Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) turun lebih dari 5% dalam beberapa hari terakhir dan sekarang telah menembus ke bawah salah satu level struktur jangka pendek yang penting. Pada 10 Februari, ETH jatuh di bawah $1.980 setelah gagal mempertahankan pergerakan rebound di dalam kanal sempit.
Penurunan ini terjadi setelah aktivitas DeFi merosot tajam dan arus masuk dana institusional melemah. Namun, di tengah tekanan tersebut, pemegang besar justru mulai kembali melakukan akumulasi. Pertanyaannya sederhana: apakah ini tanda awal fase akumulasi baru, atau hanya jeda singkat sebelum harga turun lebih dalam lagi?

Pada 12 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,960 atau setara dengan Rp33.083.635 mengalami penurunan 2,43% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.239.660 dan level tertingginya di Rp33.969.216
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp3.975 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 4% menjadi Rp397,94 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Prediksi Harga XRP: Konsolidasi Usai Aksi Jual, Keyakinan Pasar Mulai Luntur?
Rebound Ethereum awal Februari kemarin sebenarnya terbentuk di dalam pola bear flag. Struktur ini lebih menyerupai upaya pemulihan jangka pendek, bukan pembalikan tren yang kuat. Pada 10 Februari, harga menembus ke bawah batas bawah flag tersebut, memicu pattern break yang berpotensi membuka peluang penurunan hingga lebih dari 50%, seperti yang sudah diperkirakan dalam analisis Ethereum sebelumnya.
Pergerakan ini menjadi penting karena terjadi bersamaan dengan aliran dana yang lemah.
Indikator Chaikin Money Flow (CMF) digunakan untuk mengukur apakah modal sedang masuk atau keluar dari suatu aset, dengan memanfaatkan data harga dan volume. Ketika CMF bergerak di atas nol, biasanya itu menandakan adanya pembelian berskala besar ala institusi. Jika tetap berada di bawah nol, itu menunjukkan partisipasi pasar yang lemah.
Di antara 6–9 Februari, harga ETH memang sempat menguat, namun CMF tidak pernah berhasil menembus ke atas level nol. Indikator ini juga gagal keluar dari garis tren menurun. Artinya, kenaikan harga tersebut tidak didukung secara kuat oleh para pelaku pasar besar.

Sederhananya, harga naik, tetapi “uang serius” tidak benar-benar ikut masuk. Rebound yang tidak didukung CMF yang kuat biasanya berumur pendek—dan itulah yang terjadi. Begitu tekanan beli melemah, penjual kembali menguasai pasar dan menekan harga ETH lebih rendah.
Ini menegaskan bahwa pattern break yang terjadi bukan sekadar pergerakan acak. Kemungkinan besar ia didorong oleh melemahnya arus masuk dana besar. Namun, kelemahan teknikal saja belum cukup untuk menjelaskan seluruh situasi.
Ada masalah yang lebih dalam di balik aktivitas DeFi Ethereum. Total Value Locked (TVL) mengukur seberapa banyak dana yang tersimpan di platform keuangan terdesentralisasi. Angka ini mencerminkan penggunaan nyata, komitmen modal, dan tingkat kepercayaan jangka panjang. Saat TVL naik, artinya pengguna mengunci dana mereka. Saat TVL turun, modal sedang keluar.
Analis laman BeInCrypto menggabungkan data TVL dan arus keluar–masuk bursa untuk menunjukkan satu pola yang jelas. Pada 13 November, TVL DeFi berada di kisaran $75,6 miliar. Di waktu yang sama, ETH diperdagangkan sekitar $3.232.

Posisi bersih ETH di bursa (exchange net position change) sangat negatif, artinya lebih banyak koin keluar dari bursa dibanding yang masuk. Kemungkinan, investor memindahkan ETH ke wallet pribadi (self-custody). Itu adalah kondisi yang sehat.
Namun, pada 31 Desember, TVL turun menjadi sekitar $67,4 miliar. Harga ETH ikut terkoreksi ke $2.968. Arus ke bursa berbalik menjadi positif. Sekitar 1,5 juta ETH masuk ke bursa, menandakan tekanan jual yang meningkat. Lalu kita lihat data Februari.
Baca juga: TON Foundation Luncurkan TON Pay, Apa yang Membuatnya Berbeda?

Pada 6 Februari, TVL DeFi menyentuh level terendah tiga bulan di $51,7 miliar, sementara ETH berada di sekitar $2.060. Arus keluar dari bursa melemah tajam (garis Net Position menyentuh puncak lokal). Meski posisi bersih masih sedikit negatif, tekanan beli justru runtuh, seperti yang tergambar dari puncak 6 Februari tersebut. Ini menunjukkan pola yang berulang:
Saat TVL turun, arus masuk ke bursa cenderung naik atau arus keluar melemah. Artinya, modal bergerak dari penggunaan jangka panjang (misalnya DeFi) menuju posisi yang siap untuk dijual.
Per 10 Februari, TVL baru pulih ke sekitar $55,5 miliar, masih turun hampir $20 miliar dibanding level pertengahan November. Angka ini juga masih dekat dengan titik terendah tiga bulan. Tanpa pemulihan TVL yang lebih kuat, tekanan jual dari sisi bursa kemungkinan akan muncul lagi.
Jadi, pattern break pada harga terjadi di saat penggunaan inti Ethereum masih lemah.
Itu adalah masalah struktural, bukan sekadar masalah pola di chart.
Meski sinyal teknikal melemah dan TVL terus menurun, para whale ternyata belum benar-benar keluar sepenuhnya.
Whale supply mengukur seberapa banyak ETH yang dipegang oleh dompet besar (di luar bursa). Sejak 6 Februari, kepemilikan whale turun dari sekitar 113,91 juta ETH menjadi kurang lebih 113,56 juta ETH. Ini mengonfirmasi adanya distribusi (jual) saat harga breakdown. Namun, dalam 24 jam terakhir, tren ini berhenti.

Kepemilikan justru naik tipis dari 113,56 juta ETH menjadi 113,62 juta ETH, menandakan adanya akumulasi kecil-kecilan. Ini memberi sinyal bahwa para whale sedang “menguji” area support, bukan langsung masuk besar-besaran.
Alasannya terlihat jelas ketika kita melihat data cost basis.
Cost basis heatmap menunjukkan di kisaran harga berapa banyak kelompok investor besar membeli koin mereka. Zona-zona ini sering bertindak sebagai support karena para holder cenderung mempertahankan harga masuk mereka. Untuk Ethereum, terdapat satu klaster besar di rentang $1.879 – $1.898. Sekitar 1,36 juta ETH dibeli di area ini. Itu menjadikannya zona permintaan yang kuat.

Harga saat ini bergerak tepat di atas area tersebut.
Selama ETH bertahan di atas band ini, para whale punya alasan untuk mempertahankannya. Jika harga jatuh di bawah, banyak holder akan mulai merugi dan itu berpotensi memicu tekanan jual yang lebih besar. Inilah yang menjelaskan mengapa aksi belinya masih terkesan hati-hati.
Whale bukan sedang memasang taruhan untuk rally besar, melainkan kemungkinan sedang melindungi zona cost basis yang kritis.
Dari sini, struktur harga Ethereum jadi lebih jelas:

Di sisi atas:
Sebelum itu tercapai, setiap rebound masih cenderung rapuh dan rentan gagal.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.