Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga emas melonjak tajam setelah mengalami salah satu aksi jual terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Harga spot emas kembali menembus level $5.000 (Rp84.401.750) per ons, dengan perdagangan terbaru berada di kisaran $5.090 (Rp85.920.981).
Kenaikan ini terjadi setelah penurunan tajam dari rekor tertinggi sebelumnya yang berada di atas $5.500, yang memicu banyak trader jangka pendek untuk keluar dari posisi mereka.
Pemulihan ini mungkin terasa meyakinkan, terutama jika Anda menganggap penurunan sebelumnya adalah reaksi berlebihan. Namun, perlu diingat bahwa lonjakan awal setelah aksi jual paksa sering kali terlihat “terlalu jelas”, tepat sebelum volatilitas pasar kembali meningkat.
Kini, banyak trader menghadapi pertanyaan sederhana: Apakah bijak membeli emas setelah rebound ini, atau justru pembeli yang terlambat akan terjebak?
Tidak ada jawaban tunggal yang pasti untuk pertanyaan ini. Semuanya tergantung pada jangka waktu investasi kamu, batas risiko yang kamu tetapkan, dan apa yang menurut kamu menjadi faktor penggerak harga emas di tahun 2026.
Membeli emas setelah rebound bisa jadi keputusan yang baik, asalkan kamu tidak mengejar kenaikan harga harian dan masih melihat adanya faktor pendukung jangka panjang.
Baca juga: Harga Emas Antam 5 Gram Hari ini, 6 Februari 2026
Kenaikan harga emas kali ini tampak “sehat”, setelah tekanan jual paksa, margin yang ketat, dan perubahan cepat dalam ekspektasi suku bunga yang sebelumnya telah mendorong harga emas terlalu jauh, terlalu cepat—baik naik maupun turun.
Berikut beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan:

Kenaikan harga emas baru-baru ini dapat dijelaskan dengan cukup jelas: berkaitan dengan posisi pasar dan kekuatan dolar.
Ini penting untuk dipertimbangkan karena rebound yang didorong oleh stabilisasi pendanaan dan posisi pasar bisa berlanjut, namun bisa juga gagal dengan cepat jika tidak ada dukungan fundamental yang cukup kuat.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini, 6 Februari 2026: Naik atau Turun?
Inilah pertanyaan yang membuat banyak trader bingung. Rebound yang tajam sering kali menciptakan kesan bahwa kamu harus segera membeli atau akan ketinggalan momen—padahal itu adalah pola pikir yang keliru.
Pendekatan yang lebih baik adalah menentukan tipe investor seperti apa kamu:
Jika kamu membeli emas sebagai perlindungan atau diversifikasi, waktu pembelian tidak terlalu penting dibandingkan proses membangun posisi secara bertahap.
Strategi umum:
Risiko:
Jika kamu berinvestasi dalam jangka waktu mingguan atau bulanan, waktu masuk pasar sangat penting, karena pergerakan harga harus mendukung posisi Anda dalam waktu terbatas.
Strategi umum:
Jika kamu berdagang dalam waktu sangat singkat, kamu tidak benar-benar berinvestasi dalam emas, melainkan memperdagangkan volatilitas.
Strategi umum:
Secara keseluruhan, apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli emas? Tergantung tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko kamu. Jika kamu tahu tipe investor seperti apa, maka kamu bisa membuat keputusan yang lebih rasional dan terukur—bukan berdasarkan rasa takut tertinggal momentum pasar.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUT), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.