Apa Itu Flag Pattern dalam Trading Crypto?

Updated
December 15, 2021
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa Itu Flag Pattern dalam Trading Crypto?
Reading Time: 4 minutes

Flag pattern adalah pola pada grafik harga yang banyak digunakan oleh trader crypto untuk melihat tren pasar crypto. Dengan melihat tren lebih awal, trader crypto bisa menetapkan strategi yang tepat guna menghasilkan keuntungan lebih besar. Simak penjelasan lengkap mengenai apa itu flag pattern dalam trading crypto melalui artikel berikut ini!

Baca juga: 13 Pola Candlestick Lengkap di Crypto dan Saham

Apa itu Flag Pattern?

Flag pattern adalah pola pada grafik harga yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan lanjutan dari tren pasar yang terjadi sebelumnya. Pola ini memiliki ciri grafik dengan tren balik tajam yang bergerak berlawanan dengan tren harga yang telah dianalisis dalam jangka waktu tertentu sebelumnya.

gambar flag pattern
(coindesk.com)

Gordon Scott dari Investopedia mengatakan bahwa asal usul istilah flag pattern dibuat karena pola harga yang muncul layaknya berbentuk bendera, yang mana bagian bendera mengindikasikan tren pembalikan harga yang tajam sedangkan bagian tiang bendera menunjukkan tren pergerakan harga dalam jangka waktu yang pendek.

5 Komponen dalam Flag Pattern

apa itu flag pattern
(dailyfx.com)

Menurut Investopedia, flag pattern adalah pola yang mudah diidentifikasi. Secara umum, flag pattern terdiri dari 5-20 candlestick yang merepresentasikan tren di pasar. Trader biasanya bisa mengenali pola ini dari lima komponen yang dimiliki oleh flag pattern, yaitu:

  1. Tren sebelumnya yang sedang berjalan (flag pole/tiang bendera)
  2. Periode konsolidasi, akumulasi, tren relatif flat (bullish/bearish flag)
  3. Titik pembalikan harga (retracement)
  4. Terjadi breakout (perubahan grafik tren secara signifikan dibandingkan periode 2)
  5. Target harga yang bergerak sesuai tren flag pole (konfirmasi pergerakan harga ke arah yang sama dengan kondisi breakout)

Jenis-Jenis Flag Pattern

Flag pattern adalah pola pergerakan harga yang memberikan sinyal bullish atau bearish, tergantung dari jenis dan struktur polanya. Berdasarkan sinyal tersebut, flag pattern sendiri dibagi ke dua jenis, yaitu bullish flag yang mengindikasikan tren harga naik dan bearish flag yang mengindikasikan tren harga turun.

Kedua jenis flag pattern tersebut memiliki struktur yang hampir sama, namun dengan arah tren dan pola volume transaksi yang berbeda.

Bullish Flag Pattern

gambar bullish flag pattern
(investopedia.com)

Pola bullish flag adalah pola yang menandakan tren harga yang akan naik. Tony Spilotro dari News BTC menyebut bahwa grafik bullish flag ditandai dengan peningkatan harga pada tren sebelumnya, lalu diikuti sedikit penurunan harga yang menciptakan “bullish flag”, periode konsolidasi, dan dilanjutkan dengan breakout (kenaikan harga yang lebih tinggi dan lebih cepat dari biasanya).

Contoh Bullish Flag Pattern

contoh bullish flag pattern
(coindesk.com)

Sam Ouimet dari Coindesk melaporkan bahwa bullish flag pernah terlihat selama pergerakan harga Bitcoin pada 20 Februari 2017. Grafik dengan pola membentuk tiang bendera (flag pole) terlihat pada pergerakan harga Bitcoin dari $917 ke angka $1228.

Meskipun tidak selalu disertai dengan lonjakan volume yang tinggi, Scott mengungkapkan bahwa analis dan trader crypto tertarik pada pola ini karena mengindikasikan adanya antusiasme yang besar dari investor dan trader crypto baru.

Bearish Flag Pattern

gambar bearish flag pattern
(investopedia.com)

Pola bearish flag adalah pola yang mengindikasikan tren penurunan harga kepada investor dan trader. Pola ini terbentuk dengan pergerakan harga menurun dari tren sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pola tiang bendera (flag pole) yang meningkat, dan dilanjutkan dengan tren penurunan harga.

Contoh Bearish Flag Pattern

contoh bearish flag pattern
(coindesk.com)

Dilansir dari laman Coindesk, Ouimet menuliskan bahwa pola bearish flag dapat ditemukan pada data pergerakan harga ETH di tanggal 17 Maret 2018. Pada bagian bearish flag pole, grafik menunjukkan penurunan harga yang drastis dari $699 menjadi $463.

Scott mengungkapkan bahwa periode konsolidasi pada pola bearish flag tidak selalu disertai dengan volume transaksi yang menurun. Tren penurunan harga justru disebabkan karena kecemasan investor dan trader terhadap kemungkinan penurunan harga aset crypto di masa mendatang.

Bagaimana Cara Menggunakan Flag Pattern Dalam Trading?

Untuk menentukan strategi trading crypto, trader biasanya cukup mengidentifikasi tiga poin utama dari flag pattern, yaitu entry, stop loss, dan target profit. Berikut penjelasan lengkapnya.

Entry

Scott merekomendasikan trader crypto untuk mengambil langkah buka posisi setelah melihat titik breakout atau breakdown. Pasalnya, ada kemungkinan bahwa pola yang terlihat di awal adalah pola palsu atau sinyal sementara.

Stop Loss

Periode konsolidasi pada flag pattern terdiri dari garis tren atas dan garis tren bawah. Umumnya, trader menggunakan garis tren bawah sebagai acuan, yang mana titik stop loss ditetapkan beberapa tingkat di bawah harga terendah dari garis tren tersebut.

Target Profit

Gordon Scott mengatakan bahwa salah satu metode terbaik yang bisa diterapkan trader untuk memperkirakan keuntungan trading adalah dengan menghitung jarak antara dasar dan puncak flag pole. Misalkan titik breakout berada di angka Rp75.000. Sementara itu, dasar flag pole berada di angka Rp50.000 dan puncaknya berada di angka Rp100.000.

Maka, perkiraan target profit yang dapat diperoleh trader adalah

= Nilai breakout + (nilai puncak flag pole – nilai dasar flag pole)

= Rp75.000 + (Rp100.000 – Rp50.000)

= Rp125.000

Itu tadi ulasan mengenai apa itu flag pattern dalam crypto, jenis, dan contoh-contohnya. Untuk kamu yang tertarik melakukan investasi dan trading crypto secara mudah, download Pintu, aplikasi cryptocurrency Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti. DI Pintu, kamu bisa jual beli berbagai aset crypto mulai dari Rp11.000 saja, lho!

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset kripto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->