CVP Adalah: Cost, Volume dan Profit dalam Bisnis

Updated
July 12, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar CVP Adalah: Cost, Volume dan Profit dalam Bisnis
Reading Time: 4 minutes

Dalam menjalankan usaha, perusahan tentu membutuhkan yang namanya analisis CVP. Analisis CVP (Cost-Volume-Profit) adalah salah satu analisis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana dampak tingkat biaya dan volume penjualan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan serta lebih memahami kinerja secara keseluruhan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai apa itu analisis CVP, komponennya, manfaat, hingga contohnya. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Apa itu Spread?

Apa itu Analisis CVP?

Secara umum, analisis CVP adalah suatu metode analisis yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan biaya baik itu biaya variabel dan biaya tetap serta volume penjualan yang mempengaruhi laba atau keuntungan perusahaan. Dengan analisis ini, tentunya perusahaan bisa lebih mengetahui dan memahami kinerja penjualan secara keseluruhannya.

Perusahaan dapat melihat berapa banyak unit yang perlu dijual untuk mencapai titik impas atau margin keuntungan minimum (margin of safety) tertentu. CVP itu sendiri singkatan dari Cost-Volume-Profit atau sering disebut juga dengan Break-Even Analysis. Selain itu, analisis CVP juga dikenal dengan analisis impas.

Analisis CVP adalah analisis yang terdiri dari analisis harga jual, biaya tetap, biaya variabel, dan jumlah unit yang terjual serta bagaimana pengaruhnya terhadap laba perusahaan. Laba perusahaan sangat bergantung kepada sejumlah faktor salah dua yang paling menonjol adalah biaya produksi dan volume penjualan. Kedua faktor tersebut sebagian besarnya saling bergantung satu sama lain.

Baca Juga : Apa Itu Stop Loss dan Kapan Harus Stop Loss

Komponen Analisis CVP

apa itu analisis cvp

Analisis CVP adalah analisis yang terdiri beberapa komponen berbeda. Komponen-komponen tersebut tentunya melibatkan beragam perhitungan dan rasio. Berikut ini beberapa komponen utama dalam analisis CVP:

  • Rasio Contribution Margin (CM) adalah margin kontribusi yang dinyatakan dengan persentase.
  • Margin kontribusi adalah perbedaan antara total biaya variabel dengan total pendapatan bisnis.
  • Biaya variabel merupakan biaya yang berubah karena jumlah produk juga berubah. Biaya variabel ini seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung.
  • Rasio biaya variabel adalah biaya variabel yang dinyatakan sebagai persentase.
  • Titik impas adalah ketika total semua biaya dan pendapatan total sama. Hal ini menandakan bahwa bisnis tidak merugi ataupun untung.
  • Biaya tetap adalah biaya yang tidak berfluktuasi terhadap perubahan penjualan atau produksi produk. Biaya tetap ini mencakup sewa dan iklan.
  • Volume penjualan merupakan jumlah produk atau unit yang dijual bisnis selama kurun waktu tertentu.
  • Margin keamanan
  • Perubahan laba bersih
  • Tingkat leverage operasi

Perlu diketahui, untuk melakukan analisis CVP secara benar kamu perlu melihat terlebih dahulu format contribution marginnya dari laporan laba rugi. Contribution margin atau margin kontribusi merupakan jumlah pendapatan yang melebihi dari biaya variabel untuk memperoleh laba tersebut.

Adapun rumus menghitung margin kontribusi sebagai berikut:

Margin Kontribusi (CM) = Penjualan – Biaya Variabel

Baca Juga : Apa Perbedaan Market Value vs Book Value

Manfaat Analisis CVP

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, analisis CVP adalah alat yang sangat membantu perusahaan untuk menentukan tingkat seluruh biaya baik itu biaya variabel atau biaya tetap di mana tidak terdapat untung atau rugi atau disebut dengan titik impas. Sehingga analisis ini dapat digunakan sebagai pengambil keputusan dalam memahami pengaruh perubahan harga, volume penjualan serta biaya variabel terhadap laba perusahan.

