Bitcoin Naik 12% Usai Serangan Iran: Apakah BTC Kini Jadi Safe Haven Baru?

Di-update
March 6, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Kenaikan harga Bitcoin (BTC) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu perdebatan lama di pasar crypto: apakah Bitcoin dapat berfungsi sebagai aset safe haven seperti emas. Data terbaru menunjukkan bahwa sejak serangan Iran, BTC justru menguat sementara harga emas mengalami penurunan dalam periode yang sama.

Pergerakan berlawanan antara Bitcoin dan emas memicu spekulasi bahwa sebagian investor mulai melihat cryptocurrency sebagai alternatif lindung nilai terhadap ketidakpastian global.

1. Bitcoin Naik 12% Setelah Ketegangan Iran

Bitcoin dilaporkan naik sekitar 12% sejak peristiwa serangan Iran, menunjukkan respons pasar yang cukup kuat terhadap ketegangan geopolitik. Dalam periode yang sama, harga emas justru mengalami penurunan.

Pergerakan ini cukup menarik karena secara historis emas sering dianggap sebagai aset safe haven utama saat terjadi ketidakpastian global. Namun, lonjakan BTC memunculkan narasi baru bahwa sebagian investor mungkin mulai beralih ke crypto.

Meski begitu, beberapa analis menilai kesimpulan tersebut masih terlalu dini.

Baca Juga: Bank Sentral Ceko Kejar Cadangan Emas 100 Ton, Bitcoin (BTC) Masih Jadi Pertimbangan

2. ETF Bitcoin Catat Inflow $461 Juta

Lonjakan harga Bitcoin juga diiringi arus masuk dana ke produk spot Bitcoin ETF. Pada 4 Maret, total inflow ETF Bitcoin mencapai sekitar $461,77 juta.

Dengan kurs Rp16.919 per dolar, angka tersebut setara sekitar Rp7.812.886.630.000 atau sekitar Rp7,8 triliun. Arus dana ini disebut hampir menutup defisit arus dana ETF sepanjang tahun berjalan.

Dari 11 ETF Bitcoin yang diperdagangkan, 10 di antaranya mencatat permintaan investor positif pada hari tersebut.

3. Dana Crypto Catat Inflow Hampir $1 Miliar

Selain ETF, dana investasi crypto secara keseluruhan juga mencatat arus masuk besar. Laporan menunjukkan bahwa produk investasi crypto menerima inflow hampir $1 miliar dalam satu minggu terakhir.

Rinciannya:

  • Bitcoin: $881 juta
  • Ethereum: $117 juta

Konversi ke rupiah:

  • Bitcoin inflow ≈ Rp14.910.439.000.000
  • Ethereum inflow ≈ Rp1.979.523.000.000

Arus dana ini mengakhiri periode lima minggu berturut-turut yang sebelumnya mencatat outflow sekitar $4 miliar.

4. Analis Bloomberg: Jangan Terlalu Cepat Menyimpulkan

Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, memperingatkan bahwa perbandingan antara Bitcoin dan emas dalam periode singkat dapat menyesatkan. Menurutnya, kenaikan BTC belum tentu langsung terkait dengan ketegangan geopolitik.

Faktor lain seperti perubahan sentimen pasar dan rotasi modal investor juga dapat memengaruhi harga. Dengan kata lain, reli Bitcoin mungkin lebih berkaitan dengan dinamika pasar crypto daripada fungsi lindung nilai global.

Karena itu, perdebatan mengenai status safe haven Bitcoin masih jauh dari selesai.

5. Investor Mulai Rotasi dari Big Tech

Selain pergerakan di pasar crypto, laporan juga menunjukkan adanya perubahan posisi investor di pasar saham. Dana yang melacak indeks S&P 500 equal-weight menerima inflow sekitar $5,9 miliar pada bulan ini.

Sebaliknya, ETF yang melacak saham teknologi raksasa seperti kelompok “Magnificent Seven” justru mengalami arus keluar. Pergeseran ini menunjukkan sebagian investor mulai mendiversifikasi portofolio mereka.

Perbedaan kinerja juga terlihat jelas:

  • ETF equal-weight S&P 500: naik sekitar 5,5% YTD
  • ETF mega-cap tech: turun sekitar 7,1% YTD

6. Emas Tetap Menguat dalam Jangka Panjang

Meskipun turun dalam periode terbaru, emas masih menunjukkan performa kuat dalam jangka panjang. Harga emas disebut telah naik selama tujuh bulan berturut-turut, mencatat reli terpanjang dalam sejarah.

Selama periode tersebut, emas naik sekitar 61%. Bahkan secara year-to-date, emas masih mencatat kenaikan sekitar 17,2%, jauh lebih baik dibandingkan Bitcoin yang masih turun sekitar 19% sepanjang tahun.

Selain itu, ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Shares, juga mencatat inflow sekitar $3,8 miliar dalam satu minggu.

7. Bitcoin Masih Bergerak di Sekitar $70.000

Setelah sempat menyentuh level sekitar $74.000, Bitcoin kini kembali bergerak di sekitar $70.000. Dalam rupiah, harga ini setara sekitar Rp1.184.330.000.

Meski terjadi koreksi kecil, BTC masih mempertahankan momentum setelah reli sebelumnya. Pergerakan ini tetap menjadi perhatian pelaku pasar crypto yang menilai apakah Bitcoin mampu mempertahankan level psikologis tersebut.

Ke depan, pergerakan BTC kemungkinan masih dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik, arus dana institusional, dan sentimen pasar global.

Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8