7 Jenis Investasi Risiko Sedang Menurut Para Ahli

Updated
February 11, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar 7 Jenis Investasi Risiko Sedang Menurut Para Ahli
Reading Time: 4 minutes

Sebelum membuat portofolio investasi, investor biasanya mempertimbangkan besarnya risiko yang bisa mereka terima dan tangani. Mereka akan menilai aspek seperti potensi pengembalian dari sebuah investasi untuk menentukan apakah investasi tergolong high risk, medium risk, atau low risk. Dalam artikel berikut ini, akan dibahas lengkap mengenai pengertian dan jenis-jenis investasi risiko sedang.

Baca juga: 5 Investasi Crypto Jangka Panjang Menurut Hasil Riset dan Pendapat Para Ahli

Apa Itu Medium Risk Investment?

contoh investasi risiko sedang

Dilansir dari laman Investopedia, medium risk investment atau yang lebih dikenal dengan investasi risiko sedang adalah sebuah investasi yang menawarkan tingkat pengembalian yang cukup bagus dan memungkinkan apresiasi modal yang baik.

Terletak di tengah piramida risiko investasi, medium risk investment dinilai lebih berisiko dari aset investasi di tingkat dasar piramida yang memiliki risiko rendah (cash, akun bank, obligasi, dan lainnya), namun lebih aman dibandingkan investasi berisiko tinggi.

Gagasan mengenai tingkat risiko dari investasi dan penerapannya sangatlah penting dimiliki oleh setiap investor. Pasalnya, dalam rangka memaksimalkan pengembalian investasi dengan tingkat risiko tertentu, investor harus menganalisis waktu dan uang yang akan mereka investasikan.

Jenis Medium Risk Investments

Ada berbagai jenis aset investasi yang tergolong dalam jenis investasi risiko sedang, di antaranya adalah seperti berikut:

Convertible Bonds

Barbara Friedberg, Manajer Portofolio Investasi veteran dan kontributor topik investasi di US News, menyebutkan bahwa convertible bonds adalah salah satu jenis investasi risiko sedang yang menawarkan bunga dan tingkat apresiasi modal yang cukup baik.

Berbeda dari obligasi umumnya, obligasi konversi cenderung dipilih investor karena lebih aman. Pasalnya, jika perusahaan penerbit obligasi mengalami masalah finansial, pemegang obligasi konversi akan menerima pembayaran lebih dulu dibanding pemegang saham biasa.

Dave King, Manajer Dana di Columbia Threadneedle Investments menilai bahwa convertible bonds menawarkan keuntungan yang lebih besar, cocok untuk diversifikasi, dan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Menurutnya, kinerja convertible bonds akan naik seiring dengan naiknya suku bunga.

Baca juga: Cara Mengatasi FOMO dalam Investasi

Real Estate Investment Trust (REIT)

Menurut James Chen dari Investopedia, REIT adalah perusahaan yang memiliki, mengelola, atau membiayai real estate yang dapat memberikan pendapatan atau pengembalian. Mirip dengan model reksadana, REIT biasanya akan mengumpulkan modal dari investor.

Investasi di REIT dapat memberikan dividen di atas rata-rata dan menawarkan pengembalian yang stabil meski tingkat apresiasi modalnya cukup rendah. James menambahkan bahwa REIT sangat likuid karena telah terdaftar di SEC dan bursa saham publik.

Than Merrill, Co-founder Fortune Builders dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam investasi real estate, mengungkapkan bahwa REIT adalah cara yang bagus untuk berinvestasi di real estate tanpa harus memiliki properti fisik.

Crowdfunding Real Estate (CRE)

Crowdfunding real estate adalah jenis investasi lain di bidang properti dengan cara mengumpulkan uang untuk membeli properti. Menurut Merrill, metode ini telah menghubungkan investor yang memiliki uang dengan pengembang real estate yang memiliki rencana pengembangan properti tetapi membutuhkan modal.

