9 Perbedaan Trading Forex dan Crypto

Update 27 Jan 2023 ‚ÄĘ Waktu Baca 7 Menit
Gambar 9 Perbedaan Trading Forex dan Crypto
Reading Time: 7 minutes

Sebagai instrumen aset investasi berisiko, kini crypto semakin populer dan menjadi mainstream. Aset crypto yang memiliki pergerakan harga sangat fluktuatif membuatnya menjadi lirikan para traders.

Hal ini jauh berbeda dengan forex atau foreign currency and exchange yang juga dianggap sebagai salah satu aset investasi berisiko. Pergerakan harga forex jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan aset crypto seiring nilai tukar mata uang tidak banyak mengalami perubahan signifikan.

Namun, di luar perbedaan pergerakan harga, forex dan crypto mempunyai beberapa perbedaan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara forex dan crypto.

block-heading joli-heading" id="ringkasan-artikel">Ringkasan Artikel

  • ūüíį Sama-sama sebagai instrumen investasi yang berisiko, forex dan crypto merupakan dua aset yang berbeda. Forex merupakan pertukaran mata uang asing, sementara crypto merupakan mata uang digital terdesentarlisasi.
  • ‚ö†ÔłŹ Perbedaan forex dan crypto terletak pada jumlah aset, volatilitas, profit, risiko, likuiditas, jam perdagangan, keamanan, dan regulasi.
  • ūüĒÄ Dalam hal investasi dan trading, baik forex maupun crypto traders mengandalkan pergerakan harga masing-masing aset. Namun, dengan aset crypto, investor bisa mendapatkan keuntungan selain dari aksi jual-beli. Mereka bisa juga mendapatkan keuntungan melalui mining, airdrops, staking, hingga lending.
  • ūüĒĄ Forex dan crypto juga mempunyai kesamaan, yakni pergerakan harganya dipengaruhi oleh kondisi supply-demand.

Perbedaan Forex dan Crypto

Secara definisi dan aset yang diperdagangkan, forex dan crypto mempunyai perbedaan yang cukup mendasar. Forex adalah singkatan dari foreign currency dan exchange atau pertukaran mata uang asing. Sementara crypto adalah mata uang digital terdesentralisasi yang dapat berfungsi untuk menyimpan nilai.

Lantas apa perbedaan forex dan crypto? Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara forex dan crypto.

1. Aspek Fundamental

Dalam mengukur aspek fundamental antara forex dan crypto, analisa yang dilakukan akan berbeda. Pada forex, analisis fundamental akan melibatkan data-data ekonomi sebuah negara untuk melihat seperti apa pertumbuhan ekonomi negara tersebut dibanding pasangan mata uang negara yang dipilih. Selain itu, sentimen politik juga punya peran penting dalam memengaruhi nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya.

Berbeda dengan forex, analisis fundamental pada aset crypto dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti dasar kegunaan aset kripto tersebut, berapa banyak orang yang menggunakannya dan juga tim di balik pembuatan aset tersebut.

Namun, baik forex dan crypto, pergerakan harga keduanya sama-sama dipengaruhi oleh faktor supply-demand. Jadi, ketika terdapat lebih banyak pembeli ketimbang penjual, harganya akan bergerak menguat. Sementara ketika terjadi lebih banyak penjual ketimbang pembeli, maka harganya akan mengalami penurunan.

Mau tahu cara melakukan analisa fundamental pada aset crypto? Baca artikel berikut untuk mengetahui caranya.

2. Jumlah Aset

Dalam trading forex, para traders biasanya berfokus pada pasangan mata uang utama. Perhatikan tabel di bawah ini, pasangan mata uang yang berwarna tebal merupakan mata uang utama dalam pasar forex. Namun, selain 21 pasangan mata uang tersebut, para trader juga bisa melakukan trading mata uang eksotis, yakni pasangan antara mata uang utama dengan mata uang dari negara berkembang.

