Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Aktivitas burn pada jaringan Ripple kembali menjadi sorotan setelah metrik pemusnahan token menunjukkan lonjakan signifikan di tengah fase koreksi harga. Fenomena ini memunculkan diskusi baru tentang dinamika supply-demand dalam ekosistem cryptocurrency, khususnya untuk Ripple (XRP). Artikel ini merangkum fakta utama secara netral dan informatif untuk membantu pembaca memahami konteksnya dalam lanskap crypto global.
Data on-chain menunjukkan bahwa jumlah XRP yang dibakar per hari meningkat tajam dibandingkan rata-rata minggu sebelumnya. Burn terjadi sebagai bagian dari mekanisme biaya transaksi di jaringan Ripple, di mana sebagian kecil XRP dimusnahkan secara permanen.
Peningkatan ini mengindikasikan naiknya aktivitas jaringan, baik dari sisi transaksi ritel maupun institusional. Dalam konteks cryptocurrency, burn sering dipandang sebagai sinyal teknis, bukan faktor tunggal penentu harga.
Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?
Tidak seperti model burn agresif pada beberapa crypto lain, Ripple menerapkan burn dalam jumlah sangat kecil per transaksi. Rata-rata biaya transaksi berkisar $0,00001 atau sekitar Rp0,17 dengan kurs 1 USD = Rp16.763.
Model ini dirancang untuk mencegah spam jaringan, bukan untuk mengurangi suplai secara drastis. Oleh karena itu, dampak burn XRP lebih relevan sebagai indikator penggunaan jaringan dibandingkan alat deflasi.

Meski burn meningkat, harga Ripple (XRP) masih bergerak dalam fase koreksi jangka pendek. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen makro dan likuiditas global dibandingkan metrik on-chain semata.
Dalam dunia crypto, perbedaan arah antara data jaringan dan harga bukanlah hal baru. Situasi ini sering muncul ketika pelaku pasar menunggu konfirmasi tren yang lebih kuat.
Lonjakan burn secara tidak langsung mencerminkan peningkatan jumlah transaksi di jaringan Ripple. Hal ini dapat diartikan sebagai bertambahnya utilitas jaringan dalam ekosistem pembayaran lintas negara.
Bagi investor cryptocurrency yang berorientasi fundamental, data ini dapat menjadi pelengkap analisis. Namun, interpretasinya tetap perlu dikombinasikan dengan faktor regulasi dan adopsi institusional.
Jika dibandingkan dengan Ethereum (ETH) yang menerapkan burn melalui EIP-1559, skala burn XRP relatif jauh lebih kecil. Ethereum dapat membakar ETH senilai jutaan dolar per hari, setara ratusan miliar rupiah.
Perbedaan ini menegaskan bahwa setiap cryptocurrency memiliki desain ekonomi yang unik. Oleh karena itu, pendekatan analisis XRP tidak bisa disamakan langsung dengan crypto berbasis smart contract.
Meskipun dampak langsung ke harga terbatas, lonjakan burn sering memengaruhi persepsi pasar jangka pendek. Banyak pelaku pasar crypto memantau metrik ini sebagai sinyal aktivitas, bukan sebagai pemicu FOMO.
Dalam konteks berita, data burn lebih tepat diposisikan sebagai informasi pendukung. Netralitas penting agar pembaca memahami bahwa metrik ini bukan jaminan pergerakan harga.
Jika aktivitas jaringan Ripple terus meningkat secara konsisten, burn XRP kemungkinan akan tetap berada di level tinggi. Hal ini dapat memperkuat narasi utilitas jaringan dalam jangka menengah.
Namun, arah harga tetap akan ditentukan oleh kombinasi faktor teknikal, makroekonomi, dan kebijakan industri crypto global. Dengan demikian, burn XRP sebaiknya dilihat sebagai satu bagian dari gambaran besar.
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.