Saingi ChatGPT, Apa itu Google Bard dan Kelebihannya? ChatBot AI Besutan Google!

Updated
March 30, 2023
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Saingi ChatGPT, Apa itu Google Bard dan Kelebihannya? ChatBot AI Besutan Google!
Reading Time: 5 minutes

Jika kamu telah mengikuti berita terbaru seputar AI baru-baru ini, Google Bard tentu bukan istilah yang asing untuk didengar. Google Bard, chatbot AI Google ini telah diluncurkan pada 6 Februari 2023 dan siap untuk digunakan oleh semua pengguna secara gratis di wilayah tertentu.

Sebenarnya apa itu Google Bard? Jika Bard termasuk dalam kategori chatbot AI, apa bedanya dengan ChatGPT? dan bagaimana cara kerja Google Bard? Temukan semua jawabannya di artikel berikut ini!

Apa itu Google Bard?

Apa Itu Google Bard
Sumber: Forbes

Apa itu Google Bard? Google Bard adalah chatbot bertenaga AI yang didukung oleh teknologi LaMDA milik Google.

Menurut PCGuide, layanan ini akan menjadi pesaing Chat GPT, chatbot populer yang dikembangkan oleh OpenAI dan didukung oleh Microsoft. Layanan ini akan menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan dan perintah yang dimasukkan, yang akan meniru ucapan manusia.

LaMDA adalah model bahasa percakapan yang telah dikembangkan sejak lama. Untuk mengetahui lebih rinci mengenai LaMDA dan cara kerja Google Bard, tim Pintu Blog telah merangkum khusus artikel ini buat kamu!

Baca juga: Kenalan Sama ChatGPT-4, Lebih Canggih Dibanding ChatGPT-3?

Sejarah Google Bard

Sejarah Google Bard
Sumber: Nsane Forms

Google Bard diluncurkan pada tanggal 6 Februari 2023 oleh CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai. Meskipun Bard merupakan konsep baru saat diumumkan, layanan chat AI ini didukung oleh Language Model for Dialogue Applications (LaMDA) milik Google, yang mana telah diluncurkan dua tahun lalu.

Mengapa Google meluncurkan Bard?

Dilansir dari SEJ, Google meluncurkan Bard setelah peluncuran ChatGPT dari OpenAI yang terbilang sangat sukses, yang mana telah menciptakan persepsi bahwa Google tertinggal dalam hal teknologi.

ChatGPT dianggap sebagai teknologi revolusioner yang berpotensi mengganggu search industry dan menggeser keseimbangan kekuatan dari pencarian Google dan bisnis iklan pencarian yang menguntungkan.

Pada tanggal 21 Desember 2022, 3 minggu setelah peluncuran ChatGPT, New York Times melaporkan bahwa Google telah menyatakan “red code” untuk segera menentukan responsnya terhadap gertakan yang ditimbulkan terhadap model bisnisnya. 47 hari setelah penyesuaian strategi red code, Google mengumumkan peluncuran Bard pada tanggal 6 Februari 2023.

Baca Juga: Tengah Viral, Siapa Sosok OpenAI Dibalik ChatGPT?

Bagaimana Cara Kerja Google Bard?

Cara Kerja Google Bard
Sumber: ZDNet

Bard didukung oleh versi “ringan” dari LaMDA. LaMDA adalah model bahasa besar yang dilatih pada kumpulan data yang terdiri dari dialog publik dan data web.

Ada dua faktor penting yang terkait dengan pelatihan yang dijelaskan dalam makalah penelitian terkait, yang dapat Anda unduh sebagai PDF di sini: LaMDA: Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog.

  • Keamanan (Safety): Model ini mencapai tingkat keamanan dengan menyetelnya dengan data yang telah dianotasi oleh para pekerja.
  • Mendasar (Groundedness): LaMDA mendasarkan diri secara faktual pada sumber-sumber pengetahuan eksternal (melalui pencarian informasi, yaitu penelusuran).

Google menggunakan tiga metrik untuk mengevaluasi keluaran LaMDA, yakni:

  • Sensibilitas (Sensibleness): Mengukur apakah sebuah jawaban masuk akal atau tidak.
  • Kekhususan (Specificity): Mengukur apakah jawaban yang diberikan merupakan kebalikan dari jawaban yang umum/samar atau spesifik secara kontekstual.
  • Kemenarikan (Interestingness): Metrik ini mengukur apakah jawaban LaMDA memiliki wawasan yang luas atau menimbulkan rasa ingin tahu.

