengambil kebijakan sebenarnya tidak ingin menaikkan suku bunga, terutama setelah munculnya pernyataan dari pejabat The Fed yang menyebutkan bahwa AI dapat menyebabkan lonjakan inflasi jangka pendek, diikuti tren deflasi dalam jangka panjang.

Jika The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, Visser memperkirakan Bitcoin (BTC) akan menembus level $70.000, seiring dengan pasar yang mulai menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Selain itu, Visser juga menyoroti pidato terbaru Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menegaskan bahwa aset digital dan stablecoin seperti Tether (USDT) serta Ethereum (ETH) semakin menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah membentuk ulang peran Amerika Serikat di kancah keuangan global.

Dukungan kebijakan terhadap ekosistem kripto dapat menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya. Dengan demikian, keputusan The Fed dan arah kebijakan pemerintah AS akan sangat menentukan masa depan pasar kripto dalam waktu dekat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca
.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.