USDEURGBPJPYCADAUDNZD
USDEUR/USDGBP/USDUSD/JPYUSD/CADAUD/USDNZD/USD
EUREUR/USDEUR/GBPEUR/JPYEUR/AUDEUR/AUDEUR/NZD
GBPGBP/USDUER/GBPGBP/PYGBP/CADGBP/AUDGBP/NZD
JPYUSD/JPYEUR/JPYGBP/JPYCAD/JPYAUD/JPYNZD/JPY
CADUSD/CADEUR/CADGBP/CADCAD/JPYAUD/CADNZD/CAD
AUDAUD/USDEUR/AUDGBP/AUDAUD/JPYAUD/CADAUD/NZD
NZDNZD/USDEUR/NZDGBP/NZDNZD/JPYNZD/CADNZD/AUD

Sementara untuk crypto, jumlah aset yang diperdagangkan jauh lebih banyak lagi. Berdasarkan CoinMarketCap, saat ini setidaknya terdapat 22.349 aset crypto. Dari sekian banyaknya aset crypto, beberapa aset populer seperti BTC, ETH, SOL, ADA, DOGE, dan MATIC jadi yang paling aktif ditransaksikan. Namun di luar aset populer tersebut, masih terdapat altcoin lain yang bahkan hanya diketahui oleh hard-core crypto enthusiast.

Dengan demikian, pasar crypto menyajikan berbagai pilihan aset untuk ditransaksikan. Dari yang mulai pergerakannya cenderung tidak fluktuatif, hingga yang paling fluktuatif. Sementara dari pasar forex, jumlah pasangan mata uangnya yang bisa diperdagangkan jauh lebih sedikit dibandingkan pasar crypto. Dari sisi pergerakan harganya, forex cenderung lebih stabil.

Bingung mau pilih aset crypto yang mana untuk dibeli? Artikel berikut bisa membantu kamu dalam memilih aset crypto.

3. Volatilitas

Bicara soal pergerakan harga, faktor pembeda antara forex dan crypto adalah volatilitas. Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya pergerakan aset crypto sangat fluktuatif. Bitcoin misalnya, setelah berada di level all time high US$ 68.990, kemudian harganya turun ke kisaran US$ 30.000. Tak selang berapa lama kembali turun ke US$ 15.000. Sementara baru-baru ini harganya sudah kembali naik ke US$ 22.000. Bahkan, aset crypto selain Bitcoin bisa saja punya pergerakan harga naik-turun yang lebih tajam.

Volatilitas menjadi faktor perbedaan forex dan crypto
Perbandingan volatilitas antara Bitcoin (crypto) dengan EUR/USD (forex). Sumber: Bybit

Pergerakan yang sangat fluktuatif tersebut sangat jarang terjadi di pasar forex. Jika sekalipun terjadi, biasanya hanya pada pasangan mata uang eksotis. Hal tersebut baru bisa terjadi jika ada guncangan sentimen ekonomi yang bersifat luar biasa. Dengan demikian, dapat dibilang pergerakan harga di pasar forex jauh lebih stabil dibandingkan dengan pasar crypto. Hal ini membuat pengaturan risiko di pasar forex bisa jauh lebih terukur. Walaupun, dari sisi potensi keuntungan yang didapat, pasar crypto menawarkan peluang yang lebih besar.

Melakukan diversifikasi bisa menjadi salah satu cara menghadapi volatilitas pasar crypto. Artikel berikut bisa membantu kamu melakukan diversifikasi.

4. Profit

Dalam mendapatkan keuntungan, baik forex maupun crypto mengandalkan pergerakan harga masing-masing aset. Namun, potensi keuntungan yang didapat bisa berbeda signifikan. Dalam dunia crypto, keuntungan puluhan, ratusan, bahkan ribuan persen dapat dicapai. Sementara di dunia forex, keuntungannya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan aset crypto.

