Apa itu IDR dalam Mata Uang?

Updated
August 31, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa itu IDR dalam Mata Uang?
Reading Time: 3 minutes

Simbol IDR dapat ditemukan di berbagai tempat, baik ketika melakukan trading maupun menukar mata uang. Buat kamu yang masih asing dengan istilah ini, simak selengkapnya mengenai apa itu IDR dalam mata uang serta sejarah lengkapnya! 

Arti IDR dalam Mata Uang

Ketika membuka pasar forex, kamu bisa melihat berbagai simbol uang yang digunakan negara-negara di dunia, salah satunya adalah IDR. Pertanyaannya, IDR itu menggambarkan mata uang negara apa? Yap, mata uang IDR adalah mata uang asli dari negara Indonesia.

Berdasarkan kepanjangannya, IDR artinya Indonesian Rupiah. Secara lengkapnya, arti IDR adalah mata uang yang dimiliki dan berlaku di Indonesia, di mana mata uang tersebut memiliki suatu nilai tertentu berdasarkan nominalnya, dan bisa digunakan sebagai alat transaksi.

Dalam mata uang asing, umumnya IDR digunakan sebagai nilai tukar antara Amerika Serikat dan Indonesia. 

Sebagai contohnya, apabila terdapat pernyataan USD/IDR, maka menunjukan nilai 1 USD apabila dikonversikan ke IDR atau Indonesian Rupiah

IDR tidak hanya digunakan untuk menunjukan nilai tukar dengan mata uang Amerika Serikat, namun bisa juga dengan negara lain, misalnya seperti JPY/IDR untuk mata uang Jepang [yen], EUR/IDR untuk Euro, SGD/IDR  untuk dolar Singapura, dan masih banyak lagi. 

Sejarah Perkembangan IDR (Rupiah) di Indonesia

sejarah perkembangan idr

Dari penjelasan sebelumnya, tentunya kamu sudah memahami bukan bahwa IDR artinya mata uang Indonesia, yang mana juga menjadi identitas negara Indonesia. Namun, kira-kira sejak kapan IDR mulai berlaku, bagaimana asal mulanya? Yuk, simak pembahasan sejarah Rupiah berikut ini!

Sebelum Kemerdekaan

Sejarah mata uang IDR di Indonesia pun sebenarnya cukup panjang. Pada awalnya, belum ada mata uang resmi yang mewakili proses transaksi dan pertukaran di Indonesia. Tiap daerah pun memiliki jenis alat tukarnya sendiri. 

Pada tahun 896 – 1.158 silam, masyarakat Jawa menggunakan Krisnala sebagai alat tukar. Krisnala merupakan potongan logam mulia berbentuk setengah lingkaran, segitiga, atau segiempat yang diberi cap. Cap yang digunakan bergambar 3 tunas daun, 3 bunga, atau jambang. 

Sedangkan, di daerah Bali, Sumatera, dan Jawa mengenal mata uang Masa. Masa merupakan alat tukar yang terbuat dari perak dengan sisi cekung dan sisi cembung lainnya. Cap yang digunakan adalah huruf Nagari yang berbunyi “ma”.

Sementara di abad ke-14, mata uang Kepeng mulai masuk ke Indonesia karena dibawa oleh para pedagang Cina. Ada juga mata uang Gobog yang mengisi mata uang Indonesia di abad ke-14 ini. Gobog dan Kepeng terbuat dari kuningan dan tembaga.

Selanjutnya pada abad ke -18, Kerajaan Palembang mengeluarkan mata uang Piti Teboh dan Piti Buntu yang dibuat dari timah dan tembaga. Pada masa penjajahan Belanda, mata uang yang digunakan adalah VOC.

Selanjutnya saat penjajahan Jepang, mata uang dengan tulisan bahasa Belanda dilarang. Sehingga, dibuatlah uang kertas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang mempunyai satuan Rupiah. Hingga penjajahan berakhir, mata uang Rupiah ini masih bertahan hingga sekarang.

Setelah Kemerdekaan

Rupiah pertama kali digunakan saat penjajahan Jepang, namun mulai berkembang saat Indonesia mencapai kemerdekaan. Berikut perkembangan IDR atau Rupiah semenjak 17 Agustus 1945.

  • ORI dan ORIDA: ORI kependekan dari Oeang Repoeblik Indonesia yang terdiri dari pecahan 1 sen, 5 sen, 10 sen, Rp1/2, Rp1, Rp5, Rp10, dan Rp100. Setelah 2 tahun, beredarlah ORIDA atau Oeang Repoeblik Indonesia Daerah di mana setiap daerah mempunyai mata uangnya masing-masing.
  • RIS: RIS mulai berlaku pada bulan Maret 1950 dan menandakan bahwa ORI dan ORIDA tidak berlaku lagi. Mata uang RIS atau Pemerintah Republik Serikat ini hanya bertahan selama 5 bulan.
  • Uang Berseri: Mulai tahun 1952, BI menerbitkan berbagai macam seri uang kertas Rupiah, seperti seri kebudayaan, seri hewan pada tahun 1957, seri Sukarno pada tahun 1947 dan 1960, seri sukarelawan dan pekerja tangan pada tahun 1964, dan seri Sudirman pada tahun 1968. 
  • Pada tahun 1965, terjadi inflasi sebanyak 635%, sehingga memperkenalkan kurs 1 Rupiah baru = 1.000 Rupiah lama.
  • Pada tahun 1997, terjadi krisis keuangan Asia yang menyebabkan kurs IDR merosot. Jika dibandingkan USD, IDR mempunyai nilai yang kecil, yaitu 1 USD = Rp10.000.
  • Selanjutnya, perkembangan Rupiah pun lebih terbatas kepada pencetakan seri baru dari uang logam maupun uang kertas. 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu IDR dalam mata uang. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

IDR adalah istilah yang tidak asing di dunia trading dan investasi forex. Selain forex, belakangan ini investasi dan trading crypto tengah diminati banyak masyarakat Indonesia, nih. Per Mei 2022, jumlah investor crypto di Indonesia bahkan telah mencapai 14,1 juta orang, naik hampir 3 juta dibandingkan akhir Desember 2021. 

Buat kamu yang tertarik berinvestasi crypto namun tidak tau harus mulai dari mana, download Pintu sekarang! Pintu adalah aplikasi jual beli crypto di Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Download Pintu di di App Store dan Play Store kamu masing-masing sekarang juga untuk nikmati kemudahan berinvestasi crypto

Referensi: 

CFI. Indonesian Rupiah [IDR]. Diakses pada Kamis, 16 Juni 2022.

UMN. Perancangan Buku Mengenai Sejarah Uang Rupiah dan Perkembangannya di Indonesia. Diakses pada Kamis, 16 Juni 2022.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->