Apa itu DeFi (Decentralized Finance)?

April 13, 2022
Combined Shape 2
5 Menit
Bagikan
Gambar Apa itu DeFi (Decentralized Finance)?
Reading Time: 5 minutes

Ringkasan Artikel

  • ūüĒó Apa itu DeFi? DeFi adalah ekosistem aplikasi keuangan berbasis blockchain yang dapat beroperasi tanpa otoritas pusat seperti bank atau institusi keuangan lainnya.
  • ūüĎ®‚ÄćūüíĽ Jika sebelumnya layanan keuangan bergantung pada lembaga seperti bank untuk bertindak sebagai perantara, dengan DeFi, fungsi perantara dilakukan oleh kode yang tertulis pada smart contract.
  • ūüíĶ Dengan DeFi, biaya menggunakan layanan keuangan berkurang secara signifikan, dan pada akhirnya membuka pintu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan.

Pengertian DeFi

Decentralized Finance atau yang disingkat dengan DeFi adalah ekosistem aplikasi keuangan berbasis blockchain yang dapat beroperasi tanpa otoritas pusat seperti bank atau institusi keuangan lainnya.

Saat ini, hampir setiap layanan keuangan termasuk tabungan, pinjam meminjam, asuransi, dan pasar saham masih dikelola oleh sistem terpusat. Maksudnya, kita harus memiliki rekening bank atau akses ke institusi keuangan untuk dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan.

Padahal, pada kenyataannya masih sangat banyak orang yang belum memiliki rekening bank dan akses ke layanan keuangan. Sementara akses ke layanan keuangan terbukti membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan ditemukannya teknologi blockchain Bitcoin, orang kini dapat melakukan transfer aset kripto ke berbagai belahan dunia lain tanpa harus memiliki rekening bank. Bagaimana jika teknologi blockchain digunakan untuk membangun berbagai layanan keuangan terdesentralisasi yang tidak hanya terbatas pada pengiriman dan penerimaan cryptocurrency? Di sini lah perkembangan DeFi memegang peranan penting.

Bagaimana cara kerja DeFi?

cara kerja defi

Dibangunnya berbagai aplikasi DeFi pada dasarnya diawali oleh penemuan blockchain Ethereum dengan teknologi smart contract-nya. Smart contract adalah sebutan untuk program komputer yang ditulis di atas blockchain Ethereum.

Ketika suatu kondisi tertentu yang tertera di dalam program terpenuhi, smart contract menjalankan perintah yang telah terprogram secara otomatis, baik itu untuk transfer token antara alamat Ethereum, atau melakukan transaksi jenis lainnya.

Dengan teknologi smart contract, blockchain Ethereum memungkinkan tingkat pemrograman yang lebih kompleks, memberi developer kebebasan untuk bereksperimen dengan kode mereka sendiri dan membuat aplikasi yang disebut sebagai Decentralized Applications (DApps). DeFi pada dasarnya adalah DApps yang berfokus untuk membuat layanan keuangan tradisional menjadi terdesentralisasi.

Jika sebelumnya layanan keuangan bergantung pada lembaga seperti bank yang bertindak sebagai perantara, dengan DeFi, semua proses transaksi dilakukan oleh kode yang tertulis pada smart contract. Kode aplikasi DeFi pada umumnya transparan dan open-source, di mana semua pengguna dapat memverifikasi kode aplikasi sendiri. Dengan demikian, pengguna dapat memiliki kendali penuh atas dana mereka.

Banyak aplikasi DeFi sudah tersedia saat ini dengan layanan mulai dari mendepositokan aset kripto dan mendapatkan bunga, mengambil pinjaman, dan lain sebagainya.

Baca juga: Apa itu Ethereum?

Apa Manfaat DeFi?

Keunggulan utama dari hadirnya ekosistem DeFi adalah kemudahan akses bagi setiap orang untuk memanfaatkan layanan keuangan apa pun. Sistem keuangan tradisional bergantung pada lembaga penengah seperti bank yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan.

Hal ini menyebabkan layanan keuangan tidak selalu dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan DeFi, biaya menggunakan layanan keuangan berkurang secara signifikan, dan pada akhirnya membuka pintu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan.

Penemuan-penemuan aplikasi DeFi pada dasarnya mendorong terwujudnya inklusi keuangan, atau kondisi yang memungkinkan setiap orang untuk mempunyai akses dalam memanfaatkan produk atau layanan jasa keuangan. Hal ini dibutuhkan karena inklusi keuangan telah terbukti dapat membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apa saja contoh aplikasi DeFi?