Charles Munyi, kontributor di Benzinga, menjabarkan bahwa CRE melibatkan tiga pihak, yaitu pengembang properti yang bertugas merencanakan dan mengawasi seluruh investasi, platform crowdfunding, dan investor yang menyetorkan uang mereka dengan imbalan pengembalian modal.

Corporate Bonds

Obligasi korporasi adalah obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai investasi modal dan ekspansi bisnis. Menurut Merrill, investasi ini relatif lebih berisiko dan lebih fluktuatif daripada obligasi pemerintah.

Namun, Munyi mengungkapkan bahwa obligasi korporasi menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Investor juga bebas berinvestasi di berbagai sektor dan memiliki fleksibilitas untuk mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

High Dividend Stocks

Dividen merupakan bentuk bagi hasil yang rutin dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Menurut Munyi, umumnya perusahaan membayar dalam bentuk tunai atau rencana reinvestasi.

Tingkat pengembalian yang tinggi dari saham dividen biasanya diperoleh dari investasi di perusahaan yang bagus. Merril menyarankan agar investor mencari perusahaan besar yang memiliki sejarah panjang keuntungan dan stabilitas keuangan.

Small-Cap Stocks

Saham dengan kapitalisasi kecil digolongkan Barbara sebagai investasi berisiko menengah. Timothy Hooker, Co-Founder dari Dynamic Wealth Solutions sepakat dengan hal tersebut. Menurutnya, saham dengan kapitalisasi kecil dan volatilitas rendah lebih potensial dibandingkan saham dengan kapitalisasi besar.

Timothy menambahkan bahwa volatilitas yang rendah pada saham berkapitalisasi kecil biasanya memungkinkan pergerakan harga saham yang lebih luas dan memberikan hasil investasi yang layak. Strategi investasi small-cap stock memberikan profit sekitar 2,6% atau 19 kali dari rasio harga-pendapatan.

Covered Call Writing Strategy

Covered Call Writing Strategy

Covered call writing strategy atau strategi kontrak opsi adalah investasi berisiko sedang yang memungkinkan investor menghasilkan uang dari saham yang mereka miliki.

Barbara mengungkapkan bahwa mekanisme kerja investasi ini adalah dengan menjual saham secara kontrak dalam jangka waktu tertentu dan harga yang disepakati. Periode kontrak biasanya berlangsung antara 30-45 hari. Investor yang menjual kontrak setidaknya harus memiliki seratus lembar saham untuk dijual.

Barbara menambahkan, penjual kontrak saham biasanya menerima premi untuk hak membeli saham. Jika nilai saham tidak meningkat ke harga kesepakatan (strike price), maka investor akan menyimpan premi dan saham. Namun jika saham naik, maka pembeli akan menggunakan opsi dan membeli saham pada harga yang disepakati.

Itu tadi ulasan mengenai apa itu investasi risiko sedang dan jenis-jenisnya. Berbicara tentang investasi, belakangan ini makin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi di bidang crypto. Wajar saja, mengingat pilihan aset crypto yang tepat bisa memberikan pengembalian hingga ratusan atau bahkan ribuan persen dalam waktu singkat.

Untuk kamu yang ingin berinvestasi crypto dan mendapatkan bunga tinggi hingga 4%, kamu bisa menggunakan fitur Earn dari Pintu. Investasi di Pintu Earn layaknya menabung biasa namun dengan bunga lebih tinggi dari bank pada umumnya!

Sementara itu, Pintu juga menawarkan lebih dari 30 aset crypto yang bisa kamu investasikan secara mudah mulai dari Rp11.000 saja. Tunggu apalagi, download Pintu sekarang!

Referensi:

Benzinga, High Return Investments. Diakses tanggal: 20-12-21.

Fortune Builders, 10 Best High Return Investments in 2021. Diakses tanggal: 20-12-21.

Investopedia, Determining Risk and the Risk Pyramid. Diakses tanggal: 20-12-21.

Investopedia, Reit. Diakses tanggal: 20-12-21.

US News, 5 Medium-Risk Investments for High Returns. Diakses tanggal: 20-12-21.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->