Sistem Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Updated
September 22, 2021
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Sistem Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Reading Time: 3 minutes

Sistem pembayaran adalah konsep yang tidak dapat dilepaskan dalam kegiatan perekonomian sehari-hari. Secara umum, sistem pembayaran dibedakan menjadi pembayaran tunai dan non-tunai. Simak artikel berikut ini untuk memahami pengertian, tujuan, dan contoh sistem pembayaran.

Pengertian Sistem Pembayaran

gambar sistem pembayaran

Sistem pembayaran dapat didefinisikan sebagai serangkaian instrumen, perantara, peraturan, prosedur, proses, dan sistem transfer yang memfasilitasi peredaran uang di suatu negara atau wilayah tertentu.

Definisi lain dari sistem pembayaran adalah sistem yang meliputi peraturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk mentransfer dana dalam rangka penyelesaian kewajiban yang timbul dari kegiatan ekonomi.

Sistem pembayaran juga meliputi pemahaman konsep uang sebagai alat tukar atau perantara dalam transaksi barang, jasa, dan keuangan.

Tujuan Sistem Pembayaran

Tujuan utama dari sistem pembayaran adalah memungkinkan seseorang untuk memindahkan dana dari satu pihak ke pihak yang lain. Sistem pembayaran dibuat agar kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar. Dalam hal ini, uang menjalankan perannya sebagai alat pertukaran yang diterima saat membeli barang atau jasa. Jika uang diibaratkan sebagai darah dalam kehidupan perekonomian, maka sistem pembayaran adalah sistem sirkulasinya.

Contoh Sistem Pembayaran di Indonesia

Ada dua jenis sistem pembayaran, yaitu tunai dan non-tunai. Seperti namanya, perbedaan pembayaran tunai dan non-tunai terletak pada alat pembayaran yang digunakan. Pembayaran tunai menggunakan uang fisik baik kertas maupun logam, sementara pembayaran non-tunai tidak menggunakan uang fisik.

Sistem Pembayaran Tunai

contoh sistem pembayaran tunai

Meski zaman sudah semakin canggih dan masyarakat sudah sangat familiar dengan pembayaran non-tunai, pembayaran tunai tetap memiliki peran penting dan masih banyak digunakan.

Beberapa kelebihan dari sistem pembayaran tunai adalah sebagai berikut.

  • Salah satu sistem pembayaran yang paling umum digunakan dan paling mudah karena tidak memerlukan alat atau instrumen apapun.
  • Tidak ada biaya transaksi yang harus dibayarkan.

Sedangkan kelemahan dari sistem pembayaran tunai antara lain:

  • Pembayaran tunai dalam jumlah yang besar bisa menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Menyimpan uang tunai di rumah atau di kantor, maupun membawanya ketika bepergian akan meningkatkan risiko hilangnya uang atau perampokan.
  • Perhitungan saldo uang akan memakan waktu karena harus dihitung satu per satu.

Sistem Pembayaran Non-Tunai

contoh sistem pembayaran non-tunai

Di era digital, sistem pembayaran non-tunai relatif lebih disukai karena berbagai kelebihan yang ditawarkan. Sistem pembayaran ini tidak melibatkan uang fisik, namun memerlukan instrumen tertentu seperti mesin EDC atau barcode.

Macam-Macam Pembayaran Non-Tunai, Kekurangan dan Kelebihannya

Tidak seperti pembayaran tunai yang hanya terdapat satu jenis saja, pembayaran non-tunai relatif lebih bervariasi.

Cek

Beberapa kelebihan pembayaran non-tunai dengan cek adalah sebagai berikut.

  • Memudahkan pembayaran transaksi dalam jumlah besar.
  • Sistem pembayaran yang aman untuk nominal besar.
  • Lebih praktis karena hanya berbentuk selembar kertas untuk nominal berapapun.
  • Tidak ada biaya transaksi.

Kelemahan pembayaran non-tunai dengan cek adalah sebagai berikut.

  • Adanya risiko pembayaran dengan cek palsu.
  • Cek tidak dapat dicairkan jika dana di rekening pemberi cek tidak cukup.

Kartu Debit dan Kartu Kredit

Kelebihan pembayaran dengan kartu debit dan kredit adalah sebagai berikut.

  • Memudahkan pembayaran transaksi dalam jumlah besar.
  • Transaksi dalam jumlah besar lebih aman.
  • Risiko penipuan relatif kecil, tidak perlu khawatir adanya cek palsu atau uang palsu.

Kelemahan pembayaran dengan kartu adalah sebagai berikut.

  • Pemilik kartu harus membayar sejumlah biaya administrasi kepada pihak bank penerbit kartu.
  • Penjual harus menyediakan alat khusus seperti EDC (Electronic Data Capture) untuk bisa menerima pembayaran dengan sistem kartu debit atau kredit.

Baca juga: 9 Alat Pembayaran Sah di Indonesia

Perkembangan Sistem Pembayaran Memudahkan Investasi

Perkembangan sistem pembayaran juga ikut memudahkan kamu yang ingin berinvestasi. Pembelian aset investasi kini bisa dilakukan secara online, lho! Misalnya seperti jual beli aset kripto melalui Pintu, pedagang aset kripto yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Pintu adalah aplikasi yang bisa kamu unduh melalui smartphone, sehingga kamu bisa mengecek perubahan harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya setiap saat. Belum paham soal kripto? Tenang saja, kamu bisa belajar kripto melalui Pintu Academy secara gratis!

Referensi:

Bank Indonesia, The Payment System At A Glance. Diakses pada 13-09-2021.

Money Fit, Different Payment Methods. Diakses pada 13-09-2021.

Practical Business Skill, Payment Options. Diakses pada 13-09-2021.

Reserve Bank of Australia, Payments System. Diakses pada 13-09-2021.

Risto Gogoski, PhD, Payment Systems in Economy – Present End Future Tendencies. Diakses pada 13-09-2021.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->