Perkembangan DeFi yang sangat pesat sangat menarik untuk disimak lebih lanjut. Untuk memahami lebih dalam apa itu DeFi dan bagaimana teknologinya sudah banyak digunakan saat ini, berikut adalah beberapa contohnya:

DEXs

contoh aplikasi DeFi

Decentralized exchange (DEXs) adalah aplikasi yang memfasilitasi transaksi penukaran satu token dengan token lainnya menggunakan teknologi smart contract. Salah satu contoh DEXs yang dibangun di atas Ethereum dan paling populer saat ini adalah Uniswap dan Sushiswap.

Dengan DEXs, kamu dapat melakukan penukaran ETH dengan token ERC-20 ataupun sebaliknya, dan juga penukaran antar token ERC-20. Token apa pun dapat ditukarkan selama mengikuti standar token ERC-20.

DEX juga ada di blockchain yang bukan Ethereum, contohnya PancakeSwap. Aplikasi ini dibangun di atas blockchain Binance Smart Chain dengan BNB (Binance Coin) sebagai mata uangnya. Sama seperti protokol Uniswap, PancakeSwap memungkinkan penggunanya untuk bertukar aset kripto.

Kalau kamu ingin tahu harga crypto hari ini termasuk token-token defi, bisa cek di link ini.

Pinjam meminjam aset kripto

Salah satu aplikasi DeFi yang juga sudah banyak digunakan saat ini adalah AAVE dan Compound, aplikasi pinjam meminjam berbasis blockchain Ethereum. Dengan AAVE dan Compound, kamu dapat mendepositkan aset kripto untuk mendapat bunga, dan juga meminjam aset kripto lainnya.

Untuk menggunakan kedua aplikasi tersebut, kamu cukup membutuhkan dompet Ethereum dan sejumlah dana dalam bentuk ETH atau token ERC-20. Dengan adanya AAVE atau Compound, siapa pun dapat melakukan pinjam meminjam aset tanpa bank atau institusi keuangan lainnya.

Manajemen Aset

Salah satu aplikasi DeFi yang juga tengah populer saat ini adalah Yearn Finance. Diluncurkan pada awal tahun 2020, Yearn Finance adalah sebuah aplikasi aggregator yield berbasis blockchain Ethereum, yang berguna untuk menghasilkan return atau interest dari aset kripto yang diinvestasikan oleh penggunanya.

Pengguna dapat mendepositokan suatu aset ke dalam vault Yearn Finance, dan masing-masing vault ini menggunakan berbagai strategi untuk menghasilkan bunga dari aset yang didepositkan.

Baca juga: Apa Itu Proof of Stake (PoS)?

Bagaimana cara mulai menggunakan DeFi?

Pertama, kamu harus memiliki wallet Ethereum yang dapat berinteraksi dengan dApps. Salah satu wallet yang umum digunakan adalah MetaMask.

Kedua, kamu harus memiliki cukup ETH pada wallet tersebut agar dapat melakukan transaksi pada protokol DeFi yang kamu ingin gunakan. Saat ini, sebagian besar protokol DeFi dibangun di atas blockchain Ethereum, jadi kamu harus membeli ETH atau koin ERC-20 untuk menggunakannya. Namun, seperti yang dijelaskan di atas, sudah banyak pilihan aplikasi DeFi yang menggunakan blockchain Binance Smart Chain yang menggunakan BNB sebagai mata uangnya.

Terakhir, jangan lupa juga untuk mempelajari terlebih dahulu aplikasi yang ingin kamu gunakan sebelum kamu membeli token dan melakukan transaksi di aplikasi tersebut. Jika kamu sudah menentukan pilihan, kamu bisa mulai beli aset kripto pilihanmu di Pintu. Yuk, download aplikasinya di sini.

Perkembangan DeFi sangatlah cepat

perkembangan DeFi
Sumber: DEFIPULSE, https://defipulse.com

Penggunaan DeFi sudah mulai populer sejak tahun 2017, namun perkembangan DeFi melesat sangat cepat di tahun 2020 ‚Äď 2021. Pada Juni 2020 jumlah dana yang tertampung pada smart contract DeFi mencapai 1 miliar dolar AS. Pada akhir Juli 2020, jumlah uang di ekosistem DeFi telah mencapai 3 miliar dolar AS. Per Juni 2021 jumlah dana pada smart contract DeFi sudah menyentuh angka lebih dari 50 miliar dolar AS.

Referensi

  • Antonopoulos, A. M. (2021). Mastering Ethereum. Stanford University Press.
  • Defi pulse: The defi leaderboard: Stats, charts and guides. DeFi Pulse ‚Äď The Decentralized Finance Leaderboard. (n.d.). https://defipulse.com/
Nadya Rahmaesya
Author
Nadya Rahmaesya

Bagikan

Artikel Terkait