Dilansir dari SEJ, ketiga metrik tersebut di evaluasi oleh para penilai crowdsourced, dan data tersebut dimasukkan kembali ke dalam mesin untuk terus memperbaikinya. Makalah penelitian LaMDA menyimpulkan dengan menyatakan bahwa ulasan crowdsourced dan kemampuan sistem untuk memeriksa fakta dengan mesin pencari adalah teknik yang berguna.

Cara Mengakses Google Bard

Bagaimana cara mengakses Google Bard? Caranya mudah, simak langkah-langkahnya berikut ini:

1. Masuk ke Google Bard website di laman https://bard.google.com/. Menurut PCGuide, pada 21 Maret 2023, Google mengumumkan bahwa hanya wilayah tertentu yang bisa mengakses Bard. Di Indonesia Google Bard belum bisa diakses. Per artikel ini diterbitkan, masih belum ada tanggal yang pasti kapan Google Bard bisa diakses di Indonesia.

Google Bard Website

2. Pilih “Join waitlist”

3. Masuk ke akun Google Anda.

4. Pilih apakah Anda ingin menerima pembaruan Email, lalu pilih “Yes, I’m in”

5. Setelah Anda diberikan akses, Anda akan mendapatkan AI sebagai fitur tambahan pada mesin pencari Google. Jadi, ketika mengirimkan kueri, Anda akan disajikan dengan dua hasil – hasil pencarian khas Google dan respons dari Bard.

Baca Juga: Lagi Ramai, Apa Itu ChatGPT-4? Lebih Jago Dibanding ChatGPT-3?

Penggunaan Google Bard dalam Trading

Penggunaan Google Bard dalam Trading
Sumber: Chrome Unboxed

Bagaimana penggunaan Google Bard dalam trading? Meskipun belum ada praktik langsung mengenai penggunaan Bard dalam trading, apabila Bard memiliki kemampuan seperti chatbot AI lain, Bard mampu memberikan hal-hal yang berkaitan dengan strategi trading untuk para investor.

Dilansir dari Money Control, sebagai contoh di chatbot AI lain, jika investor meminta kode untuk menjalankan strategi trading sederhana dengan menyediakan indikator tertentu – misalnya, melakukan pembelian saat saham diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari (DMA), ChatGPT dapat membuatnya.

Google Bard vs Chat GPT

Google Bard vs Chat GPT
Sumber: UC Today

Pada tingkat dasar, ChatGPT dan Google Bard menggunakan pemrosesan bahasa alami, yang berarti pengguna memasukkan permintaan atau pertanyaan, dan chatbot menghasilkan respons seperti manusia.

Namun, ada perbedaan utama yang bermuara pada sumber data dan model yang mereka gunakan untuk melatihnya.

  • Google Bard menggunakan Model Bahasa Google untuk Aplikasi Dialog (LaMDA), dan dapat memberikan respon berdasarkan penelitian terkini secara real-time yang diambil dari internet.
  • ChatGPT menggunakan model Generative Pre-training Transformer 3 (GPT-3) (atau GPT-4, tergantung versi yang Anda gunakan), yang dilatih dengan data sebelum akhir tahun 2021.

Berikut ini adalah uraian singkat untuk perbedaan Google Bard dengan ChatGPT:

ChatGPTGoogle Bard
Kreator/PembuatOpenAIGoogle
Sumber DataChatGPT dilatih dengan kumpulan data teks yang sangat besar, termasuk Common Crawl, Wikipedia, buku, artikel, dokumen, dan konten yang diambil dari internet terbuka-tetapi sumber-sumbernya berakhir pada tahun 2021, sehingga membatasi peristiwa-peristiwa dunia terbaru dan penelitianBard dilatih di Infiniset, sebuah kumpulan data termasuk Common Crawl, Wikipedia, dokumen, dan percakapan serta dialog dari web. Bard bisa menelusuri web secara real-time untuk menemukan jawaban terbaru atas pertanyaan dan penelitian terbaru
Model Bahasa/Language ModelVersi khusus dari Generative Pre-training Transformer 3 (GPT-3) atau Generative Pre-training Transformer 4 (GPT-4) dari OpenAI yang telah diubah secara khusus, tergantung pada versinyaModel Bahasa Google untuk Aplikasi Dialog (LaMDA)
HargaChatGPT gratis untuk semua pengguna. ChatGPT Plus dibanderol seharga $20/bulan untuk mendapatkan akses, waktu respons yang lebih cepat, akses prioritas ke fitur-fitur baru, dan penggunaan GPT-4.Bard gratis untuk pengguna yang memiliki akses di wilayah tertentu.

Dilansir dari Zapier, ChatGPT dan Google Bard memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. ChatGPT lebih baik dalam menghasilkan dan meringkas teks, sementara Google Bard lebih baik dalam memunculkan informasi yang relevan dengan pertanyaan.

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->