Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah CEO Jan3, Samson Mow, menyebut aset kripto ini masih undervalued jika dibandingkan dengan emas. Menurut Mow, harga Bitcoin (BTC) saat ini berada jauh di bawah tren historisnya terhadap kapitalisasi pasar emas maupun suplai uang global. Sementara itu, harga emas sendiri dinilai sudah terlalu tinggi setelah menembus $5.247 per ons. Kondisi ini membuka peluang terjadinya pembalikan tren harga Bitcoin (BTC) dalam waktu dekat.
Samson Mow menyoroti bahwa Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan sekitar 24% hingga 66% di bawah tren historisnya jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar emas atau suplai uang global. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup di level $5.247,90, dan tokenized gold seperti PAX Gold (PAXG) bahkan sempat menyentuh $5.404,14.
Menurut Mow, kondisi overextended pada emas ini justru menjadi sinyal bahwa Bitcoin (BTC) memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalannya. Jika tren historis berulang, maka potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) bisa terjadi dalam waktu dekat. Selain itu, Mow juga mengamati metrik Z-score yang mengukur seberapa jauh harga Bitcoin (BTC) dari rata-rata historisnya.

Z-score di bawah 0 menandakan harga sedang berada di bawah rata-rata, dan saat ini Z-score rasio Bitcoin (BTC) terhadap emas berada di kisaran -1,24. Dalam sejarahnya, ketika Z-score rasio ini turun di bawah -2, Bitcoin (BTC) kerap mengalami reli harga besar-besaran. Hal ini pernah terjadi pada November 2022 dan Maret 2020, di mana setelahnya Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan harga signifikan.
Baca juga: X Kini Izinkan Promosi Crypto Berbayar, Tapi Masih Dilarang di Eropa dan Inggris
Data dari TradingView menunjukkan bahwa pada November 2022, Z-score rasio Bitcoin (BTC) terhadap emas sempat anjlok hingga di bawah -3. Saat itu, pasar kripto diguncang oleh kolapsnya bursa FTX, namun dalam 12 bulan berikutnya, harga Bitcoin (BTC) justru melonjak lebih dari 150%. Fenomena serupa juga terjadi saat pandemi Covid-19 pada Maret 2020, di mana Z-score turun di bawah -2 dan harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh $3.717.

Dalam setahun setelahnya, Bitcoin (BTC) berhasil meroket lebih dari 300% hingga mencetak rekor tertinggi di $69.000 pada November 2021. Pola historis ini memperlihatkan bahwa setiap kali Bitcoin (BTC) mengalami tekanan harga yang signifikan, aset kripto ini selalu mampu bangkit dan mencatatkan reli besar.
Hal ini menjadi dasar optimisme bagi para pendukung Bitcoin (BTC) bahwa potensi kenaikan harga masih sangat terbuka lebar. Dengan kondisi emas yang sudah overbought, peluang Bitcoin (BTC) untuk mengejar ketertinggalan semakin besar. Investor yang jeli bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengambil posisi sebelum reli berikutnya terjadi.
Baca juga: Minyak Dunia Bergejolak, Ancaman Krisis Selanjutnya Bisa Picu ‘Panic Sell’ Bitcoin (BTC)?
Di sisi lain, tidak semua analis sepakat dengan pandangan bullish dari Samson Mow. Sejumlah analis pasar kripto justru memperkirakan harga Bitcoin (BTC) masih berpotensi turun lebih dalam akibat ketidakpastian investor dan tensi geopolitik global. Mereka menilai pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini mirip dengan pola bear market tahun 2022, di mana harga sempat anjlok lebih dari 50% dari puncaknya.
Saat ini, Bitcoin (BTC) sempat turun ke level $60.000 sebelum pulih terbatas ke kisaran $66.400 setelah adanya perkembangan situasi di Timur Tengah. Para analis tersebut memperingatkan bahwa jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin (BTC) bisa saja kembali menguji level psikologis $50.000. Namun, sejarah membuktikan bahwa setiap penurunan tajam justru menjadi peluang bagi Bitcoin (BTC) untuk bangkit lebih tinggi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.