Di satu sisi, aset crypto juga mempunyai perbedaan dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan forex. Pasalnya, melalui crypto, investor bisa mendapatkan keuntungan selain dari aksi jual-beli. Mereka bisa mendapatkan keuntungan melalui mining, airdrops, staking, hingga lending.

Sementara di forex, keuntungan yang didapat hanya diperoleh dari selisih antara jual-beli. Kendati begitu, keuntungan yang diperoleh dari forex sebenarnya bisa jauh lebih signifikan. Hal ini dikarenakan, trading forex menawarkan leverage yang jauh lebih besar dibanding crypto. Walau demikian, tingginya tingkat leverage berbanding lurus dengan risikonya.

5. Risiko

Bicara soal risiko, semakin tinggi keuntungan yang bisa didapat dari sebuah aset, maka akan semakin tinggi juga risikonya. Crypto misalnya, harganya sangat mungkin mengalami koreksi besar dalam waktu sesaat. Bahkan, jika ada aset crypto yang secara fundamental dan proyeknya bermasalah, harganya bisa menyusut hampir 100%.

Lantas, apakah forex yang harganya jauh lebih stabil punya risiko yang rendah? Jawabannya belum tentu. Forex juga terbilang mempunyai risiko dan potensi kerugian yang besar. Namun, penyebabnya bukan datang dari harganya yang turun drastis, melainkan faktor leverage. Adapun, leverage merupakan dana pinjaman yang digunakan untuk mendongkrak keuntungan dari trading.

Di dunia Forex, leverage dimulai dari 1:100 sampai 1:1.000. Sementara di pasar crypto, leverage yang diberikan lebih kecil. Misalnya untuk Bitcoin, umumnya leverage hanya pada kisaran 1:2 sampai 1:20.

Namun, leverage ini ibarat pisau bermata dua. Jika salah mengambil keputusan ketika menggunakan leverage, maka kerugian yang dialami akan jauh lebih besar. Sesuai dengan rasio leverage yang digunakan. Itulah mengapa pada trading forex, kerugian yang diakibatkan leverage bisa jauh lebih besar dibanding leverage pada trading crypto.

Jangan lewatkan prediksi kondisi pasar crypto sepanjang 2023 dalam artikel berikut.

6. Likuiditas

Perbedaan lain antara forex dan crypto adalah faktor likuiditas. Saat ini, pasar forex mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibanding pasar crypto. Pada 2022 misalnya, berdasarkan data Bank for International Settlement, perdagangan harian forex mencapai US$ 7,51 triliun. Sementara dari sisi kapitalisasi pasar, diperkirakan forex mempunyai nilai kapitalisasi hingga US$ 2.409 kuadrilliun pada 2021 silam.

Volume trading harian menjadi faktor perbedaan forex dan crypto
Jumlah perdagangan harian forex mencapai US$ 7,51 triliun pada 2022 lalu. Sumber: Bank for International Settlement.

Sementara untuk pasar crypto, mengingat sifatnya yang terdesentralisasi, cukup sulit untuk mendapatkan angka yang absolut. Namun, biasanya volume perdagangan harian pasar crypto hanya sekitar US$ 100 miliar ‚Äď US$ 200 miliar. Bahkan, pada saat puncak bull run di Mei 2021, angkanya hanya menyentuh US$ 500 miliar. Sementara dari sisi kapitalisasi, pada puncak bull run lalu, pasar crypto mempunyai nilai kapitalisasi sebesar US$ 2.91 triliun.

Perbedaan Trading Forex dan Crypto
Kapitalisasi pasar crypto mencapai level tertingginya pada Mei 2021 yakni sebesar US$ 2.91 triliun. Sumber: CoinMarketCap.

