Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Fenomena cuaca ekstrem berupa badai Arktik di Amerika Serikat baru-baru ini mengganggu operasi penambangan Bitcoin (BTC), menyebabkan waktu blok rata-rata di jaringan melampaui 12 menit dari target 10 menit.
Gangguan ini membuka diskusi tentang hubungan antara faktor eksternal fisik, kinerja jaringan proof-of-work, dan dinamika pasar cryptocurrency secara lebih luas. Laporan ini merangkum fakta kunci yang relevan secara teknis dan kontekstual, tanpa melodrama atau prediksi spekulatif.
Badai Arktik yang menerjang beberapa wilayah penambangan di AS menyebabkan jaringan listrik tidak stabil dan pendinginan mesin penambangan terganggu. Foundation penambangan seperti Foundry USA melaporkan penurunan hash rate signifikan selama periode ini, yang berarti total daya komputasi yang memvalidasi Bitcoin menurun. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk menemukan blok baru meningkat melampaui rata-rata protokol Bitcoin.
Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?

Bitcoin dirancang dengan target interval blok sekitar 10 menit sebagai bagian dari mekanisme konsensus proof-of-work. Namun saat penambangan terganggu, waktu antar blok memanjang, tercatat lebih dari 12 menit dalam periode badai ini. Variasi ini adalah respons teknis terhadap hash rate yang fluktuatif, bukan kegagalan sistem.
Jaringan Bitcoin memiliki algoritma yang menyesuaikan tingkat kesulitan setiap 2.016 blok untuk mempertahankan target waktu blok. Penurunan hash rate sementara akan memicu perlambatan blok, tetapi penyesuaian kesulitan berikutnya akan menurunkan ambang kesulitan untuk mempercepat penemuan blok. Proses ini merupakan bagian dari desain protokol untuk menghadapi fluktuasi musiman atau peristiwa ekstrem seperti badai.
Waktu blok yang lebih panjang dapat memperlambat konfirmasi transaksi di jaringan Bitcoin.
Hal ini berarti pengguna mungkin mengalami keterlambatan sementara dalam penyelesaian transaksi atau konfirmasi di dompet mereka. Namun efek ini bersifat sementara dan akan pulih ketika hash rate kembali stabil.

Gangguan penambangan karena faktor fisik menyoroti hubungan antara infrastruktur energi, cuaca, dan stabilitas jaringan cryptocurrency utama seperti Bitcoin. Meskipun fluktuasi waktu blok tidak secara langsung menentukan arah harga, penurunan hash rate dan kekhawatiran tentang keandalan dapat mempengaruhi sentimen teknikal trader. Pasar crypto global cenderung merespon gangguan infrastruktur dengan volatilitas harga yang lebih tinggi dalam jangka pendek.
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.