Apa Itu Blockchain & Cara Kerjanya?

April 7, 2022
Combined Shape 2
4 Menit
Bagikan
Gambar Apa Itu Blockchain & Cara Kerjanya?
Reading Time: 4 minutes

Blockchain adalah teknologi yang menjamin keamanan transaksi mata uang kripto dan disebut sebagai inovasi yang akan mengubah industri keuangan. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara blockchain bekerja dalam melindungi transaksi cryptocurrency kamu.

Apa Itu Blockchain?

Blockchain adalah kumpulan dari blok-blok yang berisikan data transaksi yang dikaitkan dan diurutkan satu sama lain. Dalam kata lain blockchain bisa dianggap sebagai sistem penyimpanan data digital. Blok yang paling baru atau yang paling terakhir dikaitkan pasti memiliki informasi hash (kode alfanumerik yang mewakili kata, pesan, atau data) dari blok sebelumnya. Setiap blok akan mengacu kepada blok sebelumnya dan seterusnya sehingga membentuk rantai.

Apabila ada sedikit saja data di dalam blok berubah maka hash juga akan berubah, sehingga juga akan membuat perubahan pada blok selanjutnya.

Baca juga: Apa itu Hashing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bagaimana mendapatkan hash blok?

Hash dari suatu blok diambil dari rangkuman dari hash-hash yang lain. Blockchain menggunakan Merkle Tree untuk menghasilkan hash yang disebut sebagai Merkle Root. Kamu dapat melihat dari diagram di bawah ini:

mendapatkan hash blok pada blockchain
  1. Pada Block 11, transaksi 0 (Tx0) dan transaksi 1 (Tx1) dibuat menjadi hash 0 dan hash 1. Lalu kedua hash ini digabung menghasilkan hash kombinasi 01.
  2. Transaksi 2 (Tx2) dan transaksi 3 (Tx3) dibuat menjadi hash 2 dan hash 3, dan digabung untuk menghasilkan hash kombinasi 23.
  3. Hash kombinasi 01 dan hash kombinasi 23 digabung dan di-hash untuk menghasilkan transaction root/Merkle Root (Tx_Root).

Dengan demikian, apabila ada perubahan dari salah satu transaksi, maka nilai hash akan berubah, Merkle Root akan berubah, dan hash blok tersebut juga akan berubah.

Kita bisa melihat contoh berikut apa yang akan terjadi apabila ada data atau hash yang diubah di dalam jaringan blockchain.

Bagaimana cara kerja blokchain?

Mari kita ambil contoh dua blok yang saling berkaitan sebagai berikut.

cara kerja blockchain
  1. Blok proof-of-work dianggap valid apabila hash yang dihasilkan memiliki nilai kecil dan memenuhi target difficulty mining. Jika kita lihat dua blok di atas memiliki nilai kecil karena hash diawali dengan angka nol. Dalam contoh ini anggap saja difficulty target-nya adalah 0000x (empat digit angka nol di depan).
  2. Jika kamu perhatikan di dalam blok #3 juga menuliskan hash dari blok sebelumnya #2 yaitu 000078be.. . Seluruh blok akan memiliki rangkuman hash dari blok sebelumnya dan blok paling pertama disebut sebagai blok genesis karena tidak memiliki blok acuan.

Apa yang terjadi apabila ada yang ingin mengubah data dari dalam blockchain?

Apabila ada yang mengubah isi dari salah satu blok maka hash akan berubah.

Sebagai contoh, anggap saja seseorang ingin mengganti transaksi di block #2 antara Hudson —> Gorman dari $45 menjadi $50. Karena data ini berubah maka hash dari blok #2 dan juga hash-hash selanjutnya akan berubah.

Sebelum perubahan data:

mengubah data pada blockchain

Sesudah perubahan data:

perubahan data pada blockchain
perubahan data pada blockchain 2

Untuk membuat blok tersebut valid, maka miner harus menambang ulang blok tersebut dengan mencari hash yang memiliki nilai kecil dan mengikuti tingkat mining difficulty (dalam contoh berikut, hash harus dimulai dengan empat digit angka nol).

Apabila miner berhasil untuk menghasilkan hash dengan nilai kecil dan sesuai dengan tingkat mining difficulty, miner tersebut juga harus mengganti data dari blok-blok selanjutnya.

Apabila ada yang mengubah data dari transaksi maka akan mudah untuk diketahui karena setiap orang yang menjalankan blockchain memiliki copy dari data blockchain dari awal hingga blok terbaru.

Anggap saja Peer A memiliki blockchain dengan data yang telah di ubah, sedangkan peer B dan C memiliki data yang asli maka kita bisa lihat bahwa:

Peer A

perubahan data pada blockchain 3

Peer B & C

Dapat kita lihat bahwa Hash dari blok #2 dan #3 antara Peer A dan Peer B & C berbeda. Dengan demikian miner bisa menentukan rantai mana yang ingin mereka ikuti. Lalu bagaimana jika ada dua blockchain yang berbeda? Dalam hal ini para miner harus mencapai kesepakatan.

Baca juga: Perbedaan BEP2 dan BEP20 Dalam Ekosistem Binance

Bagaimana miner mencapai kesepakatan?

miner pada jaringan blockchain

Seperti yang kita ketahui bahwa dengan teknologi blockchain, memungkinkan jaringan Bitcoin berjalan tanpa adanya pihak sentral, ini adalah salah satu kegunaan blockchain. Akan tetapi jika kita lihat bagaimana cara blockchain bekerja, bagaimana miner dapat mengetahui rantai mana yang harus mereka ikuti?

Secara garis besar, miner akan selalu memilih rantai terpanjang. Namun, apabila terdapat dua rantai yang berbeda maka akan terjadi percabangan atau fork. Pada saat terjadi percabangan maka satu grup miner akan mengikuti satu rantai dan grup yang lain akan mengikuti rantai yang lain.

Walaupun semisalnya kekuatan hashing dari para miners di dua rantai ini sama, kemungkinan besar salah satu miner akan menemukan blok lebih dulu daripada miner yang lain. Jika blok ditemukan terlebih dahulu, maka akan menghasilkan blok dengan rantai terpanjang, miner yang memilih untuk menambang blok yang berbeda pada akhirnya akan menyatu kembali ke rantai yang panjang.

Untuk menghasilkan rantai yang panjang membutuhkan energi yang sangat besar, sehingga sangat sulit untuk memalsukan transaksi, karena di saat ada transaksi yang diubah, transaksi-transaksi setelahnya juga harus diubah. Tidak hanya itu, pihak yang ingin mengubah transaksi harus berkompetisi dengan hashrate di seluruh dunia, membuatnya hampir tidak mungkin dilakukan.

Dea Rezkitha
Author
Dea Rezkitha

Topik

Bagikan

Artikel Terkait