Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Binance Coin (BNB) sedang ramai diperbincangkan setelah mencatatkan lonjakan harga hingga 45% dalam 30 hari terakhir. Namun, menurut analisis teknikal dan on-chain terbaru, terdapat beberapa metrik penting yang menunjukkan bahwa momentum ini mungkin tidak bertahan lama.
Berikut adalah 3 alasan mengapa harga BNB (Binance Coin) bisa mengalami koreksi dalam waktu dekat, meskipun saat ini menjadi salah satu crypto teratas yang mencuri perhatian pasar.

Berdasarkan data dari Glassnode yang dikutip oleh BeInCrypto pada 13 Oktober 2025, metrik Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) untuk BNB kini berada di level 0.57. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor saat ini berada dalam kondisi “unrealized profit” atau belum merealisasikan keuntungannya.
Pada level serupa sebelumnya, yakni 7 Oktober, BNB sempat terkoreksi dari $1.300 (Rp21.518.900) ke $1.100 (Rp18.208.300), turun sekitar 15%. Menurut analis Ananda Banerjee, puncak NUPL seringkali diikuti oleh aksi ambil untung dari para whale dan investor jangka menengah.
Selain itu, lonjakan serupa pada 3 Oktober juga memicu koreksi kecil sekitar 3%. Data ini menunjukkan bahwa ketika NUPL mencapai puncak lokal, pasar cenderung mengalami fase konsolidasi atau penurunan harga jangka pendek.
Baca Juga: Pasar Memecoin Tambah $10 Miliar Pasca-Krisis: Apa Langkah Selanjutnya bagi Para Trader?

Sinyal penting berikutnya datang dari metrik HODL Waves, yang menunjukkan distribusi usia kepemilikan token. Data terbaru mengungkap bahwa kelompok pemegang BNB selama 6–12 bulan—yang biasanya menjadi penopang tren bullish jangka menengah—mengalami penurunan signifikan.
Menurut laporan BeInCrypto, kelompok ini sebelumnya memegang 63,89% dari total suplai BNB pada 4 Oktober, namun kini hanya menyisakan 18,15%. Ini berarti kelompok yang sebelumnya “duduk manis” kini telah mulai menjual untuk merealisasikan keuntungan.
Penurunan partisipasi dari holder ini mencerminkan menurunnya keyakinan jangka menengah, dan menjadi sinyal bahwa gelombang beli dari investor ritel belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum naik.

Dari sisi teknikal, Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan sinyal bearish divergence yang cukup jelas. RSI BNB membentuk lower high, sementara harga BNB membentuk higher high antara 10–12 Oktober. Ini merupakan pola klasik yang biasanya mendahului koreksi jangka pendek.
Harga BNB saat ini diperdagangkan di sekitar $1.340 (Rp22.180.020), mendekati zona resistensi Fibonacci 0.382 di $1.382 (Rp22.879.946). Menurut Banerjee, jika harga gagal menembus level ini dalam waktu dekat, maka potensi koreksi ke support di $1.320 (Rp21.871.160) sangat mungkin terjadi.
Apabila tekanan jual semakin kuat, koreksi bisa berlanjut hingga ke level $1.220 (Rp20.180.860), bahkan kembali menyentuh $1.140 (Rp18.870.420).
Meskipun BNB masih menjadi salah satu altcoin tangguh dan banyak diburu setelah reli besar-besaran, data menunjukkan bahwa investor—terutama whale dan pemegang jangka menengah—sudah mulai ambil untung.
Dengan kombinasi antara puncak NUPL, penurunan dari kelompok holder 6–12 bulan, serta sinyal RSI divergence, para trader dan investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Namun, koreksi ini bukan berarti tren bullish jangka panjang selesai—melainkan fase cooling down sehat sebelum potensi naik kembali.
Baca Juga: BTC & ETH Bangkit Usai “Wipeout Terbesar Sehari dalam Sejarah Kripto”: Ini Alasannya!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.