Teori Fraud Triangle: Contoh dan Unsur-Unsurnya

Updated
October 3, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Teori Fraud Triangle: Contoh dan Unsur-Unsurnya
Reading Time: 3 minutes

Kamu mungkin pernah mendengar istilah “fraud triangle” atau “segitiga fraud”. Tapi apa sebenarnya itu? Dan mengapa hal ini penting untuk kamu ketahui agar bisa menghindarinya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Fraud Triangle?

Fraud triangle adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menjelaskan alasan di balik keputusan seseorang untuk melakukan kecurangan.

Triangle of fraud dikemukakan oleh Donald R. Cressey pada tahun 1970. Model ini menggambarkan tiga kondisi yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kecurangan di tempat kerja: motivasi, kesempatan, dan rasionalisasi.

Ketika seorang karyawan memiliki alasan untuk melakukan kecurangan, mendapatkan kesempatan untuk melakukannya tanpa ketahuan, dan dapat merasionalisasi perilakunya, maka kemungkinan besar ia akan melakukan tindakan kecurangan di tempat kerjanya.

Donald R. Cressey menekankan bahwa bukan sifat kepribadian yang mendorong seseorang untuk melakukan kecurangan, melainkan kombinasi dari ketiga komponen segitiga fraud tersebut. Dengan memahami setiap komponen ini, pemilik bisnis dapat bekerja untuk mencegah potensi kecurangan di tempat kerjanya.

Unsur-Unsur Fraud Triangle

unsur-unsur fraud triangle

(Sumber: NJCPA)

Ada tiga komponen utama dalam fraud triangle: kesempatan (opportunity), insentif (incentive), dan rasionalisasi (rationalization).

  • Kesempatan (Opportunity) Kesempatan merujuk pada situasi yang memungkinkan kecurangan terjadi. Misalnya, kontrol internal yang lemah atau ketiadaan pengawasan yang memadai bisa memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melakukan kecurangan.
  • Insentif (Incentive) Insentif bisa berupa tekanan finansial pribadi atau tekanan dari atasan. Misalnya, bonus yang berdasarkan metrik keuangan tertentu bisa mendorong karyawan untuk memanipulasi data agar mencapai target.
  • Rasionalisasi (Rationalization) Rasionalisasi adalah pembenaran internal yang dilakukan oleh seseorang untuk meyakinkan dirinya bahwa tindakan curang yang dilakukannya adalah dapat diterima atau bahkan diperlukan.

Faktor-Faktor Penyebab Fraud Triangle

Sesuai pembagian di atas, beberapa penyebab dari fraud triangle adalah sebagai berikut.

  • Kontrol Internal yang Lemah: Kurangnya pengawasan atau prosedur yang tidak efektif dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melakukan kecurangan tanpa ketahuan.
  • Posisi Khusus: Beberapa posisi mungkin memiliki akses lebih ke sumber daya perusahaan, sehingga memberikan lebih banyak kesempatan untuk kecurangan.
  • Kurangnya Hukuman: Jika pelanggaran sebelumnya tidak dihukum atau tidak ada konsekuensi nyata, karyawan mungkin merasa bisa lolos dari tindakan kecurangan.
  • Perubahan Mendadak dalam Kehidupan Pribadi: Seperti kehilangan pekerjaan oleh pasangan, tagihan medis mendadak, atau tekanan finansial lainnya.
  • Rasa Tidak Adil: Misalnya, merasa dilewati saat promosi atau tidak mendapatkan kenaikan gaji yang diharapkan.
  • Tekanan untuk Bertahan Hidup: Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti obat-obatan atau makanan.
  • Tekanan Status: Merasa perlu untuk mengimbangi pendapatan atau pengeluaran rekan-rekan.

Contoh Kasus dan Implikasi dari Fraud Triangle

Sebagai contoh, seorang karyawan yang merasa tekanan finansial mungkin menemukan kesempatan untuk mengambil uang dari kas perusahaan karena kontrol internal yang lemah. Dia mungkin merasionalisasi tindakannya dengan berpikir bahwa dia hanya “meminjam” uang dan akan mengembalikannya nanti, atau mungkin dia merasa bahwa perusahaan “berhutang” padanya.

Implikasi dari fraud triangle sangat luas dan bisa berdampak negatif bagi perusahaan, mulai dari kerugian finansial hingga kerusakan reputasi. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami dan mencegah potensi kecurangan.

Lalu, apa hubungannya dengan trading aset crypto? Di dunia trading, terutama dalam trading crypto, potensi kecurangan bisa meningkat karena anonimitas dan kurangnya regulasi yang ketat. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang fraud triangle, trader bisa lebih waspada terhadap potensi risiko dan menjalankan strategi trading yang lebih aman.

Kelebihan trading crypto dibandingkan dengan aset lain adalah transparansi dan kecepatan transaksi. Namun, selalu penting untuk melakukan due diligence dan memastikan bahwa kamu berinvestasi di platform yang memiliki kontrol internal yang kuat untuk mencegah potensi kecurangan.

Dalam dunia bisnis dan investasi, pengetahuan adalah kunci. Dengan memahami konsep seperti fraud triangle, kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat dan melindungi investasi kamu. Salah satu aset crypto yang tengah berkembang pesat saat ini adalah crypto. Bitcoin sebagai salah satu aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, bahkan memiliki nilai hingga ratusan juta per kepingnya.

Buat kamu yang ingin belajar crypto secara mudah, kunjungi Pintu Academy! Sudah siap memulai investasi, download Pintu sekarang! Pintu telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi secara mudah mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->