Apa itu Crypto Winter dan Akankah Terjadi Lagi? Ini Pendapat Para Ahli!

Updated
January 7, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa itu Crypto Winter dan Akankah Terjadi Lagi? Ini Pendapat Para Ahli!
Reading Time: 4 minutes

Istilah crypto winter seringkali muncul di media sosial dan komunitas crypto, terutama ketika pasar crypto sedang dalam kondisi yang kurang baik. Apa itu crypto winter dan akankah fenomena ini terjadi di waktu dekat nanti? Simak penjelasan para ahli dalam artikel berikut ini!

Apa itu Crypto Winter?

gambar crypto winter
(telemediaonline.co.uk)

Crypto winter adalah istilah di dunia crypto untuk menyebut kondisi berkepanjangan ketika berbagai aset crypto mengalami penurunan harga yang signifikan di bawah tren bullish normal. Brian Newar dari Cointelegraph menyebutkan bahwa istlah crypto winter mulai muncul ketika terjadi bear market berkepanjangan pada tahun 2018 hingga 2019 lalu

Co-founder dan mantan CEO bursa exchange BTCC, Bobby Lee, mengungkapkan bahwa selama masa crypto winter, nilai aset crypto seperti Bitcoin bisa turun hingga 80%- 90% dari harga puncak sebelumnya.

Berapa Lama Crypto Winter Berlangsung?

apa itu crypto winter
(startupmindset.com)

Crypto winter adalah fenomena yang berlangsung dalam rentang waktu yang relatif lama. Dalam wawancara bersama CNBC “Squawk Box Asia”, Bobby Lee menyebut bahwa periode crypto winter bisa berlangsung selama dua sampai tiga tahun.

Selama crypto winter 2018, banyak proyek-proyek crypto yang mengalami performa yang mengecewakan. Hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah transaksi di pasar crypto selama tahun 2018-2019.

Meskipun begitu, Michael J. Casey dari Coindesk justru menyebut periode tersebut menjadi pendorong untuk pengembangan teknologi dan inovasi proyek baru di ekosistem crypto. Beberapa contoh proyek baru yang tercipta pada saat itu adalah proyek perintis game NFT CryptoKitties dan token MakerDAO yang melahirkan revolusi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Kapan Crypto Winter Pernah Terjadi?

Bobby Lee menyebutkan bahwa siklus pasar mega bull terjadi tiap empat tahun sekali dan biasanya diikuti dengan periode crypto winter seperti yang terjadi di tahun 2013 dan 2017 lalu.

Crypto Crash 2013-2014

sejarah crypto winter 2013
(bullsoncryptostreet.com)

Crypto crash 2013 adalah salah satu periode downtrend harga Bitcoin yang terjadi dalam rentang waktu yang panjang. Ketika itu, harga Bitcoin meningkat drastis dari $13 di awal 2013 menjadi $1200 di akhir 2013.

Namun setelahnya, harga Bitcoin mengalami penurunan drastis hingga di bawah $300 dan membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk bisa kembali ke harga $1200 yang pernah dicapai sebelumnya di tahun 2013.

Ketika itu, istilah crypto winter memang belum ditemukan. Namun, terdapat pola yang serupa dengan crypto winter yang terjadi di tahun 2017-2018.

Crypto Winter 2017-2018

crypto winter 2018
(bullsoncryptostreet.com)

Istilah Crypto winter pertama kali muncul pada tahun 2018. Ketika itu, harga Bitcoin turun drastis ke angka di bawah $8000 setelah sebelumnya sempat melonjak ke angka $20.000 pada akhir 2017.

Selama crypto winter 2018, Michael J. Casey melaporkan bahwa harga Bitcoin turun sekitar 75% dari level harga tertingginya, harga Ether turun sekitar 90%, dan kapitalisasi pasar crypto keseluruhan turun hingga 80%-nya.

Akankah Crypto Winter Terjadi di 2021 dan 2022?

Penurunan harga Bitcoin hingga mencapai angka $30.000 pada bulan Juni 2021 membuat banyak orang percaya bahwa fenomena ini adalah awal baru dari crypto winter. Pasalnya, hanya dalam waktu dua bulan, harga Bitcoin telah merosot hampir 50% setelah mencapai angka $64.863 pada awal April 2021 lalu.

Namun, Jason Deane, analis pasar finansial dan cryptocurrency di Quantum Economics dan ahli lainnya menyangkal tentang prediksi crypto winter yang diperkirakan terjadi pada 2021 dan 2022. Ia menyatakan bahwa investor tidak perlu bereaksi berlebihan pada penurunan harga Bitcoin jangka pendek, sebab tren harga tersebut akan membaik dalam beberapa waktu ke depan.

Mati Greenspan, manajer portofolio dan pendiri Quantum Economics, menambahkan bahwa crypto winter diperkirakan tidak akan terjadi lagi di masa depan. Pasalnya, industri crypto telah mengalami peningkatan yang masif dari segi utilitas, adopsi, diversifikasi, dan keamanan blockchain jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2014 atau 2018.

CTO dari QuikNode yang menyediakan infrastruktur blockchain juga berpendapat bahwa harga aset crypto selama beberapa tahun ke depan akan relatif stabil dan mengikuti pola sebelumnya. Harga crypto akan naik lebih tinggi dari level harga tertinggi sebelumnya dan menjadi harga normal baru selama beberapa tahun setelahnya.

Demikian pembahasan mengenai apa itu crypto winter. Buat kamu yang tertarik untuk berinvestasi dan trading crypto secara mudah, download Pintu, aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di BAPPEBTI! Di Pintu, berbagai aset crypto bisa kamu miliki mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Selamat berinvestasi!

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->