5 Cara Investasi Emas & Perak di 2026 Menurut Emkay Wealth

Di-update
February 12, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Harga emas dan perak berada dalam fase rally struktural yang kuat pada 2026, menurut Emkay Wealth Management, yang menilai momentum bullish bukan sekedar spekulasi jangka pendek tetapi bagian dari pergeseran global dalam alokasi portofolio investor.

Rally ini didukung oleh akumulasi oleh bank sentral, ekspektasi suku bunga, serta permintaan industri bagi perak. Situasi ini mendorong pertanyaan baru bagi investor pemula dan berpengalaman tentang bagaimana cara berinvestasi yang tepat di logam mulia saat fase pasar seperti ini berlangsung. Berikut lima pendekatan investasi yang direkomendasikan.

1. Memahami Rally Logam Mulia: Bukan Sekadar Spekulasi

Emkay Wealth menyatakan bahwa kenaikan harga emas dan perak saat ini didorong oleh tren struktural terhadap alokasi modal global, bukan oleh aksi spekulatif jangka pendek. Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka, sementara tingkat suku bunga diperkirakan akan mendukung aset safe-haven. Permintaan industri perak yang meningkat juga menambah dukungan fundamental bagi logam ini.

Dalam konteks ini, investor perlu memahami bahwa rally tersebut berakar pada perubahan perilaku alokasi modal, terutama di tengah ketidakpastian global. Aset seperti emas dan perak semakin dilihat sebagai bagian inti dari portofolio, bukan sekadar hedge taktis. Strategi investasi harus mempertimbangkan aspek ini, terutama ketika logam mulia mulai mencatat level harga yang signifikan.

Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?

2. Pertimbangkan Alokasi Portofolio untuk Diversifikasi

Emkay Wealth menyarankan bahwa investor tidak sebaiknya mengejar rally secara agresif, tetapi memanfaatkan momentum emas dan perak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Alokasi yang disarankan untuk investor baru umumnya berada di kisaran 5–10 persen dari total portofolio. Sementara itu, investor dengan alokasi logam mulia lebih tinggi, sekitar 25–30 persen, disarankan meninjau portofolio mereka untuk mengelola risiko profit taking.

Diversifikasi menjadi penting karena emas dan perak memiliki karakter yang berbeda dari instrumen berisiko seperti saham atau crypto. Ketika pasar tradisional mengalami tekanan, logam ini dapat berfungsi sebagai penyangga risiko dan menyediakan stabilitas harga jangka panjang.

3. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat: Fisik hingga ETF

emas perhiasan
Sumber: Sahabat Pegadaian

Terdapat beberapa instrumen yang dapat digunakan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap emas dan perak. Investasi fisik seperti batangan atau koin tetap menjadi pilihan klasik. Namun, opsi lain seperti ETF (Exchange Traded Funds), reksa dana yang fokus pada emas, atau produk aset logam lainnya menawarkan likuiditas dan kemudahan akses bagi investor modern.

Produk ETF khususnya cocok bagi investor yang ingin memiliki logam mulia tanpa kerepotan penyimpanan fisik. Sementara itu, reksa dana emas memberikan akses melalui manajer investasi yang mengelola portofolio logam sebagai bagian dari strategi mereka.

4. Investasi Bertahap untuk Mengurangi Risiko Volatilitas

Mengingat rally harga yang kuat, Emkay Wealth merekomendasikan pendekatan investasi bertahap, terutama selama fase koreksi harga jangka pendek. Dengan membeli pada saat harga mengalami penurunan sementara, investor dapat mengurangi dampak volatilitas pasar terhadap portofolio mereka.

Pendekatan ini mirip dengan konsep dollar-cost averaging di pasar saham atau ETF, di mana pembelian dilakukan secara berkala tanpa memikirkan harga puncak. Strategi ini membantu investor mengambil posisi secara disiplin tanpa terpengaruh FOMO (fear of missing out).

5. Meninjau dan Mengelola Portofolio Secara Berkala

Investor yang sudah memiliki eksposur signifikan terhadap emas dan perak sebaiknya meninjau portofolio mereka secara berkala. Hal ini penting untuk menilai apakah alokasi aset masih sesuai dengan tujuan investasi serta toleransi risiko mereka. Emkay Wealth menekankan bahwa alokasi logam mulia lebih dari 30 persen mungkin perlu evaluasi lebih lanjut untuk strategi profit taking atau rebalancing.

Peninjauan berkala memastikan bahwa investor tidak terlena oleh rally harga semata, tetapi tetap mempertahankan rasio aset yang sehat dan mendukung tujuan keuangan jangka panjang.

Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

gold vs btc
Sumber: The Economic Times

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8