Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) memasuki pekan krusial dengan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan memicu volatilitas pasar crypto. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$66.000 atau sekitar Rp1.113.288.000 (kurs Rp16.868). Dalam kondisi likuiditas yang tipis, perubahan kecil pada data makro kerap memicu pergerakan harga yang lebih tajam. Berikut lima laporan utama yang menjadi fokus pelaku pasar cryptocurrency.
Rilis S&P Global Manufacturing PMI dan ISM Manufacturing PMI menjadi pembuka pekan yang dapat mengatur “nada” volatilitas pasar. Konsensus memperkirakan angka sekitar 51,2 untuk S&P dan 52,0–52,3 untuk ISM, setelah Januari mencatat 52,6. Jika PMI kembali menguat di atas 52,5, narasi ekonomi AS yang tangguh akan menguat. Kondisi ini cenderung menunda pemangkasan suku bunga dan menekan aset non-yielding seperti Bitcoin (BTC).

Sebaliknya, PMI yang turun mendekati 50 mengindikasikan perlambatan dan bisa mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih cepat. Secara historis, sinyal kontraksi dapat mendukung reli berbasis likuiditas pada aset berisiko, termasuk crypto. Dampaknya bisa semakin besar bila pasar sudah berada dalam posisi defensif. Karena dirilis lebih awal, PMI manufaktur sering menjadi pemicu reposisi cepat.
Laporan ADP pada Rabu menjadi indikator awal kondisi pasar tenaga kerja sebelum data NFP. Ekspektasi berada di sekitar 50.000 pekerjaan baru, naik dari 22.000 pada Januari. Angka yang lebih tinggi, misalnya di atas 60.000–75.000, dapat memperkuat pandangan “higher for longer” dari The Fed. Dampaknya biasanya berupa kenaikan yield dan penguatan dolar yang menekan pasar cryptocurrency.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari ini, Selasa 3 Maret 2026
Jika ADP justru lemah, terutama di bawah 40.000, narasi pendinginan ekonomi menguat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga cenderung meningkat dan dapat menjadi katalis pemulihan jangka pendek pada crypto. Reaksi pasar biasanya agresif karena ADP sering diperlakukan sebagai “pemanasan” sebelum NFP. Oleh karena itu, deviasi kecil dari konsensus dapat memicu lonjakan volatilitas.

PMI jasa S&P dan ISM juga dirilis pada Rabu dan kerap lebih berdampak karena sektor jasa mendominasi ekonomi AS. Konsensus berada di kisaran 52,3–53,5, sejalan dengan ekspansi. Jika data jasa menguat bersamaan dengan ADP yang solid, pasar bisa mengurangi harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi tersebut berpotensi menahan reli Bitcoin (BTC) dan menekan altcoin.

Sebaliknya, pelemahan PMI jasa dapat menjadi sinyal perlambatan permintaan domestik. Jika terjadi bersamaan dengan data tenaga kerja yang menurun, pasar dapat memperbesar taruhan dovish. Dalam skenario ini, peluang reli “relief rally” pada crypto meningkat. Perhatian juga tertuju pada komponen tenaga kerja dan pesanan baru yang sering menjadi petunjuk awal perubahan siklus.
Klaim pengangguran mingguan pada Kamis diperkirakan sekitar 215.000, sedikit di atas rilis sebelumnya 212.000. Karena bersifat high-frequency, data ini sering memengaruhi ekspektasi pasar menjelang NFP. Klaim yang tetap rendah memperkuat argumen pasar tenaga kerja ketat, yang biasanya menekan peluang pemangkasan suku bunga cepat. Implikasinya cenderung negatif bagi crypto dalam jangka pendek.
Jika klaim melonjak di atas ekspektasi, narasi pendinginan ekonomi menguat. Dampaknya bisa menurunkan tekanan yield dan memberi dukungan bagi Bitcoin (BTC). Karena dirilis dekat dengan NFP, klaim pengangguran juga berfungsi sebagai “validasi” atau “penyangkal” sinyal dari ADP. Kombinasi keduanya sering memicu reposisi menjelang Jumat.
Baca juga: Harga Crypto Berbasis Emas Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat menjadi rilis paling menentukan. Konsensus memperkirakan 54.000 pekerjaan baru, turun dari 130.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran 4,3% dan upah naik 0,3% bulanan. Jika NFP panas, misalnya di atas 80.000 dengan upah kuat, yield dan dolar berpotensi naik dan menekan Bitcoin ke zona US$62.000–US$59.000 atau sekitar Rp1.045.816.000–Rp995.212.000. Ini menjadi skenario tekanan yang paling diwaspadai pasar cryptocurrency.
Sebaliknya, NFP yang lemah—khususnya di bawah 40.000 atau pengangguran naik—dapat mempercepat ekspektasi pemangkasan suku bunga. Dalam skenario ini, Bitcoin (BTC) berpotensi menguji level psikologis US$70.000 atau sekitar Rp1.180.760.000. Namun, reli biasanya akan diuji di area resistensi yang lebih tinggi, terutama jika likuiditas masih tipis. Karena dampaknya besar, NFP kerap menjadi pemicu pergerakan terarah untuk seluruh pasar crypto.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.