Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pandangan terbaru dari analis on-chain Willy Woo menyoroti peningkatan risiko bearish pada Bitcoin (BTC) seiring likuiditas pasar yang terus menipis di tengah tren harga stagnan. Perkembangan ini memberi sinyal bahwa momentum kenaikan BTC bisa melemah, sehingga pelaku pasar perlu menyesuaikan ekspektasi terhadap aksi harga jangka pendek.
Menurut analisa yang dirilis, Bitcoin menunjukkan pola di mana likuiditas — ukuran kedalaman pasar yang tersedia untuk mendukung volume perdagangan besar tanpa menciptakan slippage — semakin berkurang, sementara harga masih mencoba bertahan di level support penting. Kondisi ini sering kali menjadi indikator bahwa tren kenaikan tidak lagi didukung oleh permintaan kuat dari pasar. Risiko koreksi menjadi semakin relevan ketika penurunan likuiditas mengindikasikan partisipasi pembeli melemah.
Penurunan likuiditas ini juga terlihat dari volume transaksi yang cenderung lebih rendah pada saat harga mencoba menguat, menunjukkan bahwa peserta pasar besar (institusi atau whale) mungkin tidak agresif melakukan accumulation. Perubahan ini berbeda dari periode bullish sebelumnya ketika harga naik disertai pertumbuhan likuiditas yang kuat.
Baca Juga: Prediksi Mengejutkan: XRP Bersiap untuk Lonjakan Pasca Penurunan Terakhir!

Dalam analisa on-chain, indikator seperti rasio posisi net long/short dan likuiditas bursa menunjukkan tekanan jual yang lebih besar dari sisi leverage. Hal ini mengimplikasikan bahwa jika penurunan harga berlanjut, aksi stop-loss dan likuidasi bisa memperburuk volatilitas ke bawah. Risiko bear di skenario ini menjadi lebih kentara terutama ketika level support kunci gagal dipertahankan.
Kombinasi likuiditas rendah dan tekanan bearish juga dapat menyebabkan harga BTC lebih sensitif terhadap berita makroekonomi, termasuk data inflasi atau kebijakan moneter yang tidak konsisten. Kondisi semacam ini sering kali meningkatkan kemungkinan penurunan mendadak dibandingkan kenaikan tajam.
Terlepas dari risiko bear, tren harga Bitcoin pada periode terakhir menunjukkan fase konsolidasi di tengah rentang sideways. Aksi harga ini sering dipandang sebagai fase akumulasi atau distribusi sebelum breakout signifikan. Namun, ketika likuiditas rendah, konsolidasi semacam ini cenderung berakhir dengan pergerakan lebih kuat ke arah downside.
Sentimen pasar juga mencerminkan kehati-hatian investor, dengan sebagian pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi breakout atau breakdown sebelum memasuki posisi besar. Sikap wait-and-see ini turut memperkuat level likuiditas rendah, membatasi kemampuan BTC untuk bergerak kuat ke atas tanpa katalis eksternal.
Secara teknikal, level support jangka pendek untuk Bitcoin berada di sekitar zona psikologis yang diawasi oleh banyak analis, di mana kegagalan bertahan di bawahnya bisa memperluas tekanan bearish. Sebaliknya, jika harga mampu rebound dari level support ini disertai peningkatan volume, skenario bear risiko rendah dan peluang rebound menjadi lebih mungkin.
Resistance kunci juga penting untuk menentukan arah tren lanjutan. Penembusan di atas resistance tersebut dengan likuiditas yang meningkat bisa menandakan potensi pembalikan dari fase bear, namun kondisi saat ini menempatkan tekanan lebih besar pada risiko downside.
Likuiditas yang menipis biasanya berkorelasi dengan volatilitas yang lebih tinggi ketika harga bergerak keluar dari rentang konsolidasi. Dalam pasar Bitcoin, itu berarti potensi pergerakan tajam ke bawah bisa lebih intens dibanding lonjakan ke atas, terutama jika berita makroekonomi negatif atau aksi jual terjadi tiba-tiba. Investor perlu mempertimbangkan hal ini saat merencanakan strategi trading atau investasi jangka pendek.
Selain itu, likuiditas yang rendah dapat menimbulkan slippage lebih besar pada posisi besar, berarti risiko biaya transaksi lebih tinggi ketika upaya masuk atau keluar posisi dilakukan selama volatilitas tinggi.
Dalam kerangka analisa dan prediksi Bitcoin hari ini, probabilitas arah bearish lebih tinggi sepanjang likuiditas tetap rendah dan tidak ada katalis positif makro yang signifikan. Jika level support bertahan dengan volume lebih besar, maka harga mungkin bergerak sideway dengan bias netral hingga bullish moderat.
Namun, jika level support ditembus tanpa peningkatan likuiditas, risiko koreksi signifikan tetap menjadi skenario utama. Pelaku pasar disarankan memantau indikator likuiditas, volume, dan aksi harga di level teknikal kunci untuk melihat arah selanjutnya secara real-time.
Faktor eksternal seperti data ekonomi AS, kebijakan suku bunga, dan arah pasar ekuitas global turut memengaruhi harga Bitcoin selain dinamika internal likuiditas. Fluktuasi tajam dalam aset berisiko dapat mendorong investor crypto melakukan rebalancing yang berdampak pada dinamika likuiditas dan arah harga BTC.
Perlu dicatat bahwa analisa ini bersifat probabilistik dan bukan prediksi mutlak; pergerakan pasar cryptocurrency selalu dipengaruhi oleh kombinasi elemen teknikal, fundamental, dan sentimen pasar yang dinamis.
Baca Juga: Dolar AS Diprediksi Anjlok di Awal 2026 Sebelum Membalik Arah
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
Bitcoin.com News. Willy Woo Flags Bitcoin Bear Risk as Liquidity Fades Behind Price. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.