Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kembali tertekan setelah turun sekitar 13% dalam empat hari, dari puncak lokal dekat US$79.300 ke kisaran US$63.844. Level ini menempatkan BTC di bawah area US$69.000 yang menjadi puncak siklus bull market 2021 dan selama ini dianggap sebagai zona support penting.
Di saat yang sama, open interest futures Bitcoin anjlok lebih dari US$10 miliar dalam sepekan, menandakan reset leverage yang agresif. Kondisi ini membuat analis mulai fokus pada zona teknikal jangka panjang dan indikator on-chain untuk mencari kemungkinan titik balik harga.
Level US$69.000 penting karena merupakan puncak bull market 2021 dan secara historis, puncak siklus sebelumnya sering berperan sebagai support di fase bear berikutnya. Pada siklus sebelumnya, Bitcoin (BTC) sempat membentuk dasar di sekitar puncak 2017 di US$19.600 sebelum turun sedikit lebih rendah ke sekitar US$16.000 pada November 2022.
Pola ini menunjukkan bahwa harga bisa menembus di bawah puncak lama sebelum benar-benar membentuk bottom. Artinya, risiko penurunan lanjutan secara struktur masih terbuka.

André Dragosch dari Bitwise mencatat bahwa porsi besar transaksi terbaru terjadi di rentang US$58.000–US$69.000. Rentang ini bertepatan dengan moving average 200-minggu di sekitar US$58.000, sehingga dilihat sebagai zona demand kunci.
Di order book, analis exitpump juga melihat adanya bid besar di kisaran US$68.000–US$65.000, mengindikasikan minat beli pada setiap penurunan ke area tersebut. Meski demikian, kuat tidaknya zona ini baru terkonfirmasi jika tekanan jual mereda dan muncul pantulan yang berkelanjutan.
Baca juga: Peluang Bitcoin Tembus $90.000 Kian Tipis, Pasar Opsi Sudah “Angkat Tangan”?
Analis pasar Subu Trade mencatat bahwa indikator weekly Relative Strength Index (RSI) Bitcoin telah turun di bawah 30, wilayah yang secara historis jarang tersentuh. BTC baru empat kali menyentuh level oversold ini, dan pada tiap kejadian sebelumnya harga rata-rata naik sekitar 16% dalam empat hari berikutnya. Data ini memberi indikasi bahwa tekanan jual sudah mendekati titik jenuh secara teknikal, meski tidak menjamin timing rebound yang presisi.
Dari sisi on-chain, analis MorenoDV menyoroti bahwa adjusted Net Unrealized Profit/Loss (aNUPL) telah negatif untuk pertama kali sejak 2023. Artinya, secara rata-rata, pemegang Bitcoin kini berada dalam kondisi rugi secara mark-to-market.
Situasi serupa pada 2018–2019, 2020, dan 2022–2023 di masa lalu cenderung diikuti fase pemulihan harga. Moreno menambahkan, kali ini penurunan sentimen terjadi jauh lebih cepat dibanding siklus sebelumnya, yang bisa berarti fase kapitulasi berlangsung lebih singkat meski terasa lebih brutal.
Baca juga: Bitcoin Terperosok ke $60.000, MicroStrategy Kini Diburu Risiko “Katastropik”
Kombinasi penurunan harga tajam, reset leverage besar-besaran, dan sinyal oversold di berbagai indikator menunjukkan tekanan jangka pendek yang sangat kuat. Penurunan open interest lebih dari US$10 miliar dalam tujuh hari mempertegas bahwa banyak posisi futures telah dipaksa ditutup. Dalam kondisi seperti ini, ruang untuk relief rally secara teknikal mulai terbuka, terutama jika zona demand US$58.000–US$69.000 terbukti mampu menahan penurunan lanjutan.

Meski demikian, tidak ada kepastian bahwa pantulan akan langsung kuat atau berujung pada pembalikan tren besar. Pengalaman siklus sebelumnya menunjukkan bahwa harga bisa berfluktuasi liar di sekitar zona bottom sebelum tren baru terbentuk.
Bagi pelaku pasar, fokus utama saat ini adalah memantau apakah buyer agresif benar-benar muncul di area US$58.000–US$69.000, dan apakah sinyal on-chain seperti aNUPL kembali pulih ke wilayah positif. Selama itu belum terjadi, risiko retest area lebih rendah tetap perlu diantisipasi.
Penurunan Bitcoin (BTC) ke bawah US$64.000 dan tembusnya level historis US$69.000 menandai fase tekanan jual paling intens sejak akhir 2022. Namun, berbarengan dengan itu, muncul serangkaian sinyal oversold dari RSI mingguan dan aNUPL yang historisnya sering mendahului fase pemulihan harga.
Zona US$58.000–US$69.000 kini menjadi area kunci untuk menguji kekuatan demand jangka panjang. Jika buyer mampu mempertahankan wilayah ini, peluang relief rally meningkat; jika tidak, pasar harus bersiap pada skenario pembentukan bottom yang lebih dalam dan lebih panjang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.