Seiring likuiditas pasar forex yang jauh lebih besar, transaksi dengan jumlah besar akan lebih mudah dilakukan. Trader tak perlu khawatir karena akan besarnya pasar berarti trader bisa menjual atau membeli sesuai dengan harga yang diharapkan. Sementara untuk pasar crypto, kasusnya cukup berbeda. Untuk aset besar dan populer seperti Bitcoin dan Ethereum, melakukan aksi beli-jual memang akan cenderung lebih mudah karena likuiditasnya yang cukup baik. Tapi untuk aset-aset lain, menjual dengan harga yang diinginkan akan cenderung lebih sulit dilakukan.

7. Jam perdagangan

Jam perdagangan juga menjadi salah satu perbedaan antara forex dan crypto. Pada pasar crypto, seluruh transaksi bisa dilakukan kapanpun. Hal ini dikarenakan pasar crypto buka selama 24 jam nonstop dan tidak mengenal hari libur.

Sementara untuk pasar forex, meskipun perdagangan bisa dilakukan selama 24 jam, namun pasar hanya buka pada hari Senin ‚Äď Jumat saja. Beberapa pialang mungkin tetap buka selama akhir pekan. Hanya saja, transaksi pada akhirnya sebatas dilakukan dengan pialang tersebut saja, tidak ada pelaku pasar lainnya.

8. Keamanan

Dari sisi keamanan, forex dan crypto mempunyai posisi yang berbeda. Risiko dari forex adalah kerugian akibat penurunan harga. Sementara di crypto, selain risiko harga, terdapat juga risiko scam dan rug pull. Jika bertemu dengan developer token crypto yang tidak bertanggung jawab, bisa saja aset yang sudah dibeli akan kehilangan nilainya.

Lain halnya dengan forex yang setiap mata uangnya dijamin oleh masing-masing bank sentral. Dengan demikian, tidak mungkin sebuah mata uang berujung pada scam atau rugpull. Namun, baik forex dan crypto sama-sama terdapat risiko keamanan berupa pialang atau exchange yang tidak bertanggung jawab.

Cari tahu jenis-jenis penipuan crypto dan cara menghindarinya dalam artikel berikut.

9. Regulasi

Masih berkaitan dengan aspek keamanan, sisi regulasi juga membedakan antara forex dan crypto. Di setiap negara, trading forex sudah diawasi dan diregulasi oleh pihak yang berwenang. Berbeda halnya dengan pasar crypto di mana sikap setiap negara bisa berbeda-beda. Ada negara yang meregulasi crypto, ada yang cenderung netral, hingga yang melarang keberadaan crypto.

Di Indonesia, baik crypto dan forex sudah sama-sama legal dan diregulasi oleh pemerintah. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menjadi pihak berwenang yang mengatur dan mengawasi perdagangan forex dan crypto.

Persamaan Forex dan Crypto

Seiring pergerakan harga keduanya dipengaruhi oleh faktor supply-demand, maka trader maupun investor juga bisa menggunakan teknik analisa teknikal yang sama. Pada dasarnya, pola-pola pergerakan chart dari forex maupun crypto mempunyai mekanisme yang sama. Jadi, setiap trader crypto yang sudah bisa melakukan analisa teknikal, akan dapat mudah beradaptasi dan melakukan trading forex. Begitupun sebaliknya.

Investasi Crypto di Pintu

Setelah mengetahui perbedaan antara forex dan crypto, mungkin kamu tertarik untuk mencoba membeli aset crypto. Di Pintu, kamu bisa melakukan pembelian aset crypto seperti BTC, BNB, ETH, dan yang lainnya secara aman dan mudah. Aplikasi Pintu kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu.

Ayo download aplikasi cryptocurrency Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Bybit Learn. Forex vs. Crypto Trading: Which Should You Choose? Bybit, diakses pada 24 Januari 2022.

Vladimir Zernov, Cryptocurrency vs Forex Market ‚Äď Similarities and Differences, Yahoo Finance, diakses pada 24 Januari 2022.

James Chen, Forex Trading: A Beginner’s Guide, Investopedia, diakses pada 24 Januari 2022.

Penulis:Hikma Dirgantara

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan