Pengertian dan Rumus Variable Cost (Biaya Tidak Tetap)

Updated
October 13, 2021
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Pengertian dan Rumus Variable Cost (Biaya Tidak Tetap)
Reading Time: 3 minutes

Variable cost adalah jenis biaya yang berlawanan dengan biaya tetap. Simak selengkapnya di artikel berikut ini mengenai pengertian, jenis-jenis, dan rumus variable cost (biaya tidak tetap).

Pengertian Biaya Variabel (Variable Cost)

pengertian biaya variabel

Menurut Santoso (2021), pengertian variable cost adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah tergantung pada volume barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.

Jumlah biaya variabel bisa mempengaruhi beberapa metrik-metrik lainnya seperti biaya tetap, lamanya proyek yang dilakukan perusahaan, hingga rentang potongan harga suatu produk.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan Secara Tepat?

Cara Menghitung Biaya Variabel (Variable Cost)

Cara menghitung variable cost adalah dengan mengalikan biaya variabel per unit dengan jumlah produksi sesuai dengan rumus berikut.

TVC = VC x Q

Dengan kepanjangan sebagai berikut,

TVC = Biaya variabel total

VC = Biaya variabel per unit

Q = Jumlah produksi

Contoh:

Dalam satu produksi dihasilkan barang sebanyak 500 unit, biaya yang dihabiskan untuk per unitnya adalah Rp5.000. Berapakah biaya variabel total yang dikeluarkan perusahaan?

Dengan menggunakan rumus sebelumnya, maka:

TVC= VC x Q

TVC= Rp5.000 x 500

TVC= Rp2.500.000

Jenis-jenis Biaya Variabel (Variable Cost)

Dalam jurnal “Analisis Konsep dan Perilaku Biaya”, biaya variabel bisa dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:

Biaya Variabel Teknis

Merupakan jenis biaya variabel, di mana terdapat hubungan yang erat antara input dan output. Contohnya adalah bahan baku. Apabila pemilik toko roti meningkatkan jumlah bahan baku pembuatan roti, maka otomatis biaya variabel akan meningkat dan jumlah roti yang dihasilkan pun akan meningkat.

Biaya Variabel Diskresioner

Berbeda dengan biaya variabel teknis, biaya variabel diskresioner hanya bekerja dengan mempengaruhi satu variabel saja, di mana kenaikan output akan meningkatkan jumlah input dan biaya variabel, namun kenaikan jumlah input tidak menjamin kenaikan output.

Sebagai contohnya, apabila ditetapkan biaya promosi adalah 10% dari profit penjualan, kenaikan penjualan akan ikut meningkatkan biaya promosi. Namun sebaliknya, kenaikan biaya promosi tidak menjamin kenaikan profit penjualan.

Contoh Biaya Variabel (Variable Cost)

contoh variable cost

Beberapa contoh variable cost adalah sebagai berikut.

  • Biaya pembelian bahan baku.
  • Biaya tenaga kerja harian.
  • Biaya lembur tenaga kerja.
  • Biaya transportasi.
  • Biaya BBM.

Untuk bisa lebih memahami mengenai variable cost, simak contoh kasusnya berikut ini. Diasumsikan sebuah toko roti memerlukan biaya Rp100.000 untuk membuat kue dengan rincian biaya Rp50.000 untuk bahan mentah dan Rp50.000 untuk biaya tenaga kerja langsung untuk pembuatan 100 kue. Berikut tabel yang menunjukkan bagaimana biaya variabel berubah tergantung pada jumlah barang yang diproduksi.

Biaya 0 Kue          100 Kue               300 Kue                500 Kue                 
Bahan mentah Rp0 Rp50.000 Rp150.000 Rp250.000
BBM Rp0 Rp50.000 Rp150.000 Rp250.000

Total biaya variabel

Rp0 Rp100.000 Rp300.000

Rp500.000

Dapat disimpulkan bahwa, semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel toko roti juga akan semakin meningkat, dan berlaku juga sebaliknya.

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai pengertian, jenis, dan rumus variable cost. Tidak terlalu rumit, bukan? Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kamu yang hendak membuka bisnis atau membuat laporan keuangan perusahaan.

Tentang Kami

Pintu adalah aplikasi jual beli bitcoin dan aset crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah investasi dan trading, bukan? Belakangan ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi dan trading untuk memperoleh penghasilan tambahan maupun passive income, salah satunya adalah melalui  crypto.

Per Mei 2021 lalu, jumlah investor aset crypto di Indonesia pun telah melampaui pasar modal dan mencapai 6,5 juta orang. Untuk kamu yang tertarik berinvestasi di bidang ini, download Pintu sekarang! Di Pintu, jual beli crypto bisa dimulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

Dewi Sri, Analisis Konsep dan Perilaku Biaya. Diakses tanggal: 4-10-2021

Hastutik S, Kartini E, Suharsono, et al, Strategi Akuntansi Manajemen. Diakses tanggal: 4-10-21

Pratama FA, Akuntansi Biaya. Diakses tanggal: 4-10-21

Santoso HB, Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK Kelas XI Semester 2. Diakses tanggal: 4-10-21

Will Kenton, Variable Cost. Diakses tanggal: 4-10-2021

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->
Mulai Investasi Sekarang
Daftar dalam hitungan menit, langsung mulai investasi.
tampilan aplikasi pintu crypto
Alamat Perusahaan
Kantor Pusat
The City Tower Lantai 27 Jalan M.H Thamrin No.81, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 Indonesia
Operasional & Customer Support
Rukan Permata Senayan Blok H1-H2 Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12210 Indonesia
Terdaftar dan Diawasi
Lisensi aplikasi pintu menkominfo dan bappebti
Foundations/Reg-license/ISO27001
Lisensi ISO
© 2021 PT. Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan illustrasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Pintu App Logo
Pintu App
The Easiest way to Trade Bitcoin and other Cryptos
10K+