Selain itu, ada pula manfaat lain dari analisis CVP adalah sebagai berikut:

  • Memahami hubungan antara keuntungan dan biaya di satu sisi dan volume penjualan di sisi lain
  • Membantu dalam menyiapkan anggaran fleksibel yang memperlihatkan biaya pada berbagai tingkat aktivitas
  • Membantu dalam menentukan tingkat penjualan untuk memperoleh pendapatan yang sudah ditargetkan.
  • Menghemat waktu daripada menggunakan metode analisis akuntansi lainnya.
  • Membantu dalam menganalisis produk mana yang paling menguntungkan. Selain itu, perusahaan juga dapat memproduksi lebih banyak produk untuk meningkatkan laba.
  • Membantu dalam mencegah pengeluaran uang untuk distribusi dan biaya produksi yang tidak dibutuhkan.

Meskipun memiliki banyak manfaat, analisis CVP juga terdapat keterbatasan dalam perhitungan. Adapun keterbatasan dari analisis CVP berupa beberapa asumsi antara lain:

  • Mengasumsikan biaya tetap adalah konstan. Padahal tidak selalu seperti itu, bisa saja biaya tetap juga mengalami perubahan.
  • Mengasumsikan biaya variabel ini beragam secara proporsional di mana tidak terjadi dalam kenyataan.
  • Mengasumsikan harga jual per unit adalah konstan.
  • Mengasumsikan seluruh unit yang diproduksi dapat terjual.
  • Mengasumsikan bahwa perubahan biaya terjadi akibat perubahan tingkat aktivitas.

Baca Juga: Apa Itu ATH Crypto? Berikut Penjelasan dan Contohnya

Contoh Menghitung Analisis CVP

Adapun rumus menghitung analisis CVP adalah sebagai berikut:

Volume penjualan titik impas = Biaya Tetap / Margin Kontribusi atau Biaya tetap / (harga – biaya variabel)

Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut ini:

Contoh 1

Perusahaan A menghitung biaya tetap mereka sebesar Rp100 juta setiap bulannya. Biaya tetap ini termasuk pemasaran, asuransi, sewa, gaji dan bahan baku. Biaya untuk memproduksi sepasang sepatu Rp 40 ribu dan setiap pasang dijual Rp120 ribu dan menghasilkan keuntungan sebanyak Rp80 ribu.

Maka, kita dapat menggunakan rumus volume penjualan impas:

Volume penjualan impas = Biaya tetap / (Harga – Biaya variabel) = Rp100.000.000 / (Rp120.000 – Rp80.000) = Rp100.000.000 / Rp40.000 = 2.500

Dari hasil tersebut menandakan bahwa Perusahaan A harus menjual minimal 2.500 pasang sepatu setiap bulannya untuk mencapai titik impas Rp100.000.000 tersebut.

Contoh 2

Perusahaan ABC melakukan bisnis pembuatan kipas listrik. Dengan rincian biaya yang dikeluarkan yaitu:

  • Total pendapatan penjualan perusahaan (Rp4 juta per kipas) = Rp4 miliar
  • Biaya variabel = Rp3,5 miliar
  • Biaya tetap = Rp500 juta
  • Kapasitas maksimum = 14.000 unit

Maka, untuk mencari volume penjualan impasnya sebagai berikut:

Volume penjualan terbatas = Total pendapatan / harga per unit = Rp4.000.000.0000 / Rp4.000.000 = 1.000 unit

Kemudian, biaya variabel per unit = biaya variabel / jumlah penjualan unit terbatas = Rp3.500.000.000 / 1.000 = Rp3.500.000

Margin kontribusi (per unit) = harga penjualan – biaya variabel = Rp4.000.000 – Rp3.500.000 = Rp500.000

Volume penjualan titik impas = biaya tetap / margin kontribusi = Rp500.000.000 / Rp500.000 = 10.000 unit

Jadi, perusahaan ABC harus menjual sebanyak 10.000 unit kipas listrik setiap tahunnya untuk mencapai titik impas tersebut.

Jangan lupa download dan install aplikasi Pintu dan manfaatkan juga fitur Pintu Earn dan Pintu Staking untuk bisa mendapatkan pasif income dari aset kripto. Kamu hanya perlu merogoh kocek Rp11.000 untuk bisa memulai trading di aplikasi Pintu.

Referensi:

Data rails, CVP analysis, diakses tanggal 26 Mei 2022

Corporate finance institute, cvp analysis guide, diakses tanggal 26 Mei 2022

Will Kenton, CVP analysis, 26 Mei 2022

Indeed, CVP, 26 Mei 2022Wallstreetmojo, CVP, 26 Mei 2022

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->