Anggaran Berimbang vs Tidak Berimbang: Kebijakan dan Prinsipnya

Updated
October 7, 2023
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Anggaran Berimbang vs Tidak Berimbang: Kebijakan dan Prinsipnya
Reading Time: 2 minutes

Dalam dunia ekonomi, terdapat berbagai jenis kebijakan anggaran. Salah satu yang paling terkenal adalah anggaran berimbang. Simak selengkapnya mengenai perbedaan anggaran berimbang dan tidak berimbang dalam artikel berikut ini!

Kebijakan Anggaran Berimbang dan Tidak Berimbang

Apa itu Anggaran Berimbang?

Anggaran berimbang adalah anggaran di mana total pendapatan sama dengan total pengeluaran. Dalam konteks ini, tidak ada defisit atau surplus. Ini sering dianggap sebagai pendekatan yang aman dan konservatif, terutama dalam dunia trading dan investasi.

Sementara itu, dikenal juga istilah anggaran berimbang dan dinamis. Pada dasarnya, anggaran berimbang dan dinamis adalah jenis anggaran yang menggabungkan prinsip-prinsip dari kedua jenis anggaran di atas. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sambil memastikan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Anggaran dan Contohnya?

Apa itu Anggaran Tidak Berimbang?

Sebaliknya, anggaran tidak berimbang adalah ketika terdapat ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Ini bisa berarti defisit atau surplus. Dalam dunia trading, pendekatan ini mungkin dianggap lebih berisiko tetapi dapat memberikan peluang investasi yang lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Anggaran Berimbang

anggaran berimbang adalah
  • Kelebihan:
    1. Stabilitas Keuangan: Anggaran berimbang memastikan bahwa tidak ada defisit yang dapat mengganggu stabilitas keuangan.
    2. Pendekatan Konservatif: Ini memberikan rasa aman bagi investor dan trader.
    3. Mencegah Utang Berlebihan: Dengan pendapatan yang seimbang dengan pengeluaran, risiko mengambil utang berlebihan berkurang.
  • Kekurangan:
    1. Kurang Fleksibel: Terkadang, kesempatan investasi memerlukan investasi awal yang besar yang mungkin tidak memungkinkan dengan anggaran berimbang.
    2. Peluang Terbatas: Dapat membatasi peluang investasi yang memerlukan dana lebih.
    3. Kurang Responsif terhadap Perubahan: Dalam situasi pasar yang berubah cepat, anggaran berimbang mungkin tidak cukup cepat untuk beradaptasi.

Baca juga: Mengenal Apa itu RAB dan Cara Menghitungnya

Dampak Penyusunan Tipe Anggaran Berimbang

  • Dampak Positif:
    1. Kepercayaan Investor: Investor cenderung lebih percaya pada entitas dengan anggaran berimbang karena menunjukkan stabilitas keuangan.
    2. Pertumbuhan Berkelanjutan: Dengan pengelolaan keuangan yang baik, pertumbuhan jangka panjang lebih mungkin terjadi.
    3. Pencegahan Krisis Keuangan: Risiko krisis keuangan berkurang dengan pendekatan anggaran yang seimbang.
  • Dampak Negatif:
    1. Keterbatasan dalam Ekspansi: Mungkin sulit untuk memperluas bisnis atau investasi tanpa dana tambahan.
    2. Kurangnya Adaptabilitas: Dalam pasar yang volatil, anggaran berimbang mungkin tidak memberikan fleksibilitas yang cukup.
    3. Peluang Terlewat: Kesempatan investasi yang memerlukan dana besar mungkin terlewat.

Memahami konsep anggaran berimbang dan tidak berimbang sangat penting, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia finansial dan ekonomi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kamu bisa menemukan informasi lainnya seputar keuangan di Pintu Blog! Pintu adalah aplikasi crypto yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja. Download Pintu sekarang!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->